Mohon tunggu...
Eva Leevin
Eva Leevin Mohon Tunggu...

Interested in photography and creative industry

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

From Dexter to NASA

5 Agustus 2013   00:36 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:37 0 0 0 Mohon Tunggu...
From Dexter to NASA
13756366541214447883

[caption id="attachment_270679" align="aligncenter" width="628" caption="foto:www.npr.org"][/caption] [caption id="attachment_270680" align="aligncenter" width="500" caption="foto: www.npr.org"]

13756368391307986897
13756368391307986897
[/caption]

Dear NASA, My name is Dexter. I heard that you are sending 2 people to Mars and I would like to come but I'm 7. So I can't. I would like to come in the future so what do I need to do to become an astronaut? Begitu surat Dexter untuk NASA (National Aeronautics and Space Administration/Badan Antariksa Amerika Serikat) dan secara mengejutkan direspon oleh NASA. Mengingatkan kita pada misi penjelajahan planet Mars yang bertujuan untuk mencari planet lain serupa bumi yang dapat menunjang kehidupan makhluk hidup.

[caption id="attachment_270681" align="aligncenter" width="224" caption="foto: www.nasa.gov"]

137563702084389877
137563702084389877
[/caption]

NASA telah mengirimkan Odyssey, Opportunity, Spirit, Phoenix serta Curiousity dan rover-rover tersebut telah berhasil mengumpulkan sampel-sampel penting mengenai planet Mars. Mars ditenggarai merupakan satu-satunya planet di tata surya ini selain bumi yang memiliki struktur tanah padat dan diduga memiliki sumber air yang cukup, dibuktikan dengan adanya es dan awan-awan tipis. Berdiameter setengah ukuran bumi, memiliki atmosfer meskipun tipis. Karena suhu yang dingin dan atmosfer yang tipis di Mars, air selalu menjadi es. Namun ilmuwan memperkirakan pernah terjadi banjir besar sekitar 3,5 milyar tahun yang lalu.

Rencananya pada Agustus 2014, NASA akan mengirimkan 4 orang ke planet Mars untuk meneliti tentang kemungkinan hidup untuk manusia bumi di sana, mencoba bercocok tanam, dan lain-lain. Dua tahun dan seterusnya akan dikirim grup selanjutnya. NASA tetap akan menyuplai makanan dari Bumi secara berkala. Namun diharapkan manusia dapat segera mandiri. Perjalanan ini merupakan one way trip. Yang artinya tidak ada perjalanan pulang kembali ke bumi .Orang-orang yang dikirimkan ke Mars harus siap untuk tidak kembali ke bumi karena NASA pun tidak pernah menjanjikan demikian. Saat ini pelatihan penyesuaian keadaan di Mars sedang dijalani oleh calon-calon astronot, yang akan diterbangkan ke Mars tahun depan, di Hawaii. Dengan ruangan yang serba sempit, memakan makanan instan yang dirancang untuk perjalanan ini setidaknya memiliki masa kadaluarsa selama 2 tahun dan kebosanan yang kerap terjadi, akan menjadikan ini pelatihan yang sangat sulit.

[caption id="attachment_270683" align="aligncenter" width="380" caption="foto : www.mars-one.com"]

13756372461415555775
13756372461415555775
[/caption]

Di tengah misi ini, muncul organisasi non profit yang dikhususkan untuk tujuan antariksa. Mars-One. Di website Mars-one.com, dibuka portal untuk siapa saja di seluruh dunia yang ingin mengajukan diri untuk menjadi astronot dan terbang ke Mars pada April 2023 dalam Astronaut Selection Program. Dengan syarat usia minimal 18 tahun. Akan dilakukan seleksi ketat untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan tempat. Rencananya setelah dipilih nanti, mereka akan menjalani pelatihan intensif selama 8 tahun. Yang akhirnya lulus seleksi akan dikirim ke Mars. Hal ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat di dunia. Terbukti dengan lebih dari 78.000 orang telah mendaftarkan aplikasi mereka berupa video selama 60 detik yang diupload ke website tersebut. Mars-one pun mengajak seluruh warga di dunia untuk turut berdonasi dalam pembiayaan proyek-proyek penelitian ke Mars. Proyek yang merupakan proyek perintis kehidupan permanen di Mars ini membutuhkan biaya sekitar usd.6.000.000. Dan belum termasuk dengan proyek-proyek selanjutnya. Maka dibutuhkan bantuan donasi dari semua pihak sehingga proyek masa depan ini dapat dijalankan dengan sukses dan mungkin dapat membuka satu per satu misteri kehidupan di Mars.

Begini master-plan Mars-one: August 2014: human settlement preparation 2016: communication satellite and supply machine 2018: planetary rover 2020: settlement components September 2022: crew departure April 2023: human landing on Mars Kenyataan bahwa saat ini perjalanan wisata luar angkasa ke Mars akan menghabiskan biaya yang sangat mahal. Hanya milioner-milioner yang dapat membeli tiket tersebut. Pasalnya tiket ke Mars, dalam artian mengitari Mars kemudian kembali ke bumi, harganya mencapai usd.500.000 atau rp.5.000.000.000. Sangat tidak mungkin memindahkan seluruh warga di dunia ini ke Mars karena tidak terbayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan dan siapa yang akan membiayai perjalanan tersebut. Alasan mengapa muncul pemikiran-pemikiran untuk merintis kehidupan di Mars tentunya global warming. Efek gas rumah kaca, yang disebabkan polusi besar-besaran di bumi, menjadikan suhu di bumi meningkat dan makin mencairnya es di kedua kutub. Efeknya, permukaan air laut akan terus naik dan merendam daratan-daratan rendah yang berada di bawahnya. Venesia kini dihantui dengan mimpi buruk bahwa kota tersebut akan tenggelam. Dan pada akhirnya, jika pencemaran polusi tidak ditangani dengan cara brilian, daratan-daratan di bumi pelan-pelan akan menghilang dari peta bumi. Tenggelam dan hanya menyisakan daratan yang jauh melebihi permukaan air laut. Ironis... Kita selalu punya pilihan. Mengajukan aplikasi untuk ikut dalam proyek Mars-one sambil mempersiapkan fisik yang prima dan berharap dapat terpilih menjadi salah satu astronot untuk misi ini. Atau menjadi milioner terlebih dahulu dan membiayai perjalanan ke Mars secara pribadi. Atau menjadikan bumi lebih ramah lingkungan dan berharap permukaan air laut tidak semakin meninggi dan apa yang ditakutkan tidak lantas menjadi kenyataan. Now we choose...

[caption id="attachment_270687" align="aligncenter" width="275" caption="foto : www.wired.co.uk"]

13756376301093786551
13756376301093786551
[/caption]

Sekadar ide gila, buatlah rumah dari kapal. When disaster comes, you're ready. Dan kami, fotojurnalis akan menjadi profesi terakhir di bumi yang akan tetap tinggal di bumi untuk mengabarkan berita kepada mereka yang tidak beruntung dipindahkan ke planet baru ketika bencana datang. Good luck everybody. Keep photographing, Eva Leevin (@evaleevin) related article: http://unik.kompasiana.com/2013/08/05/one-way-trip-to-mars-ready-for-that-582211.html reference: www.nasa.gov www.mars-one.com

KONTEN MENARIK LAINNYA
x