Mohon tunggu...
Eryani Kusuma Ningrum
Eryani Kusuma Ningrum Mohon Tunggu... Guru - Miss eR

Pengajar Sekolah Dasar... Suka jalan-jalan (travelling)... Suka berkhayal lalu ditulis... Suka menjepret apalagi dijepret... kejorabenderang.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Ramadan

Rindu Kita di Komunikasi Maya

2 Mei 2020   00:07 Diperbarui: 2 Mei 2020   01:12 375
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
daring bersama, dokpri

Hingga suatu waktu grup pun sepi dan pembahasan tentang aplikasi berbahaya itu hilang. Mungkin sudah dapat di antisipasi, "Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang merugikan".

Pemakaian Aplikasi Daring

Saat ini aplikasi pertemuan di dunia maya sangat beragam. Hampir pemakaiannya sama, tinggal isi data pribadi, pasang foto untuk profil dan masuk ke dalam obrolan. Mudah dan menyenangkan. Di handphone yang aku pegang tanpa sadar telah terpasang aplikasi bawaan namun mungkin tak banyak orang menggunakan karena tak terkenal. Jadi dapat dikatakan, semakin komunitas mengajak untuk daring dengan suatu aplikasi maka aplikasi itu akan melesat pemakaiannya.

Bagaimana dengan diriku?

Sebenarnya aku tak terlalu menyukai panggilan daring dengan video call. Justru dengan berbicara saja lebih mengasyikan, mengapa? "Ya jelas karena bisa tiduran, gulingan, rebahan bahkan bisa sambil mengemil, hohoho". Tapi tentunya aku suka mengobrol, bercengkrama, menanyakan kabar, hingga iseng mengirimkan pesan suara kepada sahabat hingga rekan kerja.

Bentuk Perhatian

Tak hanya covid19, rindu pasti akan terpapar dengan teman kerja karena merekalah keluarga kedua dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja. Selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran biasanya mengobrol menceritakan perilaku siswa. Saat ini selesai daring hanya bisa rebahan sambil iseng cek instagram. Tak ada salahnya untuk menyapa, sekedar membahas kegiatan pembelajaran hingga pemotongan tunjangan yang sekarang sedang viral di tempat kerjaku.

"Yah memang harus di ikhlaskan"

Masing-masing menguatkan agar tak terpikiran hingga imun menyusut.

"Bisa-bisa tambah susut loh mbak Er kalau mikirin" ledek Ika kembali saat kami membahas pemotongan tunjangan lewat video call di aplikasi whatsapp.

Nah saat itu, kami agak berlebihan, lebay bahasa gaulnya. Kami iseng memakai seragam pramuka lengkap dengan kacu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun