Mohon tunggu...
Ririe aiko
Ririe aiko Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis, Pengajar dan Pengusaha

Penulis, pengajar sekaligus seseorang yang bergelar "ibu" yang hobi memasak, berwisata dan berkreasi.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Penghuni Rumah Tua

17 November 2022   22:10 Diperbarui: 22 November 2022   20:12 319
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Namaku Santi, aku seorang mahasiswa Tingkat akhir disalah satu Universitas Swasta di Kota Bandung. Tuntutan tugas akhir yang menumpuk, membuatku seringkali begadang dan harus pulang malam. Terkadang aku wara wiri ke berbagai tempat untuk mencari bahan skripsi. Seperti malam ini, aku harus mendatangi rumah dosen yang tinggal disekitaran Bandung Barat. Sebenarnya, kondisi tubuhku hari ini kurang sehat, tapi karena sudah membuat janji temu dengan dosen pembimbing, akhirnya aku pun memaksakan diri untuk pergi. 

Aku melirik kearah jam tanganku, waktu menunjukkan pukul 7 malam. Rintik gerimis perlahan membasahi pepohonan. Mengingat cuaca yang tidak memungkinkan untuk mengendarai motor, akhirnya aku pun memutuskan untuk memesan taksi online.

Tak lama kemudian taksi yang ku pesan datang. Aku pun segera naik dengan membawa sebundel map besar berisi draft skripsi yang akan direvisi. 

"Sendirian neng?" tanya sopir taksi itu.  

"Iya pak..." jawabku seraya merapikan duduk "Pak agak cepetan ya! Soalnya saya janjian dengan Dosen saya jam8! Nggak enak kalau bertamu terlalu malam!"

"Oh iya siap Neng! 20 Menitan sampai lah!" lalu mobilpun segera melaju ke tempat tujuan kami. 

30 menit kemudian kami pun tiba ditempat tujuan. Sebuah area perumahan yang cukup terpencil. Jarak antara rumah satu dan lainnya agak berjauhan. Penerangan didaerah itu juga agak redup. Sehingga menimbulkan aura yang cukup menyeramkan. 

"Neng kalau sesuai titik, lokasi rumahnya itu yang didepan!" Ujar sopir taksi itu seraya menunjuk pada rumah Tua yang Terletak diPojok perumahan.

Aku melirik  ke arah nomor  rumah yang tertera dipagar, 39B. Aku pun mencocokkan dengan alamat rumah yang dikirim oleh Fathir temanku.  "Iya pak!  Bener  yang itu!" 

Lalu sopir itu pun memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah Tua itu. 

"Makasih ya Pak...."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun