Mohon tunggu...
Erick Iskandar
Erick Iskandar Mohon Tunggu... Konsultan - Trainer I Coach I

Helping People Flourish. Founder of Lighthouse Training. https://lighthousetraining.org

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Cara Presentasi agar Tidak Datar-datar Saja

28 Juli 2021   06:30 Diperbarui: 1 Agustus 2021   19:45 2131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bill Gates vs Steve Job's slide (businessofstory.com)

"Jika Anda ingin membuat anak Anda tertidur, jangan bacakan cerita untuknya melainkan tunjukkanlah slide presentasi Anda"

Pernahkah Anda menjadi audience dari suatu presentasi yang terasa datar dan membosankan?

Rasanya ingin segera keluar sebagai audience dari presentasi tersebut yah. Sangat sayang jika content yang bagus disajikan melalui presentasi yang "datar", akibatnya tentu pemahaman atau penyerapan audience terhadap content kita menjadi kurang optimal. Daya persuasinya pun juga menjadi rendah.

Momen kita melakukan presentasi adalah momen penting untuk berbagi ilmu atau informasi dan memberi manfaat bagi audience kita. Karena itu jangan pernah menganggap momen presentasi kita adalah sesuatu yang biasa saja. Bahkan untuk kita yang berprofesi sebagai trainer/instruktur/coach/konsultan/guru/dosen/pengajar/sales, di mana sudah banyak makan asam garam dan presentasi sudah menjadi makanan sehari-hari, tetap saja kita perlu senantiasa mempersiapkan dan mengeksekusi momen tersebut dengan sebaik-baiknya dan senantiasa meng-improve presentasi kita secara berkelanjutan.

Pastikan presentasi kita menjadi momen yang wow dan memorable bagi audience. Kita tidak ingin presentasi kita disajikan dengan teknik seadanya dan cara yang biasa-biasa saja. Kita tidak ingin presentasi kita hanya sekadar lewat di benak audience tanpa kesan yang mendalam. 

Agar presentasi kita tidak "datar-datar saja", berikut hal-hal penting yang TIDAK BOLEH Anda lakukan:

Terpaku membaca slide di layar

Slide presentasi hanyalah alat bantu. Sang presenter adalah "the man behind the gun"-nya. Karena itu, fokus atensi peserta tetap perlu mengarah pada Anda sebagai sang presenter. 

Jika presentasi dilakukan secara tatap muka (in-person), pastikan Anda lebih banyak menghadap audience. 

Jangan sekadar berdiri dan membaca slide saja, apalagi jika posisi berdiri Anda lebih banyak membelakangi audience dan lebih banyak menatap layar slide di belakang Anda. Ini adalah pantangan bagi presenter.

Dari keseluruhan durasi waktu, pastikan 90% dari durasi tersebut posisi Anda adalah menghadap audience, 10% sisanya baru menghadap layar sesekali untuk mencerna dan membaca informasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun