Mohon tunggu...
Enisa Wahyuningsih
Enisa Wahyuningsih Mohon Tunggu... perempuan yang senang mengexplore keindahan alam indonesia yang masih butuh banyak pengalaman hidup

instagram : @enisawy

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pandemi Mengakibatkan Angka Pengangguran Tinggi

19 April 2021   21:32 Diperbarui: 19 April 2021   21:48 80 1 0 Mohon Tunggu...

Perekonomian indonesia saat ini, menjadi simpang siur dikarenakan datangnya wabah virus dari wuhan cina, dimana virus ini mendatangkan sejumlah kasus yang terjadi di berbagai aspek kehidupan masyarakat baik dalam maupun luar negri. 

Di negara kita sendiri, indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang terdampak Covid-19 mulai dari kesehatan, pendidikan hingga perekonomian. Perekonomian di indonesia sangat penting dalam menjalani dan memenuhi kebutuhan masyarakat indonesia. 

Pandemi Covid-19 ini terus mengalami eskalasi tidak hanya berpotensi mengakibatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran dalam skala besar dan kemiskinan. Hal ini terjadi dikarenakan kegiatan ekonomi banyak yang berhenti akibat dilakukannya pembatasan sosial untuk menekan penyebaran virus corona. 

Kurangnya pemasukan dari perusahaan maupun pekerjaan lainnya, yang menyebabkan penghasilan dari perusahaan tersebut menurun sehingga perusahaan kurang mampu untuk membiayai atau memberi upah terhadap karyawan atau pekerjanya. Sejumlah perusahaan juga mengurangi jumlah karyawannya karena menghindari kerugian berskala besar yang akan mengakibatkan perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan.

Jumlah buruh yang di PHK

Jumlah masyarakat miskin di indonesia diperkirakan akan melonjak drastis, begiitu juga dengan jumlah pengangguran. Kondisi itu, ditegaskannya seiring dengan anjloknya petumbuhan ekonomi indonesia. Sebelum adanya pandemi Covid-19, ekonomi diindonesia diperkirakan tumbuh 5,3%. Namun saat ini diperkirakan minus 1,7-0,6%. 

Dampak pandemi covid-19 telah membuat pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari rata-rata petumbuhan tahunan sebelumnya. Ada 6,9 juta orang pengangguran sebelum Covid-19 yang terus bertambah sekitar 2,9 juta setiap tahunnya dari angka kerja baru. Belum lagi yang terkena PHK karena pandemi tercatat sekitar 3,5 juta orang. 

Menurut perhitungan Bappenas, angka pengangguran hari ini mengalami kenaikan yang lumayan, sekitar 3,7 juta orang. Kenaikan angka pengangguran tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk meningkatkan defisit fisikal menjadi 5,2% dari yang sebelumnya 4,17 persen. Dengan kenaikan defisit tersebut, pemerintah memiliki tambahan anggaran belanja yang akan dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor-sektor produktif.

Langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pengangguran

Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak pandemi covid-19 di sektor ketenagakerjaan. Kebijakan tersebut fokus pada pasar tenaga kerja dan institusi pasar kerja. Langkah pertama yang dilakukan pemerintah yakni mengalokasikan dana untuk penanganan covid-19 sebesar 46,6 miliar dollar AS, termasuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha 17,2 miliar dollar AS. 

Stimulus ekonomi yang dimaksud ini adalah agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para karyawan. Langkah kedua, menyediakan program berupa insentif pajak penghasilan, relaksi pembayaran pinjaman/ kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN