Mohon tunggu...
Enang Suhendar
Enang Suhendar Mohon Tunggu... Administrasi - Warga sadarhana yang kagak balaga dan gak macam-macam. Kahayangna maca sajarah lawas dan bacaan yang dapat ngabarakatak

Sayah mah hanya warga sadarhana dan kagak balaga yang hanya akan makan sama garam, bakakak hayam, bala-bala, lalaban, sambal dan sarantang kadaharan sajabana. Saba'da dahar saya hanya akan makan nangka asak yang rag-rag na tangkalna.

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

Nyaris Empat Dasawarsa John Berpulang, Namun Karyanya Tak Pernah Lekang

8 Desember 2019   07:40 Diperbarui: 8 Desember 2019   07:48 132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
John Lennon dan Yoko Ono / inspiradata.com

John Lennon dan Yoko Ono / inspiradata.com
John Lennon dan Yoko Ono / inspiradata.com
"Mulutmu harimaumu" sepertinya itulah peribahasa yang tepat disematkan kepada John karena statementnya berbuah kontroversi yang membuat berang umat Kristiani sejagad. Pada tahun 1966 John mengatakan kepada media bahwa "The Beatles lebih terkenal daripada Yesus".

Statementnya viral di media, ribuan orang turun kejalan, mereka memprotes dan menuntut permintaan maaf dari John. Tak luput masa membakar piringan hitam, album The Beatles serta photo dan poster.

Tak lama kemudian John pun meminta maaf, mengaku salah dan khilaf. Namun kekhilafan John inilah yang kemudian mempengaruhi penilaian Chapman pada John dan merubah cinta menjadi benci. Bagi Chapman, John tetaplah seorang penista agama.

Tentu saja John punya beberapa argumen yang mendasari pernyataannya. John hanya ingin menyampaikan realitas yang ada pada zamannya, bahwa anak-anak muda lebih asyik menonton televisi daripada pergi beribadah.

Popularitas televisi pada zaman itu mengalahkan kekhusyuan beribadah. Televisi menjadi kiblat baru anak-anak muda dan mengalahkan popularitas agama manapun didunia. "Beatles lebih berarti bagi anak-anak daripada Yesus, atau agama, pada waktu itu. Saya tidak bermaksud melecehkan atau merendahkan, saya hanya mengatakan itu sebagai fakta," kilah John.

"Saya mengagumi The Beatles dan memasang foto mereka di kamar. Sejak usia 10 tahun, saya selalu mendengarkan idealisme mereka. Terutama ajaran Lennon, saya sangat kagum dan percaya, namun kemudian saya kecewa, John Lennon harus kubunuh. John Lennon penipu." ujar Chapman.

John memang seperti tidak akrab dengan ajaran agama manapun. Selepas The Beatles bubar, pada tahun 1970 John menulis sebuah lagu "God" yang liriknya menggambarkan ketidakpercayaannya pada agama apapun.

Dipersidangan, hakim mengetok palu setelah sebelumnya mengganjar perbuatan Chapman dengan vonis 20 tahun penjara. Kuasa hukumnya memohon agar hukuman dapat diringankan dengan dalih bahwa Chapman telah menderita gangguan jiwa.

Namun Chapman rupanya tidak setuju, dia justru meminta kuasa hukumnya untuk membuat surat pengakuan bersalah dan mengatakan bahwa pembunuhan itu adalah perintah Tuhan. Chapman merasa bahwa The Beatles mempunyai pengaruh buruk bagi anak-anak muda saat itu, khususnya pemikiran John baik terhadap agama maupun negara.

Apapun alasannya tentu saja radikalisme dan kekerasan atas nama agama tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun. Pada akhirnya jenazah John dikremasi pada tanggal 10 Desember 1980 di taman pemakaman Ferncliff di Hartsdale, New York.

Yoko Ono menerima abu jenazah suaminya dan memutuskan bahwa tidak ada upacara pemakaman bagi suaminya. Namun para penggemarnya dari seluruh dunia tidak pernah berhenti mengunjungi sekitar apartemennya untuk menyampaikan rasa duka cita. Perasaan belasungkawa mereka tunjukan dengan menyematkan bunga atau bahkan menyanyikan karya-karya John.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun