Mohon tunggu...
muthiah alhasany
muthiah alhasany Mohon Tunggu... Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Begini Cara Saya Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan

18 April 2021   09:10 Diperbarui: 18 April 2021   09:17 354 17 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Begini Cara Saya Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan
Ilustrasi uang (dok.patinews.com)

Bulan Ramadan kita menahan diri dari makan dan minum, tapi mengapa pengeluaran justru membengkak? Belanja kebutuhan makanan meningkat dua kali lipat, tak heran jika banyak yang mengeluh.

Beban keuangan terasa berat di bulan Ramadan. Apalagi setelah setahun lebih menjalani masa pandemi, penghasilan menurun drastis. Sungguh dilema bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan dana.

Kita memang harus cerdik menyiasati pengeluaran di bulan Ramadan. Kalau berhemat nyaris tak mungkin, tapi setidaknya jangan sampai jauh lebih besar dari bulan-bulan biasa. Ibaratnya, jika naik kendaraan harus banyak mengerem agar tidak kebablasan. 

Untuk yang hidup dengan keluarga besar, jelas pengeluaran menjadi sangat besar. Beruntunglah yang ada keluarga kecil dan yang masih jomlo, kendali keuangan menjadi lebih mudah.

Namun ada beberapa hal yang bisa diupayakan untuk meminimalisir pengeluaran, yang biasa saya lakukan. Antara lain:

1. Jadikan bulan Ramadan sekaligus program diet. Dengan membatasi makan, otomatis pengeluaran juga berkurang. Kita berpikir kalau banyak beli makanan hanya akan bertambah gemuk.

Dalam program diet ini, saya makan kurma dan minum teh manis untuk berbuka puasa. Lantas saja tidak makan nasi yang membutuhkan lauk pauk. Saya hanya makan roti atau beberapa keping biskuit. Bila makan buah, yang murah seperti pisang atau pepaya.

2. Jangan membeli makanan berbuka. Terutama kalau anda memiliki keluarga, membeli makanan membuat banyak pengeluaran. Misalnya kolak satu gelas lima ribu. Jika ada lima anggota keluarga, maka keluar uang dua puluh lima ribu. Itu baru kolak, belum ditambah lagi dengan yang lain.

Maka, belilah bahan-bahan untuk kolak, disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak perlu membeli terlalu banyak, yang penting cukup untuk seluruh keluarga. Jadi, tidak ada makanan yang terbuang.

3. Hindari membeli makanan yang bahan dasarnya sedang mahal. Sebagai contoh, harga cabai rawit setan sedang tinggi, maka jangan membeli makanan pedas dari sambal setan. Harga bahan dasar menentukan harga makanan.

Begitu pula dengan bahan lainnya. Kalau timun sedang mahal, tidak usah membeli timun. Pilihlah jenis sayuran yang sedang murah, ketersediaan berlimpah. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN