Novel

Lembaran

3 Agustus 2018   13:44 Diperbarui: 3 Agustus 2018   13:47 504 0 0

Janganlah digugu dan ditiru karena aku bukanlah guru, namun tidak ada salahnya digugu dan ditiru bila setuju dan mampu. Jangan merasa bodah  karena aku bukanlah nasehat, namun tidak ada salahnya bila bisa diambil manpaat. Jangan tersinggung karena aku sengaja menyinggung supaya tidak kembali kesandung. Dan  janganlah takut sakit dan tersiksa bila tidak pernah berbuat salah  dan jahat pada sesama.

Aku hanyalah satu lembaran dari jumlah lembaran yang tak terhitung banyaknya, lembaran yang bertuliskan kata dan kalimat,bila yang dibaca secara cermat akan mengandung  jumlah makna yang semoga dapat diambil manfaat sebagai rahmat  sang pencipta  serba maha yaitu ALLAH SWT yang selalu memberi pentunjk dan tuntunan kejalan yang baik dan benar.

Sampai umur lima tahun tidak ada yang lain pada diriku kecuali hak atas pelayanan berupa kasih  sayang, aku selalu pinter dan benar serta selalu membawa dan mendatangkan kebahagiaan, bahkan ketika orang tuaku dihina,karena aku belum tahu, mereka selalu  bilang aku memberi sayur bening,  seolah tidak ada kesalahan pada diriku. Bahasaku dengan tangisan bila meminta hak diriku, dan cukup dengan bahasa senyum dan tertawa bila diriku merasa senang.

Setelah menginjak tahun berikutnya aku mulai, tidak hanya diberi hak melainkan dengan kewajiban sesuai dengan bertambahnya hak atas driku, hak untuk dilatih, dibimbing dan  dibiasakan untuk berucap jujur, untuk mengenal dan tahu cara berpakaian dan menata kerapihan serta dibiasakan  untuk bertingkah laku yang baik sebagai tanaman dan keselamatan. Itulah awal diriku yang hanya berupa  lembaran  putih yang tak bernoda,mulai dituliskan sebuah judul dari lembaran suatu kehidupan. Dan kewajibanku adalah menghindarkan diri dari adanya noda yang akan mengaburkan atau yang membuat diriku tidak bisa ditulis oleh kata dan kalimat yang bisa menyatukan, menerangkan dan kalimat salam.

Sampai menjelang dewasa sesuai dengan umur, aku mulai diisi dengan tulisan yang berkalimatkan ketentuan terucap harus diisi jujur dan benar, bersikap yang arif dan  kebijaksana, dan berperilaku yang baik dan sopan, yang didapatkan melalui pedoman yang berupa bimbingan  ALLAH melalui ajaran agama yang mendidik supaya aku yakin memandu supaya aku tidak ragu dan gelisah, dan membina supaya aku merasa,bahwasannya aku tidak punya sesuatu apapun kecuali ini miliknya. Aku hanyalah media yang diberi keleluasaan untuk mengambil manfaat dan mengembangkan potensi dari isi yang terkandung, dengan sesuai, dengan potensi dan waktu yang dibutuhkan.

Aku sadar,untuk mempertahankan keberadaanku sebagai media dikala sudah menginjak dewasa tidaklah gampang, ternyata susah dan berat karena banyaknya kendala yang berupa keanekaragan dan keinginan, namun dengan filter yakin aku mengartikan susah itu bukan berarti tidak  bisa, dengan filter tidak adanya keraguan aku mengartikan berat itu bukan berarti tidak mampu, dan melalui filter rasa yang menegaskan, bahwa tidak ada yang mustahil pada manusia bila dia yakin dan tidak ragu pada tuhannya, namun tidak ada yang pasti pada manusia bila dia tidak yakin dan ragu terhadap tuhannya.

Dalam  sejarah peradaban manusia sejak nabi ADAM AS diturunkan kemuka bumi, keanekaragaman sifat yang baik dan keanekaragaman sifat yang buruk selalu berselisih malah sampai bermusuhan dalam menegakan pengaruh yang berupa tantanan kehidupan. Dan tegaknya pengaruh selalu kejadiannya  seperti langkah kaki manusia yang sedang berjalan,  bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri untuk memimpin didepan. Namun kemunculan sifat yang baik selalu hadir setelah pengaruk sifat yang buruk hampir menghancurkan tantanan dan peradaban manusia dan alam. Melalui para nabi dan para rasul yang diturunkan kemuka bumi melalui kelahirannya sifat baik dan pengaruhnya dimunculkan dimuka bumi dengan cara menyampaikan keterangan, peringatan dan petunjuk. Ini bertanda bahwa manusia lahir dimuka bumi dengan membawa amanat tuh