Mohon tunggu...
Elly Suryani
Elly Suryani Mohon Tunggu... Human Resources - Dulu Pekerja Kantoran, sekarang manusia bebas yang terus berkaya

Membaca, menulis hasil merenung sambil ngopi itu makjleb, apalagi sambil menikmati sunrise dan sunset

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kasus Haringga Sirla, Ketika Supporter Beringas dan Lebih Heboh Dari Pemain Bola

25 September 2018   09:45 Diperbarui: 25 September 2018   10:31 901
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Foto: Jawa Pos


Sesungguhnya Olahraga itu dipercaya akan membangun jiwa sportivitas orang yang suka berolahraga. Disana sebuah perjuangan dan kompetisi terjadi, tapi sportivitas terjadi lebih besar lagi, katanya.  Maka dulu saya tak pernah khawatir dengan dunia olahraga. Sebab saya percaya, disana berinteraksi orang-orang sportif yang berjuang maksimal, lalu siap kalah dan siang menang.

Rupanya kepercayaan saya bahwa dunia olahraga itu aman dan sportif, mulai goyah. Goyah oleh ulah orang-orang berjiwa kerdil yang jauh dari kata sportivitas. Sebagai contoh kita lihat di kasus meninggalnya seoorang supporter Sepakbola Persija oleh oknum kelompok supporter Bobotoh saat menjelang pertandingan Persija VS Persib di Gelora Bandung Lautan Api, Hari Mingu, 23 September lalu. Kasus lain rasanya pernah juga terjadi.

Kok bisa ya, gumam saya. Sekadar nonton bola kok sampai menghilangkan nyawa orang lain, main keroyok pulak, bah. Kemanakah jiwa sportivitas itu ? entahlah.

Apakah karena sekadar supporter, penonton, maka mereka tak betul-betul suka olahraga. Mereka lebih sibuk pada support untuk memenangkan klub pujaan mereka. Pokoknya klub pujaan harus hebat, harus menang!? entahlah.

Supporter itu memang dibutuhkan, kadang dipelihara oleh sekelompok orang untuk penyemangat. Sebatas itu, tentu masih wajar. Ketika supporter sudah menjadi liar, boro-boro sportif, ini harus diwaspadai. Semua pihak harus waspada. Termasuk klub sepakbola juga harus waspada dan memberi kesadaran positif kepada para supporter mereka.

Bagus juga jika sesekali pengurus klub mengajak pemain mengadakan pertemuan informal dengan para supporter, katakanlah semacam ngobrol santai. Ngobrol sambil ngopi, memberi himbauan agar mereka sportif dan mematuhi aturan. Saya kira ini berdampak besar untuk munculnya kemananan dan kenyamanan  pertandingan olahraga. Ngeri juga ketika supporter dimasuki orang-orang liar yang jauh dari sikap sportif.

Pada sisi lain, ya pihak-pihak lain yang terkait harus membantu membuat iklim kondusif sebuah pertandingan olahharaga. Tapi ya...ini baru bisa terjadi kalau pengurus olahraga itu orang-orang sportif dan memang suka olahraga. Kalau gak ya, nanti ditanya kenapa itu bisa terjadi, jawabannya, apa urusan anda menanyakan itu !?, wew. 

Rupanya, sebagian supporter sepakbola memang mudah menjadi beringas. Katanya, sebab ada sisi primitif pada otak manusia yang belum berkembang. Semakin tinggi usia bagian ini menjaid berkurang. Pada supporter yang masih remaja, usia 12-18 Tahun, bagian ini masih belum berkembang optimal. Ketika berada bersama orang banyak, kondisi massal, maka bagian otak primitf ini menjadi aktif. Tersulut dikit, jadi. 

Begitulah. Kelihatanya tak hanya dunia Olahraga yang supporternya berlebihan seperti itu. Pada beberapa bidang, supporter itu memang lebih heboh dari pemain inti. Sebagaimana kita saksikan tiap hari, selain Sepak Bola, dunia politik itu heboh sekali. Para pendukung capres ini dan capres itu bukan main hebohnya. Saya bilang bukan heboh lagi, sudah liar. Padahal para Capres itu sendiri ya santai santun, saling rangkul, itu yang saya lihat loh. Nah yang pendukungnya ini, haeduhh. Saling debat tak pakai logika. Saling share berita yang menyudutkan capres lawan dan membaguskan capres pujaannya. Pembunuhan karakter Capres dan Cawapres lawan, alamak. 

Sudahlah, kalian yang para supporter itu manis-manislah. Jaga kelakuan, menang atau kalau ya selain hasil perjuangan, sudah pasti karena suratan yang di atas sana. 

Hidup ini bukan pertandingan tapi bagaimana hidup secara benar dan tidak merugikan orang lain. Syukur-syukur bisa beramal banyak.  Kalian yang masih muda, haiyah...hidup ini masih panjang nak, belajarlah. Isi waktu dengan kegiatan positif. Nonton sepakbola itu bagus, cuma ya sportiflah. Jangan biarkan bagian primitif otak itu muncul. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun