Energi

Investasi Pada Bisnis PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro)

20 Desember 2017   19:44 Diperbarui: 21 Desember 2017   20:37 2725 0 0

Bisnis di bidang energi terbarukan merupakan sesuatu yang terbilang fresh di Indonesia. Salah satu bidang energi yang menjadi fokus pemerintah adalah di bidang energi. Prospek bisnis ini sangat baik sebab pemerintah menargetkan di tahun 2025 tercapainya rasio elektrifikasi 100% dan permintaan akan listrik bertambah 7.000 MW setiap tahunnya. Peluang inilah yang mendasari tim saya untuk memilih bisnis PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mihi Hidro) sebagai ide bisnis dalam mata kuliah Evaluasi Proyek yang kami tempuh selama semester 5 di Universitas Indonesia, jurusan Ilmu Administrasi Niaga. Maka dari itu, pada kesempatan ini saya ingin memaparkan hasil studi kelayakan bisnis dari PLTM ini.

Kami ingin mendirikan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas dengan nama PT. Dimaria Energi di Sungai Batang Sangir, Sumatera Barat. PT. Dimaria Energi  mengubah energi gerak yang dihasilkan oleh air menjadi energi listrik berkapasitas 250KW. Di sini kami bertindak sebagai pemasok bagi PLN di Sumatera Barat dengan tarif listrik Rp1.074/kwH sesuai dengan reference tariff yang ditetapkan dalam Permen ESDM No. 12 tahun 2017. Untuk dapat bekerjasama dengan PLN, kami memerlukan kesepakatan dengan PLN terlebih dahulu yang akan dituangkan dalam PPA (Power Purchase Agreement).

Cara kerja PLTM adalah membelokkan air sungai dengan membuat bendung/dam. Kemudian air disalurkan dalam channel terbuka dan dihimpun ke forebay tank untuk dibersihkan dari pasir dengan sand trap. Setelah air bersih dari pasir, air disalurkan dengan penstock (pipa tertutup) menuju Power House. Selanjutnya, air berputar melewati turbin dan dikembalikan ke sungai. Energi yang dihasilkan dari perputaran turbin akan terkonversi menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan pada akhirnya dialirkan ke transmisi PLN untuk didistribusikan ke wilayah sekitar, yaitu Sumatera Barat.

Dalam mengoperasikan PLTM, perusahaan kami juga akan memperhatikan faktor lingkungan dan sosial, agar aktivitas yang kami lakukan tidak berdampak buruk bagi alam dan diterima oleh masyarakat sekitar. Kami hanya akan melakukan pembebasan lahan hanya yang diperlukan saja tanpa merusak sungai, kami akan menghindari area yang menjadi sempadan sungai. 

Kami juga akan membuat saluran drainase agar tidak terjadi penggerusan tanah saat hujan dann genangan air. Sedangkan untuk mendapatkan penerimaan masyarakat, kami akan melakukan perekrutan karyawan di dalam lingkup masyarakat sekitar Batang sangir. Kami juga akan memberikan CSR (Corporate Social Responsibility) di tahun ke enam.

Prospek dari Bisnis listrik EBT sendiri masih belum cukup menggiurkan secara finansial, dengan nilai investasi Rp 5.035.581.800, NPV (Net Present Value) sebesar Rp 41.128.961, serta IRR (Internal Rate of Return) sebesar 10.2%, dan Profitability Index 1.01 yang diimbangi dengan Benefit Cost Ratio sebesar 1.64, proyek ini merupakan bisnis dengan prospek baik mengingat banyaknya demand dari pemerintah dan banyaknya lahan usaha yang tersedia. 

Tetapi dengan belum adanya infrastruktur yang memadai dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan pembangkit listrik menjadikan proyek ini kurang diminati oleh kalangan pengusaha. Sementara itu proyek Dimaria Energy ini sendiri dinilai uji kelayakan investasi dengan nilai yang cukup.


Berikut tersedia link video mengenai PT Dimaria Energi:

https://youtu.be/n3alF00YAi8