Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Bijak Menggunakan Medsos Haruskah Hanya di Bulan Ramadan?

17 Mei 2019   23:14 Diperbarui: 17 Mei 2019   23:15 0 21 4 Mohon Tunggu...
Bijak Menggunakan Medsos Haruskah Hanya di Bulan Ramadan?
Sumber:pixabay

Pepatah Mulutmu Harimaumu di era digital sekarang ini bisa saja berubah menjadi Jarimu Serigalamu!

Betapa tidak. Begitu banyak orang tercabik-cabik, terkoyak-koyak akibat jari-jari yang terpeleset menuliskan kata-kata yang tidak bertanggung jawab. Terutama para pengguna media sosial semacam facebook, instagram dan twitter. Lebih seringnya mereka menyalahgunakan fungsi media sosial dari yang seharusnya menjadi ajang pengumbar ujaran kebencian dan hoaks.

Kita ambil contoh. Facebook, media yang digagas oleh Mark Zunckerberg ini, tentu awalnya diciptakan bukan untuk menyampaikan hal-hal yang buruk. Mark, sesuai dengan motto yang disampaikannya : facebook adalah sarana penghubung antar teman yang dikenal di seluruh dunia. Menjadi media untuk berbagi pikiran atau perasaan, berbagi tautan, foto dan video.

Sayangnya semakin ke sini fungsi facebook bukan lagi sekadar media yang menghubungkan kekerabatan yang terputus, melainkan sebaliknya memutus kekerabatan yang sudah terjalin.

Masih lekang di pikiran kita, bagaimana memanasnya suhu dan suasana jelang Pilpres yang berlanjut hingga sekarang. Media sosial sedikit banyak telah ikut berperan serta dalam menyebarkan berita-berita yang kadang jauh dari kenyataan.

Saya kerap menyaksikan bagaimana sesama teman yang semula akrab berubah menjadi bermusuhan, saling menghujat hanya karena termakan oleh berita hoaks yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang sengaja berniat memecah belah.

Kata-kata lebih tajam dari sebilah pedang. Itu benar. Dan lucunya, mereka yang sibuk saling gontok-gontokan adalah manusia-manusia berumur. Manusia-manusia yang seharusnya lebih bijak dalam menyikapi keadaan, mengendalikan pikiran, hati dan jari-jari ketimbang para bocah ingusan.

Saya sendiri merasa bersyukur, sejauh ini selalu berusaha menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat di dalam bermedsos ria. Jikalau saya memiliki akun facebook, itu lebih kepada wadah berbagi tautan tulisan-tulisan fiksi saya . Juga sekadar memantau anak-anak didik saya. Mengerem dan mengingatkan agar mereka tidak ikut-ikutan terpeleset menarikan jari-jari mereka yang ujung-ujungnya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Bulan Ramadan kali ini hadir seiring dengan memanasnya suhu perpolitikan di negeri kita. Semoga hikmah Ramadan mampu meredam api yang siap membakar hati siapa saja. Utamanya dua kubu yang saling berseberangan. Semoga semua setan benar-benar terbelenggu. Tak terkecuali setan yang tak henti menggoda pikiran dan hati manusia untuk menggerakkan jari-jari mereka di jejaring dunia medsos agar menuliskan hal-hal yang buruk.

Menjauhi dunia medsos jelas tidak mungkin. Semua orang yang hidup di zaman now sudah sangat ketergantungan terhadap dunia digital ini. Yang paling mungkin adalah, senantiasa ingat bahwa kelak jari-jari kita akan mempertanggungjawabkan apa saja yang sudah diperbuatnya di dunia sekecil apa pun.

Jadi, bijak menggunakan media sosial sebaiknya tidak hanya dilakukan di bulan suci Ramadan. Di setiap waktu dan kesempatan, di mana pun berada kita wajib menerapkannya.

Mari kita berbagi manfaat untuk kemaslahatan orang banyak. Jangan berbagi hoaks dan ujaran kebencian.

Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-12. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bisa menjaga anggota tubuh kita dari panasnya api neraka. Amin.

***

Malang, 17 Mei 2019

Lilik Fatimah Azzahra