Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Dongeng Pilihan

Dongeng Wayang | Arjuna Patah Hati

14 Maret 2018   19:17 Diperbarui: 15 Maret 2018   04:02 2883 11 5
Dongeng Wayang | Arjuna Patah Hati
gudangwallpapermu.blogspot.co.id

Memang ada tokoh wayang yang patah hati? 

Ada. 

Siapa? 

Arjuna. 

Ya,  benar. Arjuna pernah patah hati. Gegara cintanya tak digubris oleh seorang perempuan bernama Dewi Anggraeni. 

Siapa sebenarnya Dewi Anggraeni yang telah begitu berani menolak cinta Arjuna yang dikenal sebagai  lelananging  jagad  itu? 

Dewi Anggraeni tak lain dan tak bukan adalah istri dari Bambang Ekalaya alias Palgunadi.

Masih ingat kisah Bambang Ekalaya, bukan? Yup, benar. Bambang Ekalaya, pemuda lugu yang rela memotong jemari tangannya demi memenuhi perintah Maha Guru Durna. Saat itu Mas Bambang Ekalaya ternyata lupa mengatakan bahwa pada jemari tangan yang terpotong itu tersemat cincin pusaka Mustika Ampal. Yang jika terlepas dari dirinya maka ia akan mati.

Semua sudah terlanjur terjadi. Begitu jemari terpenggal dan jatuh ke tanah, saat itu juga tubuh Bambang Ekalaya melunglai. Ia terjerembab mencium bumi dan menghembuskan napas terakhir seraya menyebut nama istrinya, Dewi Anggraeni.

Zaman dahulu kala, pasangan suami istri memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Meminjam istilah Kangmas saya (ehem), mereka memiliki  liang  sim  yang terjaga dan  chemistry  satu sama lain.

Pada Dewi Anggraeni, sang garwa kinasih, pun demikian. Ia mendapat semacam firasat. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Keringat dingin mengucur deras. Kendi yang dipanggulnya mendadak pecah.

"Duh, Dewa Bathara Agung. Mengapa hamba seolah mendengar jeritan Kangmas Bambang Ekalaya?" sejenak sang dewi menghentikan kesibukannya. Ia membetulkan letak kembennya. Lalu  krenteg, berkeinginan menyusul suaminya yang pagi tadi pamit berlatih memanah di tepi hutan.

Diliputi perasaan was-was tak berujung, Dewi Anggraeni gegas meninggalkan rumah menuju hutan perbatasan. Sesampai di sana ia melihat sekelompok pemuda bersama seorang Resi tengah merubung tubuh seseorang yang terbujur kaku di atas rerumputan.

Dewi Anggraeni sangat mengenali sosok yang terbujur itu. 

"Kangmas...Kangmas Bambang Ekalaya! Apa yang terjadi padamu?" Dewi Anggraeni menyeruak maju. Menyibak kerumunan. Airmatanya mendadak tumpah tak tertahankan.

Arjuna yang ikut bergabung dalam kerumunan, sejenak terpana. Matanya nyalang tak berkedip menatap sosok perempuan jelita yang menubruk dan memeluk jasad Bambang Ekalaya.

Arjuna yakin, seyakin-yakinnya. bahwa saat itu ia telah jatuh cinta. Dewi Anggraeni telah mencuri hatinya.

"Anak Mas Pemadi, ulun harus bisa menahan diri. Perempuan itu istri Bambang Ekalaya," Guru Durna mengingatkan murid kesayangannya itu.  Tapi panah asmara terlanjur menancap kuat di dada sang penengah Pandawa. Dan tak bisa dicabut lagi.

"Guru, tidak pantaskah aku jatuh cinta padanya?"

"Ini bukan soal pantas atau tidak, Nak Mas. Ini menyoal sebuah perasaan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3