Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Petani - Serabutan

Ikuti kata hati. Itu saja...!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Beranikah SBY Lengserkan AHY?

2 Februari 2021   17:31 Diperbarui: 2 Februari 2021   17:37 386
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik


KEBERANGKATAN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dunia politik bisa dibilang masih seumur jagung. Yakni, sekitar empat tahunan kurang. Tepatnya, saat mantan tentara berpangkat mayor tersebut tiba-tiba saja ikut dalam kancah Pilgub DKI Jakarta 2017. 

AHY yang berpasangan dengan Sylviana Murni tampak percaya diri menghadapi dua pasangan kandidat lainnya. Ahok-Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. 

Telah diprediksi sebelumnya, pasangan AHY-Sylviana tidak mampu berbuat banyak. Dan, harus menerima kenyataan sebagai juru kunci. Itu artinya terlempar dari persaingan perebutan kursi kekuasaan di ibu kota. 

Terjunnya AHY dalam dunia politik sebenarnya cukup banyak yang menyayangkan. Pasalnya, dia disebut-sebut sebagai prajurit yang berprestasi dan memiliki karier militet cemerlang. 

Namun, itulah takdir dan jalan hidup AHY. Tak ada angin, tak ada hujan, mendadak jadi bagian percaturan politik nasional. 

Cerita selanjutnya mungkin telah sama-sama ketahui. AHY sepertinya mau tidak mau harus berkiprah dalam politik. segala jabatan di internal partai dia duduki. Mulai dari Ketua Kogasma, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, dan kemudian puncaknya sebagai ketua umum. 

AHY dipercaya menjadi ketua umum, tentu dengan harapan mampu menampilkan wajah partai lebih fresh dan keluar dari bayang-bayang stigma buruk. Yakni, dianggap sebagai partai korup. 

Stigma ini bukan omong kosong. Selama Partai Demokrat berkuasa, cukup banyak petinggi-petinggi partai yang terjebak dalam pusaran korupsi. Diantaranya, Muhamad Nazarudin, Anas Urbaningrum, Jero Wacik, Sutan Batugana dan Angelina Sondakh. 

Namun, sejak di bawah komando AHY, Partai Demokrat tetap angin-anginan. Suami Anisa Pohan ini masih belum bisa mengangkat nama partai lebih baik. Sepertinya, ingatan publik masih belum lupa dengan perilaku kader-kader partai. Selain itu, AHY juga lebih cenderung menjadi wayangnya SBY dalam menggerakan roda partai. 

Artinya, sebagai ketua umum, AHY belum bisa sepenuhnya mandiri. Banyak yang percaya, semua tindakan dan sikap yang keluar sebenarnya aktornya adalah SBY sendiri, termasuk dengan isu yang sedang panas saat ini. Yakni soal kudeta kedudukan AHY di Partai Demokrat.  

Lewat keterangan pers, putra sulung SBY ini dengan gamblang menyatakan akan ada aksi 'kudeta' di Partai yang dia pimpin. Kekuasaannya akan digulingkan oleh 5 orang. Mengejutkan, dalam tuduhannya, AHY langsung mengarah ke Istana. Konon salah seorang yang akan melakukan kudeta tersebut adalah pejabat tinggi pemerintahan. Dalam hal ini, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun