Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Italia Terus Catatkan Rekor akibat Covid-19 dan Kisah Selamatnya Lansia dari Ancaman Maut

28 Maret 2020   19:47 Diperbarui: 30 Maret 2020   14:14 361 14 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Italia Terus Catatkan Rekor akibat Covid-19 dan Kisah Selamatnya Lansia dari Ancaman Maut
Republika.co.id

CATATAN demi catatan tragis terus mewarnai amukan pandemi virus corona (covid-19) di Italia.

Betapa tidak disebut tragis, hingga hari ini, Sabtu (28/3/20), Negara asal legenda hidup Motto GP, Valentino Rossi ini menjadi negara dengan jumlah kematian terbanyak yang diakibatkan penyebaran masif virus corona.

Sejak diberlakukan lockdown pada 9 Maret 2020 lalu oleh otoritas tertinggi Negeri Pizza, anehnya jumlah kasus positif terinfeksi oleh virus asal Wuhan, Provinsi Hubei, China ini seolah tak bisa di berhentikan. Tiap harinya terjadi lonjakan angka kasus yang sugnifikan.

Tercatat hingga Sabtu (28/3) jumlah kasus positif virus corona di Italia mencapai 86 ribu lebih. Jumlah ini hanya kalah oleh Amerika Serikat yang jumlahnya melampaui 100 ribu lebih. Sedangkan China sendiri sebagai sumber awal penyebaran virus covid-19 berada di angka 81 ribu-an lebih.

Dengan membludaknya jumlah pasien positif virus corona, membuat pemerintah di ketiga negara tersebut dibuat kewalahan menampung para pasien disebabkan tempat yang terbatas.

Meski jumlah kasus positif virus corona masih di bawah Amerika Serikat, namun dari jumlah angka kematian, Italia justru jauh melampaui angka kedua negara tadi dan menjadi yang tertinggi di dunia.

Data sementara hingga Sabtu (28/3/20) jumlah kematian yang diakibatkan virus corona di Italia mencapai 9.134 jiwa.

Dalam proses menuju angka 9 ribu lebih kematian tersebut, Italia beberapa kali mencatat angka kematian tertinggi per harinya.

Pertama kali terjadi pada pekan lalu, Italia pernah mencatat rekor tertinggi perharinya mencapai 793 orang. Sejak itu, ada kecenderungan menurun. Namun, tiba-tiba rekor kematian perhari yang pernah terjadi, dipatahkan lagi pada hari ini.

Ya, dalam 24 jam terakhir hingga Sabtu (28/3) kematian di Italia akibat keganasan virus corona mencapai angka 969 orang. Jelas ini jumlah angka kematian yang membuat hati miris.

Seperti dilansir CNN Indonesia, dari jumlah kematian yang ada di Italia, mayoritasnya adalah dari kalangan Lanjut usia (Lansia). Namun, berkaca dari kasus ini ada secercah harapan bagi para lansia di sana. Ternyata tidak setiap orang yang sudah berusia lanjut tak bisa selamat dari ancaman virus covid-19.

Seorang lelaki Italia berusia 101 tahun dilaporkan sembuh setelah sepekan dirawat di rumah sakit karena penyakit Covid-19 akibat terinfeksi virus corona.

Bahkan, masih dilansir CNNIndonesia yang mengutip dari The Nation Online, Jumat (27/3), lelaki berinisial P itu dibolehkan pulang ke kediamannya di Rimini pada Kamis kemarin.

Dikatakan Wakil Wali Kota Rimini, Gloria Lisi, kesembuhan P membawa harapan bahwa mereka bisa bangkit dari krisis pandemi corona tersebut. Sebab, kelompok lanjut usia adalah yang paling rentan jika terpapar virus corona.

Lalu apa yang menjadi alasan hingga angka kasus positif serta kematian di Italia begitu tinggi, bahkan melebihi dari negara asal virus covid-19, China.

Dilansir Kompas.com, faktor banyaknya usia lanjut di Italia menjadi salah satu alasan tingginya angka kematian. Terbukti, sekitar 85 persen lebihnya kematian di italia akibat virus corona adalah usia 70 tahun ke atas.

Alasan lain yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian di Italia adalah alat kesehatan yang minim. 

Masih dilansir Kompas.com, menurut catatan, ada 14 orang dari mereka yang meninggal dengan total 3.700 perawat dan dokter telah terinfeksi saat bertugas.

Italia juga kekurangan tempat tidur pasien. Hotel Michelangelo di Milan diubah menjadi fasilitas karantina untuk sekitar 300 orang.

Selain itu paviliun pameran diubah menjadi unit perawatan intensif untuk pasien dan akan beroperasi akhir minggu ini.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Sebagaimana diketahui, Indonesia pun tidak luput dari serangan virus corona. Meski belum setinggi Italia, China dan Amerika, jumlah kasus positif terinfeksi virus corona di tanah air kecenderungannya terus meningkat tiap harinya.

Sejak ditemukan kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020 lalu hingga hari ini Sabtu (28/3), menurut rilis data pemerintah yang disampaikan Juru Bicara khusus penanganan virus corona, jumlah kasus positif di tanah air mencapai 1.155 orang, dengan diantaranya meninggal dunia sebanyak 102 orang dan yang telah dinyatakan sembuh adalah 59 orang.

Namun begitu jumlah kasus ini tentu saja merupakan angka sementara. Artinya, tidak menutup kemungkinan besok atau lusa jumlah kasus ini akan terus lebih membengkak. Walau sejujurnya penulis sangat tidak mengharapkan itu terjadi.

Sayang, rasanya harapan saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran virus corona jangan sampai menulari lebih banyak orang lagi.

Artinya memang kita semua khusunya pemerintah harus bisa berkaca pada Italia. Telah disinggung di atas, bahwa salah satu faktor tingginya kasus kematian di sana adalah kurangnya fasilitas kesehatan. Untuk itu, sudah seharusnya pemerintah berupaya sekuat tenaga agar faslilitas kesehatan terpenuhi dan memadai.

Imbauan Pemerintah Belum Efektif
Sejak merebaknya virus corona di tanah air, sebenarnya pemerintah telah berupaya untuk memutus rantai penyebarannya dengan menghimbau masyarakat untuk social distancing dan work from home. Namun begitu, kalau penulis amati himbauan tersebut belum atau bahkan tidak efektif.

Terbukti, di lingkungan sekitar penulis saja di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih banyak orang-orang yang berkeliaran di luar. Terutama bagi mereka-mereka yang bekerja pada sektor informal, seperti sopir angkot, tukang dagang keliling atau tukang ojek.

Tidak hanya itu, dalam sepekan terakhir, Kota Sumedang juga cukup banyak kedatangan warga yang selama ini mencari mata pencahariannya di Jakarta. Padahal sebagaimana kita ketahui, mereka-mereka ini sudah dihimbau sementara ini untuk tidak pulang ke kampung halamannya

Dengan demikian bisa dibuktikan bahwa segala himbauan pemerintah ini tidak efektif. Jelas jika ini terus dibiarkan, penyebaran wabah virus corona tidak hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya tapi juga ikut sama pemudik-pemudik prematur yang selama ini telah terjadi beberapa daerah dan tidak menutup kemungkinan akan lebih memperluas wilayah sebaran virus corona.

Untuk itu, pemerintah harus membuat regulasi yang jelas agar social distancing dan work from home ini bisa berjalan lebih efektif. Disamping tentunya dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi dari masyarakat.

Salam

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x