Mohon tunggu...
eka purwanto
eka purwanto Mohon Tunggu... wiraswasta -

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tidak Satu Jari, Juga Bukan Dua Jari

28 Februari 2019   11:16 Diperbarui: 28 Februari 2019   11:16 30 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Seorang tokoh nasional terpaksa akan memilih Prabowo pada pemilihan presiden nanti. Ia memilih Prabowo  karena keterpaksaan. Sang tokoh tidak akan memilih Jokowi karena di matanya presiden dari Partai PDI itu dianggapnya telah gagal. Begitu rangkuman dari sebuah postingan di whatsapp grup.

Tokoh nasional itu menunjuk (bukan memilih karena tidak ada opsi lain) Prabowo dengan syarat diturunkan lagi jika dikemudian hari gagal. Mungkin ini semua setuju. DPR RI harus berani menurunkan presiden. Kalo perlu bikin kontrak politik. Isi kontrak ? Pemberian batas waktu dalam upaya mensejehaterakan rakyat. Jika gagal mensejahterakan rakyat dalam batas waktu tertentu, maka dengan legowo sang presiden terpilih harus mundur.

Sepertinya tidak ada yang bisa kita harapkan selain 2 orang calon itu. Saya lebih memilih tidak dua-duanya. Sebab, keduanya menangpun, kesejahteraan akan tetap milik segelintir orang.

Jokowi menang, kroni dan konconya yang makmur. Prabowo menang  pun sepertinya bakal seperti itu.

Siapa  berani jamin, kalo Prabowo menang,  rakyat, petani dan nelayan bakal makmur dalam sekejap ? (Catatan ; mantan mertuanya, 32 tahun berkuasa tak mampu memberikan keadilan dalam kesejahteraan)

Adakah jaminan jika Jokowi manggung lagi, rakyat bakal punya sawah, ladang, kendaraan, apalagi  jabatan ? Pekerja asing akan diusir ? Au ah gelap !. Wassalam.- ***

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan