Mohon tunggu...
Eko Nurwahyudin
Eko Nurwahyudin Mohon Tunggu... Lainnya - Pembelajar hidup

Lahir di Negeri Cincin Api. Seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Ashram Bangsa dan Alumni Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Motto : Terus Mlaku Tansah Lelaku.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Paradoks Kegilaan dan Titik Nadir Kemanusiaan

2 Mei 2021   16:57 Diperbarui: 2 Mei 2021   18:03 479
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
gambar hasil screenshoot pada adegan ending. Silas teringat trauma kejiwaannya akibat perang. (dokpri)

Pasien-pasien itu unik-unik seperti bangsawan yang menyakini dia punya dua kepala, pangeran yang mengira dirinya teko, Terrance ahli waris pengusaha rel kereta api, Signore Balzoni yang meyakini dirinya kuda jantan arab setelah terjatuh dari pertandingan pacuan kuda, Mickey Finn, membunuh ibu dan saudara perempuannya dengan menyayat leher mereka, Yeremia yang membunuh istrinya dengan palu, Arthur yang dikenal dengan nama panggung Raksaksa Oxbridge yang dijual keluarganya ke sebuah seni pertunjukan ketika dia masih kecil, dan mereka yang mengidap neurasthenia, demantia praecox, incurable homosexuality, epilepsy, melancholia.

Meskipun mereka dari kalangan atas yang terpelajar namun cara pandang mereka yang tidak terpelajar menjadikan kritik yang ironis film ini, sebagaimana diungkap Dr. Lamb (pada durasi 13:37), "You'll find most of our patients are here because they are embarrassments to their families. Outcasts." Kau akan dapati sebagian besar pasien kami di sini karena mereka membuat malu keluarga mereka. orang buangan.

Penonton pada adegan-adegan pertengahan film juga akan diajak memikirkan ulang bagaimana kondisi penanganan medis Stonehearst Asylum yang mencampurkan kelompok difabel grahita, orang gila, pelaku kejahatan, para psikopat yang nampak waras sekalipun ia kalangan medis. Semua dipukul rata, dikatagorikan gila di Stonehearst Asylum. 

Bahkan ketika adegan memperlihatkan kondisi sebelum Dr. Benjamin Salt dan para asistennya dikudeta, digulingkan, dijadikan tahanan oleh Dr. Lamb dan kawan-kawannya, penonton akan merasa sedih dengan berbagai praktik medis guna menemukan kunci sakit jiwanya (mengetahui hal yang paling ditakuti) pasien dan sarana untuk mengendalikannya. 

Praktik menemukan itu dilakukan Dr. Benjamin Salt dengan metode bar-bar yang tidak manusiawi seperti dilucuti sampai telanjang, diikat di meja dan diberi obat untuk melemahkan indra mereka, disiram air dingin, dihina. 

Metode Dr. Benjamin Salt inilah yang mendapat kritik dan ditentang oleh seorang pasien dianggap tidak waras Silas Lamb, seorang yang masuk Stonehearst Asylum pada 1890 dikarenakan tindakan sadisnya sebagai dokter bedah perang yang tidak manusiawi menembak mati lima pasiennya guna menyudahi penderitaan mereka.

Walhasil, pada suatu momentum, Silas Lamb melancarkan rencana penggulingan rezim medis Dr. Benjamin Salt yang tidak manusiawi itu dengan mencampurkan chloral hidrat, obat bius untuk operasi bedah -- tidak berwarna, tidak berbau namun mematikan dalam dosis yang tidak tepat ke dalam minuman. Diketahui 7 orang meninggal dari kudeta senyap tersebut, 4 dokter dan 3 suster.

        Masyarakat Utopis dan Paradigma Inklusif

Penggulingan rezim Dr. Benjamin Salt dan berdirinya rezim Dr. Lamb tidak mengakhiri kegilaan penindasan manusia satu dengan manusia lainnya. Dr. Lamb hanya bersimpatik dengan golongannya dengan mencoba membiarkan para pasien bergaul dengan sesamanya.untuk terapi agar isa bergaul dengan masyarakat beradab dan masyarakat beradab agar bisa bergaul dengan sesamanya. 

Para kawannya yang dianggap gila itu juga sebagian dilatih Dr. Lamb menjalankan peran rezim terdahulu. Seperti Milie yang menggantikan peran Suster Pike, Mickey Finn yang menggantikan peran penjaga William Paxton, dll.

Menurut pandangan utopisnya Dr. Lamb mengutarakan (durasi 41:20), "Keep a man in a cage and he'll behave like an animal. Give him his freedom and he'll remember his humanity". Mengurung orang dalam kurungan dan dia akan berperilaku seperti hewan. Berikan dia kebebasan dan dia akan ingat kemanusiaannya.

Lantas bagaimana pandangan Dr. Lamb terhadap para pelaku kejahatan yang melakukan kejahatan secara gila? Apakah mereka dibiarkan bebas begitu saja tanpa mendapat kurungan penjara sehingga dengan sendirinya ia menyadari kemanusiaannya? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun