Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Malam Seribu Bulan

5 Mei 2021   01:31 Diperbarui: 5 Mei 2021   02:23 206 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Malam Seribu Bulan
Malam seribu bulan dokpri Eko irawan

Tafakurku Ya Allah. Sang pendosa. Ditengah malam syahdu. Di Ramadhan tahun ini. Bermohon.

Aku sudah lalui banyak kekhilafan. Betapa putus asanya diri ini. Tersakiti. Ditipu. Disepelekan. Dipermainkan. Dipermalukan. Dihakimi. Semua tentang aku adalah salah.

Aku sudah jenuh Ya Allah. Muak dengan drama ini. Aku ingin bahagia. Menikmati nafas. Beribadah padaMu. Menebus semua dosa. Mengisi sisa umur. Dengan ibadah.

Aku hanya manusia lemah. Omonganku sudah dipelintir. Seolah akulah sang laknat. Yang harus menerima karma. Untuk balas dendam dan kepuasan. Para bajingan bangsat, yang dibela. Karena serigala berbulu domba.

Rugi hidupku Ya Allah. Mengurusi panggung kemunafikan. Ini ada apa sebenarnya. Ketika semua diputar balikan. 

Membela diri yang sia sia. Karena akulah yang dituduh. Dipertanyakan. Tak ada hak, tapi dituntut kewajiban. Yang waras, harus ngalah. Demi pembenaran setingan, para perampok. Yang ingin dianggap malaikat.

Aku ikhlaskan Ya Allah. Silahkan aku dibodohi. Ditipu. KeadilanMu lebih mulia. Harapan malam ini, malam syahdu ditengah ramadhan. BersamaMu.

Curhat tersakiti. Aku terima. Aku tak balas dendam. Malam ini saksinya. Malam seribu bulan

Tulusku sudah dinodai. Perjuanganku sudah dirampok. Tertawalah sekarang, karena Allah melihat semua bejatmu, dibalik kepasrahanku. 

Malang, 5 Mei 2021

Oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN