Mohon tunggu...
Egy Giana
Egy Giana Mohon Tunggu... Wiraswasta - Happy Wife and Mom \^.^/

Writer Freelancer || IG : egy_giana || Twitter : @egygiana || Fb : Egy Giana ||

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tiket Masuk Candi Borobudur Melonjak, Solusi atau Komersialisasi?

9 Juni 2022   00:43 Diperbarui: 9 Juni 2022   00:48 138 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Haii, siapa nih diantara kalian yang kaget banget dengan info tiket masuk candi Borobudur naik menjadi 750 ribu? Ada yang sudah pernah masuk ke Candi Borobudur?

Yap, baru-baru ini kita dihebohkan dengan informasi terkait harga tiket masuk Candi Borobudur yang naik melonjak banget nih menjadi 750 ribu per orang. Waah, kalau gini sih bukan naik lagi ya, pokoknya udah ngalahin naiknya minyak goreng dan pertalite nih hihii.

Informasi yang banyak beredar adalah harga 750 ribu per orang ini merupakan harga khusus untuk wisatawan domestik, sedangkan pengunjung mancanegara dikenakan biaya tiket sebesar USD 100 yang setara dengan Rp 1,4 juta (pertama kali mimin tau info ini sih langsung menganga sambil geleng-geleng nih, buat nelen ludah aja susah bestie :") ).

Dari beberapa informasi yang mimin dapatkan di laman informasi online, wacana 750 ribu per orang itu adalah tiket naik ke atas stupa candi ya. Tiket masuk Candi Borobudur tidak mengalami kenaikan, yaitu Rp 50.000 untuk wisatawan dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak. Salah satu alasannya yaitu untuk melindungi bangunan candi supaya bisa membatasi jumlah pengunjung yang naik ke candi demi menjaga kelestarian cagar budaya.

Mimin sih setuju banget ya sama pendapatnya salah satu Pengamat pariwisata, Bapak Azril Azahari yang diwawancarai oleh pengacara kondang Hotman Paris di salah satu programnya, beliau (Bpk Azril) mengatakan bahwa "Karna kenaikan harga tiket ini masih wacana sebaiknya dikaji ulang kembali, dan pembatasan (pengunjung) itu tidak perlu dikaitkan dengan harga".

Sepertinya, kenaikan harga tiket masuk ini sih bukan solusi yang tepat ya. Kalaupun memang dibatasi untuk melindungi bangunan candi, alangkah baiknya tidak bersamaan dengan kenaikan harga yang fantastis. Cukup dibatasi saja untuk pengunjung yang ingin datang diiringi dengan informasi pembatasan pengunjung di laman website resminya Borobudur (misalnya) 

seperti yang juga diterapkan oleh tempat wisata lainnya yang juga sama-sama dibatasi pengunjungnya, seperti halnya Ancol, Ragunan, Kebun Raya Bogor dan tempat wisata lainnya. Tempat-tempat wisata tersebut memberikan informasi terkait pembatasan pengunjung di laman websitenya masing-masing, sehingga memberlakukan check in online.

Selain itu juga perlu diberikan guide (pendamping wisatawan) supaya bisa memberikan informasi/pengetahuan serta bimbingan kepada setiap wisatawan yang masuk ke candi Borobudur, bisa lebih teratur dan tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti membuang sampah sembarangan, dan melindungi bagian-bagian yang tidak boleh dijangkau.

Semoga nanti ada kebijakan lainnya yang lebih bisa diterima oleh masyarakat lokal ya, dan juga dilakukan pengkajian ulang kembali oleh pengelola bersama Ditjen Kebudayaan Kemendikbud selaku pengurus candi Buddha tersebut :)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan