Mohon tunggu...
Egy Fachriansyah
Egy Fachriansyah Mohon Tunggu... cuma orang biasa

Kadang hanya lurus kadang pula berliku-liku, itu lah jalan. terpenting saya tau kemana tujuan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ular Sanca dan Janda Wangimekar

8 November 2020   13:08 Diperbarui: 8 November 2020   13:16 36 1 0 Mohon Tunggu...

Sanca setengah marah saat bercerita tentang orang-orang desa wangimekar yang sudah tidak perduli dengan lingkungan sekitar sudah beberapa tahun belakangan ini, aneh biasanya orang kampung lebih perduli dengan lingkungan, dibanding orang komplek yang katanya cuek terhadap tetangga. 

Beberapa hari yang lalu dia melihat ular yang cukup besar mungkin seukuran paha Ade Rai binaragawan terkenal itu katanya, ular itu masuk ke gorong-gorong sekitar desa Wangimekar lebih tepatnya dekat samping warung kopi miliknya. 

Tapi orang-orang tidak perduli sedikitpun saat dia mengajak mereka untuk membongkar gorong-gorong tersebut dengan alasan meraka tidak melihat, bagaimana melihat ngobrol sama tetangga samping saja mereka sudah jarang, seolah-olah apa yang dilihat Sanca omong kosong.

"orang sini hanya tau tentang uang, uang dan uang"

"mana mau jika harus kerja bakti mencari ular yang mereka tidak lihat itu"  sangking kesalnya dia sampai lupa bahwa rokok yang dia hisap dari tadi belum belum terbakar. Setelah membakar rokoknya dia izin membuat kopi hitam, kenapa harus izin kan dia yang punya tempat kopi, ya begitu lah namanya orang salah tingkah.

Bintang bintang masih berkumpul di langit malam, suara ayam malam hari kalah merdu dari seruputan kopi dan hisapan rokok Sanca, dia ingin warga sekitar kembali seperti dulu mengadakan kerja bakti apalagi ular yang dilihatnya ini cukup besar dan bisa membahayakan warga sekitar lanjut ceritanya, dia sudah memberi tahu pak RT tapi tidak digagas, ya memang pak RT tidak terlalu perduli dengan ular yang diceritakan kecuali ular miliknya, sedangkan  janda yang tinggal disebrang warungnya menanggapi,

"aku harap ular itu mau masuk rumahku malam hari,

"aku ingin lihat seberapa besar  ular itu, terakhir aku lihat ular milik pacar anakku "

Janda itu bodoh dan gak nyambung kalo di ajak bicara setelah mencontohkan tanggapan janda tentang ular itu kepadanya, tapi hanya dia yang menanggapi tentang ular itu dibanding warga sekitar. Sanca tidak paham bahwa janda itu mencoba menggodanya, maklum saja sanca bujang lapuk yang sudah dilangkahi adik --adik perempuannya. Entahlah apa janda itu bukan seleranya jadi dia enggan meladeni hal tersebut, apa jangan-jangan Sanca lebih tertarik dengan bini orang, dulu dia pernah bilang nafsu betul kalo melihat Gisella bekas kembang desa pas saat memiliki suami, mungkin kalo janda itu adalah Gisella dia akan meladeninya.

" gua harus bikin warga Wangimekar geger.

"Buat saja pengumuman hadiah untuk orang yang bisa menemukan ular itu hidup hidup"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x