Mohon tunggu...
Junaedi Ham
Junaedi Ham Mohon Tunggu... Wiraswasta - Menulis

Bekerja di Balang Institute Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pesta dan Permainan Kartu Remi yang Menyenangkan

22 Mei 2022   19:20 Diperbarui: 22 Mei 2022   22:21 772
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Malam  minggu kemarin saya  ke acara sunatan keluarga  di Bongoso, sebuah kampung yang terletak di  desa Barua, Bantaeng. Acaranya ramai, beberapa anak-anak main kejar-kejaran di jalan beton tepat di depan rumah. Di teras, lima orang laki-laki duduk melingkar dan memainkan kartu, tiga diantaranya dalam posisi jongkok sambil memperhatikan 13 kartu remi yang digenggamnya.

Dalam literatur sejarah permainan remi berasal dari Tiongkok dan hanya dimainkan oleh kalangan bangsawan, lalu mengalami banyak perkembangan hingga permainan itu dapat dimainkan di kampung-kampung.

Di komputer atau android kartu remi dimainkan dalam bentuk Solitaire, Poker, dan Qiu-Qiu, atau sering kita lihat kartu remi digunakan sebagai alat pertunjukan para pesulap, juga digunakan oleh peramal.

Di kampung Bongoso kartu remi menjadi alat kekerabatan, turut meramaikan acara-acara keluarga, dan menjadi penyemangat anak muda bahkan orang tua untuk berkumpul hanya untuk memainkan kartu remi. Rela begadang, meski besok harus kembali ke ladang.

Pesta menjadi semacam waktu luang, melupakan sejenak kesibukan berkumpul dengan keluarga yang datang dari jauh, berbagi kebahagiaan dengan tetangga, baik yang dekat hingga tetangga yang rumahnya berada di pojok kampung.

Tidak ada hadiah yang menarik, selain senyum pemilik pesta saat mengantarkan piring-piring kue dan jumbo yang berisi kopi hitam hasil sangrai sendiri.

Saya tidak ikut main, di sana hanya beberapa orang yang saya kenal namun mereka tetap ramah ke saya. Saat berdiri menyaksikan, seseorang menawarkan rokok dan mengajakku ikut bermain.

"om main maki juga"

Tidak bermaksud menolak, Saya meraba kantong celana bagian depan sebagai isyarat ada sebungkus rokok di dalamnya.

"iye adaji, main maki dulu" jawabku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun