Mohon tunggu...
Dzaky AsyamSyafiq
Dzaky AsyamSyafiq Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Hubungan Internasional

Manusia selalu dalam tahap pengembangan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kepemimpinan Umat Selain di Tangan Rasulullah Era Generasi ke-2 dari Khulafaur Rasyidin Umar Bin Khattab

28 Oktober 2019   10:09 Diperbarui: 28 Oktober 2019   10:34 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masa pemerintahan Umar adalah masa perang dan penaklukan, dengan kemenangan yang selalu berada di pihak Muslimin. Kedaulatan Islam meluas sampai mendekati Afganistan dan Cina di sebelah timur, Anatolia dan Laut Kaspia di utara, Tunis dan sekitarnya di Afrika Utara di bagian barat dan kawasan Nubia di Selatan.

Sumber: google map
Sumber: google map

Dalam kepemimpinannya Umar selalu tegas dan menerapkan kepemimpinannya secara adil tanpa pandang bulu, bahkan kepada para wakil dan gubernurnya. 

Tindakannya kepada para pejabatnya selalu dengan disiplin yang keras, dan memang inilah jalannya Umar yang telah ia lakukan. Karena ia yakin bahwa untuk menjamin adanya kebebasan, kekuatan dan kehormatan umat hanyalah dengan mempersamakan antara si penguasa dengan rakyatnya, antara si kaya dengan si miskin, antara si  amir  dengan si jelata. 

Jika ada pengaduan tentang para pejabatnya, mereka akan diadili dan siapa saja yang tidak memuaskan dalam memegang amanat dan menjalankan tugasnya akan dipecat. Ada sebuah kisah tentang keputusan Umar bin Khattab untuk memberhentikan Khalid bin Walid dari kepemimpinannya di laskar perang, dengan alasan agar Umat Islam tidak bergantung atau menganggap bahwa kemenangan akan diraih jika pasukan di pimpin oleh Khalid bukannya atas bantuan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Politik Umar adalah hendak menggabungkan semua ras Arab kedalam satu kesatuan yang membentang dari teluk Adem di Selatan sampai ke ujung utara di pedalaman Samawah.

Pembuatan sistem kalender Tahun Hijriyah yang berdasarkan kepada hijrah Rasululllah sebagai permulaan Kalender untuk menggantikan sistem kalender yang mengacu kepada tahun jahiliah yang digunakan selama itu  juga merupakan hasil pemikiran dari Umar bin Khattab untuk menghapus segala yang sebelumnya yang tidak berbau Islami. 

Umar berpendapat bahwa Hijrah Nabi ke yastrib itu merupakan suatu peristiwa yang besar dalam sejarah Islam pada masa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, sebab dengan hijrah inilah permulaan pertolongan Allah kepada Rasul-Nya dan agama-Nya diperkuat. 

Dan oleh karena itu persatuan Arab justru semakin kuat dan kemajuan ini didorong karena pada tahun pembuatan kalender ini terjadi ketika tokoh-tokoh Muslimin membawa kemenangan dari pembebasan-pembebasan wilayah.

Menjadikan Madinah sebagai ibu kota dan Musyawarah menjadi dasar hukum. Musyawarah yang ada pada saat itu bukanlah hendak membatasi wewenang khalifah seperti dalam pengertian sistem parlemnter yang kita kenal. Kalangan pemikir yang memberikan pendapat kepada Khalifah juga tidak berhak memaksakan pendapat mereka. Dengan demikian kekuasaan penuh tetap berada di tangan Khalifah. 

Dia bertanggung jawab kepada Allah, kepada dirinya sendiri dan kepada umat yang membaiatnya. Jika melewati batas hak dan melanggar ketentuan Allah dan Rasul-Nya , dan perhitungan dengan Allah dan dengan dirinya sudah tidak pula dapat menahannya, maka umatlah yang akan meluruskannya dengan mata pedang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun