Mohon tunggu...
DYAH AYU MULATSASI
DYAH AYU MULATSASI Mohon Tunggu...

MBA-ITB 49 | HI UGM 2009

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Sudah Siapkah Anda Bekerja di Indonesia?

27 Maret 2014   13:51 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:24 17 0 0 Mohon Tunggu...

Kawasan Free Trade Area yang telah terbentuk di regional ASEAN, atau akrab disebut  dengan ACFTA atau ASEAN-China Free Trade Area memiliki tujuan utama untuk mendukung kegiatan perdagangan dalam bentuk reduksi hambatan tarif dan non tarif. Seiring dengan bergulirnya waktu, kegiatan produksi yang terjadi di dalam ACFTA semakin menunjukkan adanya tanda-tanda peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya level permintaan.

Apabila kita melakukan analisis secara lebih mendalam, sesungguhnya Indonesia memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan demand pekerja yang diprediksi akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan produksi yang terjadi di dalam ACFTA seperti yang telah diutarakan sebelumnya. Kesepakatan dalam ACFTA pada tahun 2015 akan semakin memudahkan arus perpindahan tenaga kerja dan investasi di ASEAN dan China. Perjanjian tersebut akan menjadi pintu masuk pengiriman tenaga kerja untuk mendukung kegiatan produksi baik di dalam negeri, di China ataupun di negara-negara lain yang tergabung dalam organisasi ASEAN. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan berada di usia produktif akan mampu memenuhi demand kebutuhan akan tenaga kerja di regional ASEAN.

Selain memiliki jumlah tenaga kerja usia produktif yang tinggi, upah tenaga kerja murah juga akan menjadi daya tarik pelaku usaha untuk memilih tenaga kerja dari Indonesia. Upah yang lebih rendah akan menjadi comparative advantage bagi pelaku produksi. Dimana upah buruh yang rendah dapat diartikan sebagai efisiensi biaya produksi. Dengan biaya produksi yang semakin mengecil, maka harga produk dapat dijual murah. Harga murah akan menjadi keunggulan kompetitif sebuah produk untuk bersaing di pasar bebas. Karakteristik pekerja produktif Indonesia selanjutnya diharapkan mampu membawa dampak positif berupa peluang bagi kelompok bisnis.

VIDEO PILIHAN