Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Guru - Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sutopo Puspo Nugroho, Pejuang Tangguh Itu Telah Berpulang

7 Juli 2019   14:14 Diperbarui: 7 Juli 2019   14:17 56
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Raisa Salah satu artis yang diidolakan Sutopo (tribunnews.com)

Baru saja menerima berita bahwa Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) meninggal setelah berjuang melawan kanker paru- paru. Sutopo meninggal di Guangzou China Minggu dini hari pukul 02.00 waktu setempat.Ketegasannya dalam menangkal berita- berita hoaks tentang data cuaca dan mitigasi bencana membuat ia menjadi sosok yang sering disorot.

Birokrat Langka yang Total Bekerja dan Mengabdi

Sutopo sosok sederhana yang pernah mendapat penghargaan Asian Of The Year 2018, dinobatkan sebagai Ispirator terbaik 2018 oleh Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) adalah penggemar berat Raisa dan Joko Widodo sejak menjadi Wali Kota Solo. Sutopo meninggalkan seorang istri bernama Retno Utami Yulianingsih dan dua anak laki- laki Muhammad Ivanka Rizaldy dan Muhammad Aufa Wikantiyasa Nugroho.

Raisa Salah satu artis yang diidolakan Sutopo (tribunnews.com)
Raisa Salah satu artis yang diidolakan Sutopo (tribunnews.com)
Ketika penyakitnya semakin parah  dia tetap bekerja keras melaporkan perkembangan berbagai hal yang berhubungan dengan pencegahan bencana, masyarakat Indonesia menjadi banyak berharap akan sosok seperti Sutopo di jajaran birokrasi Indonesia. Pengabdian, kerja keras, semangat yang tidak kendor meskipun penyakit membuat tubuhnya melemah menandakan bahwa sebetulnya banyak sosok berdedikasi yang masih ada di pemerintahan yang mengabdi total untuk pekerjaan dan pengabdian.

Banyak pegawai, birokrat yang memanfaatkan jabatan untuk gengsi, mengumpulkan kekayaan dan aji mumpung. Banyak birokrat, pejabat tertangkap tangan melakukan tindakan cela dengan korupsi, menerima suap untuk memuluskan proyek -  proyek tidak legal.Sutopo adalah salah satu sosok yang berbeda yang benar- benar bekerja keras menangkal isu- isu cuaca, bencana yang tidak jelas kebenarannya.

Menjadi Sutopo di zaman seperti sekarang ini sungguh berat, anda, saya mungkin tidak kuat. Yang tergoda oleh gurihnya kekuasaan dan segarnya penawaran untuk kaya mendadak dengan menerima suap- suap dari pelaku usaha yang ingin jalan pintas pasti banyak. Yang baik bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki. Butuh orang- orang yang sejak kecil sudah dididik malu jika melakukan pembohongan, malu hanya menerima bantuan dan suap- suap demi memuluskan pekerjaan yang bergelimang bonus dan uang.

Setan- setan mulai merayu, menggoda istri pejabat yang sering jalan- jalan bergaul layaknya sosialita dengan memanfaatkan jabatan suaminya. Sosialita tentu butuh gengsi dan barang- barang bermerk yang dibeli dengan harga yang tidak sedikit. Nah sosialita itu yang membuat para suami atau pejabat public tergoda untuk melakukan utak- ati anggaran agar bisa memuaskan nafsu untuk membeli barang- barang mewah.

Godaan yang muncul dari keluarga dan lingkungan membuat para pejabat harus sembunyi- sembunyi melakukan transaksi diam- diam. Menerima limpahan harta yang berasal dari pelaku usaha yang ingin proyeknya lancar dan mulus.

Sutopo menjadi cermin bagi pejabat sekarang. Pengabdian sebagai ASN dan pejabat publik harus disertai dengan kesadaran untuk mengharumkan nama bangsa, caranya bekerja keras untuk masyarakat luas dan memberikan keteladanan kesederhanaan yang bisa dilihat dari rekam jejak yang bisa dirasakan teman dan saudara- saudara lainnya.

Berharap Lahir Sutopo Sutopo Baru di Jajaran Birokrasi Negara

Indonesia harus bisa melahirkan sosok- sosok Sutopo lainnya yang mengisi pos strategis yang mendorong munculnya pejabat bersih yang murni mengabdi pada negara agar menjadi negaran maju.Sekarang tidak perlu saling mengklaim siapa yang lebih berjasa untuk negara, cukup memperkecil peluang pejabat melakukan penyimpangan anggaran, tidak merespon jika ada pejabat melakukan pungli.Lingkungan yang mampu menutup celah korupsi dan suap sangat diperlukan agar suap atau apapun gratifikasi demi tujuan mempermudah urusan dengan embel- embel sejumlah uang bisa diminimalisir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun