dudun parwanto
dudun parwanto penulis

Owner bianglala publishing, penuilis, komika sosial media dan motivator/ trainer penulisan, Bacaleg Dapil 2 Kabupaten Bogor.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Perancis vs Kroasia, Antara Daud dan Goliat

12 Juli 2018   09:24 Diperbarui: 12 Juli 2018   10:42 498 0 1
Perancis vs Kroasia, Antara Daud dan Goliat
Foto Pribadi

Setelah melewati 6 Pertandingan sengit yakni 3 di fase grup dan 3 di fase gugur, maka Piala Dunia Rusia 2018 akan segera menggelar Partai Puncak. Timnas Perancis dan Kroasia akan saling berhadapan di final Piala Dunia pada Minggu (15/7/2018) dini hari. Pada partai semifinal Prancis mengkandaskan Belgia 1-0 , sedangkan Kroasia menumbangkan juara 1966 Inggris 2-1 lewat perpanjangan waktu.

SEcara head to head di Piala Dunia, Perancis masih dominan ketimbang Kroasia. Kedua tim nasional sebelumnya sudah bermain lima kali. Prancis telah memenangkan tiga pertandingan tersebut, sementara dua lainnya berakhir imbang. Pertandingan pertama dimainkan pada 8 Juli 1998, pada semifinal Piala Dunia di Perancis.  Kala itu Les Bleus menang 2-1 dan maju ke final, dan  mereka mengandaskan Brasil 3-0. Prancis dan Kroasia terakhir saling bermain pada  Maret 2011 pada pertandingan persahabatan internasional, dengan hasil imbang 0-0.

Ini Head To Head  Prancis v Kroasia  :

  • 8 Juli 1998: Prancis 2, Kroasia 1 di Stade de France (Paris)
  • 13 November 1999: Prancis 3, Kroasia 0 di Stade de France (Paris)
  • 28 Mei 2000: Prancis 2, Kroasia 0 di Maksimir (Zagreb, Kroasia)
  • 17 Juni 2004: Perancis 2, Kroasia 2 di Estadio Dr. Magalhaes Pessoa (Leiria, Portugal)
  • 29 Maret 2011: Prancis 0, Kroasia 0 di Stade de France (Paris)

Pada debut Piala Dunia pada  1998, Kroasia berhasil mencapai semifinal, akhirnya memenangkan perebutan posisi  ketiga. Hal ini melambungkan mereka dari peringkat 125 ke posisi ketiga di peringkat FIFA di seluruh dunia. Namun pada  2014, Kroasia gagal maju dari babak penyisihan grup,  akibat dari kekalahan kontroversial dari Brasil.

Pada Piala Dunia 2018 ini, Kroasia menyelesaikan performa sempurna di babak grup. Tim ini mengalahkan Nigeria, 2-0, kemudian itu menghancurkan Argentina dengan 3-0 dan menyingkirkan Islandia dengan kemenangan 2-1. Pertandingan fase KO 16 besar, tim Kroasia melawan Denmark berakhir 1-1 setelah sepasang serangan awal dalam empat menit pertama permainan. 

Tapi setelah itu, bermain tetap semangat bahkan  Kroasia akhirnya menang 3-2 di adu penalti. Di perempatfinal Kroasia mengakhiri perjalanan mengejutkan Rusia, menang 4-3 lewat adu penalti. Di semifinal mereka membekap Inggris 2-1 lewat extra time.

Sementara itu, salam tiga pertandingan fase grup, Prancis menang dua kali dan hanya imbang sekali. Kemenangan diraih saat menumbangkan Australia 2-1, menang tipis 1-0 atas Peru, dan imbang 0-0 melawan Denmark. 

Di babak 16 besar mereka menumbangkan Argentina dengan skor 4-3. lalu di perempat final mereka menyingkirkan Uruguay dengan 2-0. Dan babak Semifinal Perancis menaklukan Belgia 1-0.Kualitas Pemain 

Secara individu, jelas kualitas pemain Perancis jauh di atas pemain Kroasia. Dalam skuatnya , Perancis memiliki pemain-pemain bintang yang menjadi tokoh sentral di klubnya yakni;  Penjaga gawang Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), Bek , Raphael Varane (Real Madrid) dan Samuel Umtiti (FC Barcelona), Gelandang: Paul Pogba (Manchester United), N'Golo Kant (Chelsea FC), Blaise Matuidi (Juventus)Penyerang: Kylian Mbappe (PSG), Olivier Giroud (Chelsea FC), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Ousmane Dembele (FC Barcelona). Semua pemain tersebut memegang peranan vital di klubnya.

Sedangkan Kroasia tidak bertaburan bintang, hanya beberapa nama seperti Kiper: Danijel Subasic (AS Monaco), Bek Dejan Lovren (Liverpool)Gelandang: Luka Modric (Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Mateo Kovacic (Real Madrid), Penyerang: Mario Mandzukic (Juventus), Ivan Perisic (Internazionale Milan), Nikola Kalinic (AC Milan),

Dengan melihat kekuatan skuat di atas, maka jelas Perancis diunggulkan untuk menggulung Kroasia. Namun jangan pandang sebelah mata Kroasia, yang selalu menampilkan kekompakan tim sebagai kekauatan utamanya. 

Pertandingan ini ibarat pertarungan antara kekuatan dan kecerdikan, layaknya Goliat melawan Daud. Goliat sebagai lambang Timnas Perancis boleh bangga dengan kualitas pemain namun kecerdasan Kroasia ibarat Daud yang akhirnya akan mampu mengalahkan Goliat dengan kecerdikannya.

Apakah benar timnas Kroasia mampu membekap kekuatan Perancis, saksikan nanti di partai final dan jangan nonton bola tanpa kacang garuda, silakan intip varian kacang garuda di hyperlink ke website https://www.garudafood.com.