Mohon tunggu...
Mangatas SM Manalu
Mangatas SM Manalu Mohon Tunggu... Dokter Spesialis Penyakit Dalam -

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan & Klinik AIC, Kuningan City Mall - Jakarta. Instagram: https://www.instagram.com/mangatasm/ Twitter: https://twitter.com/#!/Komangatas3. Facebook: https://www.facebook.com/mangatasm

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Sindrom Brugada, Penyebab Kematian Mendadak Orang Asia, yang Semakin Sering Terjadi

24 Oktober 2017   11:53 Diperbarui: 10 November 2017   02:35 4370
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Sumber gambar-1: http://patients.ambrygen.com/bundles/agpat/img/cardio/How-common-is-Brugada.jpg)

Beberapa waktu yang lalu, marak diberitakan di berbagai media, tentang seorang dokter spesialis muda yang meninggal mendadak, setelah sebelumnya almarhum mendapat tugas malam selama beberapa hari di sebuah rumah sakit. Penyebab kematiannya diduga ialah Sindrom Brugada, suatu kelainan jantung yang secara teoritis jarang terjadi, tetapi kenyataannya semakin sering ditemukan belakangan ini.

Sindrom Brugada adalah suatu kumpulan gejala yang ditandai dengan gangguan ritme (irama denyut) jantung, yang berpotensi mengancam jiwa. Kelainan ini kerapkali diwariskan orang kepada keturunannya. Orang dengan sindrom Brugada berpotensi besar untuk mengalami irama jantung abnormal, kekacauan hebat irama jantung (aritmia ventrikel), terutama pada daerah bilik jantung (ventrikel) bagian bawah. 

Yang sering mencemaskan ialah kecenderungan serangan Brugada, saat pengidap sindrom ini sedang tidur, padahal sebelumnya ia tidak menunjukkan gejala yang khas.  Karena itu sindrom ini sering menyebabkan kematian mendadak saat seseorang, khususnya yang berusia dewasa (golongan usia 30-40 tahun) sedang tertidur.

Nama sindrom Brugada ialah berdasarkan nama-nama penemunya yaitu: Dr Pedro Brugada, Josep Brugada dan Ramon Brugada, ketiganya adalah dokter ahli jantung dari Spanyol.

Banyak orang yang mengidap sindrom Brugada tidak memiliki gejala apapun, jadi ia tidak menyadarinya. Sindrom Brugada jauh lebih sering terjadi pada pria. Kelainan ini cukup sering didapatkan pada remaja dan usia dewasa, meskipun juga bisa terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Penyebab

Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung. Setiap denyut jantung manusia dipicu oleh dorongan listrik yang dihasilkan oleh sel khusus di ruang atas kanan jantung. Aliran listrik dari pacu jantung, disalurkan melalui suatu pori-pori mungil yang disebut saluran, ke masing-masing sel otot jantung. Aktivitas listrik di serabut otot jantung inilah membuat jantung berdetak.

Pada sindrom Brugada, terdapat gangguan pada saluran tersebut, yang menyebabkan jantung berdetak tidak normal dan berputar-putar arusnya (membentuk jalur arus listrik sendiri, diluar jalur arus listrik jantung yang normal). Irama denyutan jantung menjadi diluar kendali, tidak teratur dan berbahaya. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa secara efektif dan darah yang beredar ke seluruh tubuh akan berkurang jumlahnya. Hal ini dapat menyebabkan pingsan jika gangguan irama itu berlangsung hanya dalam waktu singkat (dalam hitungan detik), tetapi dapat menyebabkan kematian mendadak jika jantung tetap berada dalam irama yang kacau itu dalam waktu lama (satu menit sampai jam).

Sindrom Brugada sering diwariskan (faktor keturunan). Selain itu terdapat berbagai faktor lain, seperti kelainan struktur jantung yang didapat yang lama tidak terdeteksi. Faktor lainnya yang berperan ialah ketidakseimbangan zat kimia yang membantu mengirimkan sinyal listrik melalui tubuh anda (elektrolit), atau akibat efek obat tertentu atau akibat penggunaan narkoba seperti kokain (opioid).

Sindrom Brugada biasanya didiagnosis pada orang dewasa, terkadang pada usia remaja, dan jarang terdiagnosis pada anak kecil.

Faktor-faktor risiko Sindrom Brugada (bukan penyebab langsung, tetapi hal-hal yang mempermudah serangan)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun