Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Strategi Orangtua agar Anak Tak Terjebak pada Pergaulan yang Salah

27 Februari 2023   18:49 Diperbarui: 28 Februari 2023   03:00 1514
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pergaulan anak. Foto: Freepik_pressfoto via Kompas.com

Relasi sosial ikut mempengaruhi perkembangan kepribadian kita. Pergaulan dengan sesama, selain anggota keluarga terdekat di rumah, bisa membentuk cara pandang dan cara kita bertingkah laku. 

Tak ayal, kerap kali orangtua begitu terkejut ketika sikap dan cara pandang anak berubah. Bahkan tingkah laku dan cara tuturnya sangat berbeda jauh dengan apa yang diajarkan di dalam rumah.

Saya memiliki pengalaman tinggal dengan seorang anak remaja. Tepatnya, setahun yang lalu, saya mengasuh dan mendampingi seorang anak yang berusia 14 tahun. Usia remaja. 

Awalnya, anak ini cukup baik dan rajin. Setiap aturan rumah diturutinya. Ketika keluar dari rumah, anak ini selalu meminta izin. Hal ini menjadi salah satu alasan saya mengambilnya untuk tinggal di kediaman saya.

Tiap akhir pekan atau pun ketika ada waktu liburan sekolah, anak ini selalu pergi ke kos dari kakaknya, yang nota bene masih berada di bangku kuliah. Bagi saya tak masalah lantaran dia pergi mengunjungi kakak kandungnya.

Namun, setelah dua bulan berlalu dan setiap kali pulang dari kos kakanya, saya memerhatikan perubahan tingkah laku anak. Perubahan yang cukup drastis. Dia sudah berani merokok. Bahkan dia memiliki vape

Juga, beberapa kali anak ini tak ke sekolah karena selalu pulang dini hari dari kos kakaknya. Setelah dicek lebih jauh, rupanya anak ini sudah terkontaminasi oleh pergaulannya dengan teman-teman yang berada di kos kakaknya. 

Hal yang sama bisa juga terjadi pada setiap anak. Pergaulan anak di luar rumah bisa mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir anak. 

Tak masalah apabila perubahan itu mengarah hal-hal yang positif. Masalahnya, ketika perubahan itu bergerak pada hal yang negatif, di mana anak sudah meninggalkan nilai-nilai positif yang diajarkan di rumah. 

Untuk itu, orangtua perlu memiliki strategi dalam mengevaluasi dan memerhatikan pergaulan anak. Sejauh pengamatan pribadi, hemat saya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun