Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Belajar dari Tim Medis Cina, Kita Menjaga Diri dari Covid-19 Berarti Kita Melindungi Tim Medis

22 Maret 2020   09:10 Diperbarui: 22 Maret 2020   09:20 650 10 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar dari Tim Medis Cina, Kita Menjaga Diri dari Covid-19 Berarti Kita Melindungi Tim Medis
Sumber foto: Bussiness insider.com

Selama masa serangan wabah penyakit Covid-19, bukan hanya pasien yang menderita. Pihak medis juga ikut merasakan penderitaan itu. Mereka adalah garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

Mereka ikut mengorbankan diri mereka berhadapan dengan virus yang mematikan itu. Bahkan mereka mesti merelakan waktu dan tenaga ekstra untuk menyelamatkan banyak orang. Tidak sedikit pula, anggota medis yang meninggal karena terinfeksi virus Corona.

Di Indonesia, seturut laporan yang dimuat di kompas.com (20/03/2020), sudah ada 25 tenaga medis di Jakarta yang positif Corona dan 1 orang meninggal dunia. Kenyataan ini menunjukkan kalau tim medis sedang menjalankan tugas yang beresiko.

Hal yang sama juga terjadi pada tim medis China. Di Provinsi Hubei, China, ada lebih dari 42.000 tim medis yang diterjunkan oleh otoritas pemerintah China. Mereka ini juga berasal dari tim medis militer. (xinhuanet.com 19/03/2020). Umumnya tim medis ini bekerja di beberapa rumah sakit sementara, yang dibangun demi kebutuhan pelayanan pasien Covid-19.

Seperti yang dilansir Business Insider.com (5/3/2020), dari banyaknya tim medis yang diterjunkan itu, ada hampir 3400 tenaga medis yang terinfeksi virus Corona dan 13 orang dari tenaga medis ini dinyatakan meninggal dunia. Sebagain besar yang terinfeksi berasal dari provinsi Hubei yang merupakan asal-muasal keberadaan virus Corona.

Dari 13 orang yang meninggal dunia ini, salah satunya dokter Li Wenliang yang pertama kali mengingatkan otoritas China akan keberadaan virus Corona. Peringatannya itu tidak dipedulikan dan malah dokter Li Wengliang berhadapan dengan otoritas hukum karena dinilai menyebarkan informasi yang tidak benar.

Sebagian besar tim medis yang meninggal di China ini disebabkan oleh kelelahan. Kelelahan menurunkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang rendah memungkinkan masuknya dan perkembangan virus Corona.

Salah satu sebab kematian tim medis adalah faktor fasilitas. Ketidakcukupan pelindung diri memungkinan virus corona masuk.  Keterbatasan kebutuhan dan fasilitas itu tidak sesuai dengan peningkatan jumlah pasien dari waktu ke waktu.
 
Tenaga medis merupakan pihak terdepan yang menangani pasien virus Corona. Apa pun mereka upayakan dan lakukan demi menyelamatkan pasien yang menderita virus Corona. Makanya, tenaga medis merupakan pihak yang begitu gampang bersentuhan dengan virus Corona.

Mudahnya tenaga medis terjangkit virus corona karena faktor virus itu sendiri. Virus Corona merupakan penyakit yang sangat menular. Tim medis bersentuhan langsung dalam menanangani pasien yang menderita virus ini. Secara langsung dan tidak langsung, mereka bersentuhan dengan virus itu sendiri.

Situasi perlahan berbeda setelah hampir lebih dua bulan tim medis China berjuang melawan wabah virus Corona. Beberapa hari lalu, pihak otoritas medis China menyatakan kalau mereka tidak menemukan satu kasus Covid-19 yang terjadi pada level lokal. Saat ini mereka mefokuskan pasien corona yang berasal dari luar wilayah China.

Ini merupakan berita baik bagi China. Tim medis yang sudah menjadi garda terdepan patut diapresiasi setinggi-tingginya. Pasalnya, mereka telah mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan orang lain.

Berbarengan dengan menurunnya kasus virus Corona di kota Wuhan, otoritas China perlahan memulangkan ribuan dokter dan tima medis dari kota Wuhan. Di balik kisah kepulangan tim medis, pelbagai kisah menyeruak dari pengalaman mereka bersama pasien Covid-19.

Salah satunya, Sun Yunfei, seorang perawat dar kota Tianjin, China utara yang mengatakan kalau dia begitu antusias untuk bertemu dengan putranya yang sudah berusia delapan bulan. Dia rela meninggalkan anaknya yang masih bayi itu demi menyelamatkan nyawa orang lain di provinsi Hubei. Karenanya, waktu kembali ke rumah merupakan kesempatan untuk menguatkan hubungan dengan anaknya itu.

Selain Sun Yunfei, Wen Chuan, anggota medis lainnya menyatakan kalau selama 43 hari di kota Wuhan, dia menyaksikan relasi antara dokter dan para pasien. Tim medis memberikan peneguhan kepada setiap pasien agar berjuang dengan penyakit Covid-19 (deccanherald.com 18/3/2020).

Bencana Covid-19 di kota Wuhan perlahan berlalu. Ini memberikan banyak pesan bagi kita. Dari sisi tim medis, ini mengingatkan kita tentang pentingnya kita mendukung mereka.

Tim medis China sudah merasakan penderitaan di balik perjuangan mereka melawan wabah virus Corona. Tim medis Indonesia pastinya mulai merasakan hal itu. Apalagi kalau kasus semakin meningkat.  

Di balik situas ini, kita menjaga tim medis kita dengan menjaga diri kita sendiri dari penyakit Covid-19. Menjaga diri ini merupakan cara kita melindungi tim medis kita dari penyakit itu sendiri.

Sejauh ini, banyak tempat dan wilayah yang menyeruhkan untuk melakukan karantina di rumah. Taat pada arahan ini merupakan cara kita menjaga tim medis dari kesulitan dalam memerangi Covid-19.  

Salam

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x