Mohon tunggu...
Doni Hardiyanto
Doni Hardiyanto Mohon Tunggu...

Masih belajar menulis..

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Raja Karpet Tukang Tipu

9 Maret 2019   09:33 Diperbarui: 9 Maret 2019   09:49 146 1 0 Mohon Tunggu...

Tertarik dengan tawaran harga murah di instagram raja karpet, kakak saya memesan beberapa karpet karakter. Setelah komunikasi via WA, uang pembayaranpun ditransfer ke rekening penjual pada tanggal 1 maret 2019 sebesar 2 juta rupiah, dengan janji  5 hari barang sampai.

Kamis siang, sebuah panggilan telpon yang tidak dikenal masuk ke ponsel kakak saya dari nomor 085247044067, tanpa basa basi  mengenalkan diri bernama ardi, petugas bea cukai. Dengan ringkas menginformasikan, barang pesanan berupa karpet motif ditahan bea cukai, karena tanpa dibekali label SNI. Pilihannya  dua, bayar denda atau urusan polisi. Ardi berkeras untuk datang ke rumah, ini yang membuat kakak saya khawatir. Ponslpun berpindah ke saya, dengan ramah saya tanyakan nama, alamat dan instansi. Semua dijawab dengan mudah, namun ada hal yang mengganjal dihati saya, alamat kantor yang diberikan adalah sebuah perumahan yang tidak jauh dari tempat tinggal kakak.

Ketika saya tanyakan, ardi mengelak, "itu bukan rumah, tapi kantor". Saya minta dia datang, dijanjikan sore, saya katakan, saya tunggu siang ini. Dia minta waktu 1 jam untuk sampai. Ok, jawab saya.

Karena penasaran, kakak menelpon penjual, yang mengaku dari jepara. Setelah tersambung dan sedikit basa basi, keluarlah unek unek kakak saya ke penjual, dan telponpun berpindah lagi ke saya. Setelah saya terangkan, dengan nada khawatir yang saya yakin dibuat buat, penjual menginformasikan untuk mmbayar saja biaya yang diminta, dan berjanji akan mengganti biaya tersebut secepatnya. Tidak lupa dibumbui, jangan sampai orang "bea cukai" datang ke rumah. "sudah transfer saja, nanti biayanya saya ganti, dari pada rame, ini soalnya saya jual murah makanya tanpa label SNI" ucapnya.

Penasaran, saya cari alamat rumah yang diberikan ardi, dengan naik motor, ketemulah saya dengan sebuah rumah megah, sampah berserakan di halaman  dan lampu luar yang masih menyala. Berkali kali mengucap salam, tidak ada jawaban, saya bergeser ke rumah sebelahnya. "Ini bukan rumah pak ardi, tapi pak ali", "Pak ali sekarang pindah ke blok A, rumah ini sudah kosong sejak akhir desember" jawab ibu samping rumah yang saya cari.

Kamipun berpindah ke blok A, bertanya ke seorang satpam, dan dijawab, "lurus ketemu taman, belok kanan, rumahnya di hook". Tidak lama rumah tersebut ketemu, ada suara anak kecil dan sebuah mobil eropa terparkir di garasi. "Aman, berarti ada orang" pikir saya. Setelah dua kali mengucap salam, keluarlah seorang ibu mengendong anak kecil. "Pak ali sedang sholat dimasjid pak, tunggu aja sebentar" jawabnya.

Tidak lama menunggu, seorang anak muda, dengan muka santun datang, saya memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan saya. Agak kaget juga, Dia bilang, "saya juga jualan onlin pak, tapi mobil, bukan karpet". "Mungkin mereka tahu alamat saya dari situs jual beli online juga" sambungnya. Setelah mengobrol sebentar dan bertukar nomor telpon, kamipun pamit.

Saya mengambil kesimpulan, Raja Karpet sebagai penjual dan "orang bea cukai" ini saling bekerja sama. Nomor telpon mereka tidak ada satupun yang diangkat ketika saya telpon. Saya coba WA, dan saya katakana  akan melaporkan penipuan mereka, dan akhirnya sukses diblokir.

Saya sudah melaporkan penipuan ini ke situs WWW.KREDIBEL.CO.ID, ada dua no rekening yang saya cek, ternyata pernah ada yang melaporkan penipuan juga.

Saat ini akun raja_karpet_karakter_olshop di instagram masih aktif, dan saya yakin mereka masih berkelliaran mencari mangsa. Saya berharap ada yang ikut melaporkan sehingga akun mereka di bekukkan.

Kakak saya sudah mengikhlaskan uangnya raib, dan berharap mereke segera mendapatkan hidayah. Dan semoga tidak ada lagi korban korban yang lain. JIka masih nekat, saya hanya berdoa, semoga malaikat Izrael segera menegurnya.

VIDEO PILIHAN