Mohon tunggu...
Dr Andi Sugiarto
Dr Andi Sugiarto Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi\r\nwww.drAndi.com Praktek :Jalan Cinde Barat No. 13, Semarang. Hp 081 2291 0565\r\nSenin sampai dengan Jumat Pk 11.00 - 20.00. Sabtu Pk 10.00 - 16.00

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Curigai Suami, Takut Kena Penyakit

9 April 2015   11:44 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:20 259 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Curigai Suami, Takut Kena Penyakit
14285543321868303507

Tanya dr Andi:



Dok, saya curiga suami suka pulang malam dan kerjanya sering keluar kota nginap, apa ciri-ciri dari penyakit kelamin, dan apakah bisa menular ke saya? Terimakasih dok.
(Ny S  di K)

Jawab dr Andi:



Penyakit kelamin (Infeksi Menular Seksual) ditularkan lewat hubungan seksual, lewat genital, oral atau anal. Macam2 infeksi menular seksual antara lain: sifilis, gonore, HIV/ AIDS, kondiloma/ “jengger ayam”, hepatitis dan lainnya.
Untuk mengetahuinya, kita harus curiga bila ada salah satu gejala dan tanda berikut ini: 1. Ada rasa nyeri, panas, perih saat kencing. 2. Keluar nanah, cairan  dari saluran kencing. 3. Ada benjolan atau semacam kutil di alat kelamin. 4. Ada cairan keputihan dari organ intim wanita. 5. Nyeri pada perut, mual, serta buang air kecil warna kecoklatan seperti air teh 6. Berat badan yang turun terus tanpa diketahui penyebab yang pasti. 6. Ada luka pada alat kelamin. 7. Demam, meriang dalam waktu lama yang tidak diketahui penyebabnya. Dsb.
Hubungan seksual yang berisiko tinggi adalah tidak menggunakan kondom, berganti-ganti pasangan seksual. Orang yang berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual adalah: orang dengan perilaku seks bebas, sering berganti pasangan seksual, tidak menggunakan kondom. Penggunaan jarum suntik secara bergantian, misalnya pada pengguna narkoba yang terkena HIV/ AIDS, hepatitis.
Dokter akan memeriksa cairan yang keluar dari alat kelamin, bila perlu diperiksa laboratorium darah dan cairan. Setelah tahu kuman penyebabnya, diberikan antibiotika yang sesuai. Seringkali pasien mengobati sendiri (tanpa berkonsultasi dengan dokter) dengan antibiotika yang tidak tepat jenisnya, kurang adekuat, sehingga banyak terjadi resistensi antibiotika. Ini menyebabkan kuman menjadi kebal dan lebih sulit diobati dengan obat2 konvensional.
Baik suami dan istri perlu meningkatkan keintiman, kemesraan, dan harmonisasi antara pasutri. Sehingga rumah tangga lebih dipagari dan lebih kuat terhadap godaan dan gempuran dari luar, sehingga tidak ada lagi selingkuh Tapi menjadi: “selalu ingin keluarga utuh”.

Dikutip dari Radar Semarang Tanggal 23 Juni 2014

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x