Hobi Pilihan

Ada Fotografer yang Tidak Paham "Objektif"

13 Juni 2018   15:39 Diperbarui: 13 Juni 2018   15:46 455 0 0
Ada Fotografer yang Tidak Paham "Objektif"
Tukang Potret yang tidak paham "OBJEKTIF" (Dok. Pribadi)

Di jaman digital saat ini perkembangan penghobby Fotografer sangatlah banyak dan makin hari makin bertambah terus. Sehingga ada yang disebut fotografer profesional dan ada yang disebut sebagai fotografer amatir. Penghobbinya dari segmen penghasilan paling atas sampai penghasilan paling rendah, kumpul dalam satu hobbi yang disebut fotografi.

Apa arti fotografer ?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fotografer dijelaskan sebagai berikut :
fotografer/fo-to-gra-fer/ tukang potret; juru foto

Apa arti fotografi ?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fotografer dijelaskan sebagai berikut :
fotografi/fo-to-gra-fi/ seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan.

Apakah seorang fotografer disebut hebat karena kwantitas fotonya,  jumlah kualitas fotonya, peralatannya atau jam terbangnya?
Memang benar ada pepatah bahwa diatas langit masih ada langit, demikian juga fotografer itu relatif. Ada yang dari tukang pencet shutter sampai dengan pencinta alat foto (kolektor camera) maupun pecinta hasil foto (menikmati hasil fotonya).

Sekilas tentang saya yang sudah mengunakan camera digital sejak akhir tahun 1980an dan beberapa waktu terakhir sering merasa malu, terutama apabila ada teman teman yang bangga menjadi fotografer.

Saya sering bertanya kenapa dia ngak malu ya ?
Sebenarnya sayapun tidak perlu malu, karena jumlah foto saya sudah mencapai beberapa juta foto dan diarsip baik dalam media simpan yang cukup besar. Hasil fotopun menurut saya cukuplah bisa dibanggakan. Demikian juga peralatan camera lensa tidak perlu membuat diri saya malu.

Lalu apa yang membuat saya malu atau malu melihat teman teman fotografer ?

Kita harus akui bahwa sangat banyak orang yang jadi tukang pencet kamera tapi tidak punya seninya seperti yang di jelaskan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa fotografi itu adalah seni. Mereka hanya jadi tukang pencet tombol Shutter Camera saja tanpa ada seni nya ?

Sedangkan seni adalah relatip pula dan tergantung pula waktunya kita melihat dan kondisi selera kita. Bisa jadi yang dulu kita lihat foto jelek dan sekarang kita lihat lagi sangat bagus banget.

Tukang Potret yang montret tanpa "Objektif" (Dok. Pribadi)
Tukang Potret yang montret tanpa "Objektif" (Dok. Pribadi)
Lalu apa inti nya malu saya tentang fotografer ?Yang membuat saya malu melihat teman yang mengaku ngaku fotografer tapi seninya tidak ada. Karena fotografi adalah seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan. Artinya fotografi itu adalah sebuah proses dari persiapan awal camera sampai pencet shutter.

Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus perlu persiapan dari bateri, lensa, sensor, sinar, sudut, setting camera dll. Temasuk Objek nya.
Ini juga yang kadang membuat saya jadi tambah malu adalah sang fotografer tapi tidak paham makna fotografi untuk kehidupan kita sehari hari.

Didalam dunia fotografer sering kali dikatakan bahwa AGAMA nya adalah merek tertentu dari kemera yang dia milik. Dan Camera Lensa adalah ISTRI pertamanya walaupun yang buatkan dia makan dan urus rumah tangga adalah istrinya yang bisa bernapas.

Marilah kita belajar dari camera lensa yang kadang di agung agungkan. Malu lah fotografer yang tidak bersikap seperti camera.

Yuk kita mulai.
Camera perlu orang yang di belakang camera jadi tukang potret.
Camera perlu lensa yang disebut objektif.
Camera perlu punya objek dan bila manusia bisa disebut model.

Lalu seninya fotografi itu apa ?
Selain membuat seni seperti paparan kamus besar bahasa Indonesia, ada lagi seni belajar fotografi lainnya. 

Yuk kita mulai bahas Tukang Potret, lensa objektif dan objek/model.

Pertama tama mengapa disebut objektiv ? ada yang tau ?
Objektif menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah :
ob-jek-tif /objktif/ mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Artinya melalui lensa yang disebut juga objektif, membiarkan atau mempersilahkan informasi (sinar ) yang masuk apa adanya.
Seadanya tanpa koreksi atau tanpa pengaruh apapun atau tanpa kepentingan apapun dipersilahkan masuk menuju sensor camera.
Informasi ( Sinar ) tersebut akhirnya diterima oleh permukaan sensor yang diolah sebagai data mentah ( RAW ), sehingga informasi (sinar ) yang sangat bermakna itu bisa menghasilkan gambar yang sempurna.

Informasi apa yang dibawa oleh sinar itu ?
Ternyata, informasi yang dibawa oleh sinar melalui lorong objektif adalah pantulan informasi ( sinar ) dari objek yang kita mau rekam atau pelajari.

Dan apakah yang dimaksud objek  ?
Menurut kamus besar bahasa indonesia, objek adalah :
objek/ob-jek/objk/  hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan.
Artinya objek itu adalah suatu yang kita mau rekam atau kita mau pelajari.
Artinya objek itu bisa benda mati, benda hidup, atau ilmu pengetahuan pula.
Apakah objek itu bisa menjadi pelengkap penderita ? ya, bisa juga jadi pelengkap penderita.

Seperti contoh objek manusia yang mau kita jadikan objek foto. Bila tidak ada manfaatnya untuk sang model karena kita hanya mengunakan dia sebagai objek. Malah bisa jadi sang model harus biayai "make up" maupun ongkos lainnya. Rugi lah sang model dari acara foto itu. Dan boleh dibilang sang model hanya sebagai pelengkap penderita saja.

Pemahaman kedua adalah tentang Sang Tukang Potret.
Karena awalnya sudah di sebut TUKANG maka kita harus paham arti kata TUKANG.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia:
Tukang/tu-kang/ orang yang mempunyai kepandaian dalam suatu pekerjaan tangan (dengan alat atau bahan yang tertentu).

Berbeda denga pengertian Ahli yang dijelaskan dalam kamus besar bahasa Indonesia:
ahli/ah-li/ orang yang mahir, paham sekali dalam suatu ilmu (kepandaian)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2