Mohon tunggu...
Doddi Ahmad Fauji
Doddi Ahmad Fauji Mohon Tunggu... Editor - Jurnalis Mandiri, penulis puisi, aktivis tani ternak

Another Voice

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Kontekstualisasi Qurban

9 Juli 2022   23:53 Diperbarui: 12 Juli 2022   14:38 247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Oleh. Doddi Ahmad Fauji

Perintah Qurban kali pertama disampaikan oleh Adam kepada Habil dan Kabil, dalam bentuk sedakah untuk hewan dan mungkin juga tumbuhan. 

Dalam beberapa keteraangan yang sering disampaikan khotib dalam sidang Jumat, Qurban oleh Habil dan Kabil dipersembahkan untuk binatang.

Karena untuk binatang, Kabil asal memberikan qurban, sedang Habil memilih persembahan terbaik. Hasilnya, persembahan Habil yang habis. Perlombaan yang terbaik dalam berqurban akhirnya dimenangkan Habil. Sebagaimana dikisahkan para khatib, Kabil yang dinyatakan kalah, jadi murka dan terbitlah angkara. Ia menghabisi Habil, padahal saudaranya.

Qurban paling legendaris, diperintahkan oleh Tuhan kepada Ibrahim, untuk menyembelih putranya. Dalam versi Taurat juga Inzil, anak yang diqurbankan bernama Ishak, sedang dalam versi Quran, anak yang diqurbankan adalah Ismail. Baik versi Taurat, Inzil, pun Quran, anak yang dikurbankan itu disulap menjadi domba. 

Hingga sekarang, penganut Taurat melakukan Qurban dalam bentuk domba, harus domba. Dalam umat Muhammad, domba boleh diganti dengan binatang lain yang layak dan baik untuk dimakan.

Bolehkah Qurban dengan ayam? Tak usah bertanya seperti itu, nanti ribut. Tapi jika ayamnya ada 1.250 ekor dengan harga masing-masing Rp40.000, ya jual saja dulu ayamnya, cukup untuk satu saham Qurban.

Pengurbanan Ibrahim dipersembahkan kepada para tetangga dan kerabat, juga pengurbanan yang dilakukan oleh Muhammad. 

Sering diceritakan oleh para khotib, saat Nabi Muhammad balik ke rumah sepulang dari masjid, mungkin sehabis salat Ashar, Nabi melihat masih ada daging tersisa, dan bertanyalah kepada istrinya: Apa semua tetangga sudah kebagian?

Istrinya menjawab, ada yang tidak dibagi, yang di sana, karena dia Yahudi.

Nabi Muhammad kemudian menyuruh memberikan daging itu kepada tetangga yang tidak dibagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun