Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Barahmus DIY Menggelar Festival Museum Yogyakarta hingga 12 Oktober 2021

9 Agustus 2021   11:09 Diperbarui: 9 Agustus 2021   11:37 318
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ziarah ke makam tokoh-tokoh Barahmus DIY (Foto: Barahmus DIY)

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang pantas disebut Kota Budaya. Cikal bakal organisasi museum tingkat nasional lahir di kota ini. Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, begitulah namanya, lahir pada 7 Agustus 1971. Musea merupakan bentuk jamak dari museum.

Dalam usia 50 tahun yang sering kali disebut Tahun Emas, Barahmus DIY menggelar Festival Museum Yogyakarta mulai 7 Agustus 2021 hingga penutupan pada 12 Oktober 2021, tepat pada peringatan Hari Museum Indonesia.  

Pembukaan Festival Museum Yogyakarta 2021 digelar secara daring mulai pukul 10.00. Potong tumpeng menjadi acara utama, dilanjutkan webinar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan didukung Kementerian Komunikasi & Informatika.

Webinar bertema "Peran Museum di Industri Pariwisata" itu dibuka oleh Ketua Panitia, GKR Bendara, yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata DI Yogyakarta. Dalam sambutannya, GKR Bendara menyatakan bahwa Barahmus dalam perjalanannya selama 50 tahun di kancah permuseuman DIY dan Indonesia telah berbuat banyak. Perjalanan yang panjang dan berliku itu patut dikenang dalam sebuah perayaan, walaupun dalam kondisi pandemi. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Bukan hanya oleh masyarakat museum, tapi juga oleh seluruh museum di penjuru dunia.

Teknologi

Beruntung teknologi internet telah berkembang. Jadi berbagai kegiatan bisa dilakukan secara daring. Dengan demikian bisa diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia bahkan dunia. 

Pak Septriana Tangkary, Direktur IKPM Kementerian Kominfo, menjadi pembicara kunci dalam webinar itu. Beliau   membahas seputar transformasi digital yang terjadi di industri pariwisata dan bagaimana peran pemerintah dalam mendukung sektor pariwisata di era digital.

Juga hadir sebagai pembicara Pak Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta yang memaparkan perkembangan dan dampak pandemi Covid-19 terhadap industri pariwisata Yogya. Pembicara lain, Pak Bobby Adyanto, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), membahas peran dan program GIPI dalam mendukung industri pariwisata khususnya di DIY.

Sementara itu Pak Hery Setyawan, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) DIY, membahas program kolaborasi dengan museum untuk meningkatkan kunjungan.

Pada kesempatan itu Ketua Barahmus DIY, Ki Bambang Widodo, bercerita tentang peran Barahmus mendukung museum-museum di Yogya dan berbagai program kerja sama antara museum dengan industri pariwisata yang mungkin dilakukan di masa depan.

Webinar dipandu oleh Pak Yudi Syahrial dari Kementerian Kominfo dan dihadiri lebih dari 500 pencinta museum dari berbagai kota di Indonesia.

Ziarah ke makam tokoh-tokoh Barahmus DIY (Foto: Barahmus DIY)
Ziarah ke makam tokoh-tokoh Barahmus DIY (Foto: Barahmus DIY)

Peluncuran laman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun