Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Konsultan tertulis astrologi/palmistri, kadang penjual numismatik, di kala sengggang menulis masalah arkeologi, sejarah, museum, budaya, numismatik, astrologi, dan palmistri

Arkeolog pejuang mandiri yang mencari nafkah lewat astrologi, palmistri, dan numismatik. Sering menulis di media cetak dan media daring. Beraktivitas di komunitas dan gerakan literasi. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bangunan Bersejarah Proklamasi 1945: dari Rumah Rengas Dengklok hingga Museum Perumusan Naskah Proklamasi

16 Agustus 2020   11:39 Diperbarui: 16 Agustus 2020   11:36 74 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bangunan Bersejarah Proklamasi 1945: dari Rumah Rengas Dengklok hingga Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Peserta Gowes Museum Kesejarahan Jakarta sampai di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: IG Museum Kesejarahan Jakarta)

Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, ikut memperingati HUT RI ke-75.  Acara dilakukan secara daring mulai 15 Agustus 2020 dan berakhir pada 19 Agustus 2020. Ini karena 19 Agustus merupakan HUT Museum Joang 45. Perlu diketahui Museum Kesejarahan Jakarta mencakup Museum Sejarah Jakarta, Museum Joang 45, Museum M.H. Thamrin, dan Museum Taman Prasasti.

Acara diawali dengan Gowes Kemerdekaan pada 15 Agustus 2020 mulai pukul 07.00. Ternyata GO-WES memiliki singkatan, Go = perjalanan dan WES = Wisata Edukasi Sejarah. Acara Gowes Kemerdekaan diikuti beberapa karyawan Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta. Maklum dalam masa pandemi protokol kesehatan sangat ketat, jadi peserta sangat dibatasi. Para peserta melewati titik-titik bersejarah di Jakarta yang berkaitan dengan proklamasi, antara lain Museum Joang 45, Tugu Proklamasi, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Rangkaian acara Museum Kesejarahan Jakarta (Foto: IG Museum Kesejarahan Jakarta)
Rangkaian acara Museum Kesejarahan Jakarta (Foto: IG Museum Kesejarahan Jakarta)
Acara diawali di Museum Joang 45 dan disiarkan secara live lewat Instagram dipandu Mbak Lulu Azizah dan Papi Alexs. Mbak Lulu dan Papi Alexs adalah pemandu di Museum Sejarah Jakarta.  Kegiatan dibuka oleh Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta Ibu Sri Kusumawati.

Di titik-titik yang disinggahi ada beberapa kegiatan. Di Monumen Proklamator Mbak Lulu berkisah, dulunya tempat ini merupakan tempat kediaman Bung Karno dan tempat dibacakannya naskah proklamasi. Mbak Lulu bercerita juga tentang Tugu Petir yang terdapat di sana.

Dari Monumen Proklamator para peserta menuju Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Jarak dari Pegangsaan Timur No. 56 ke Imam Bonjol No. 1 tidak jauh, paling tiga kilometer. Mbak Lulu kembali menceritakan sejarah bangunan, mulai dari rumah Maeda hingga perpustakaan nasional pernah berkantor di sini.

Dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi para peserta kembali ke Museum Joang 45. Jaraknya juga tidak begitu jauh, sekitar lima kilometer.

Para peserta Gowes menuju Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: IG Museum Kesejarahan Jakarta)
Para peserta Gowes menuju Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: IG Museum Kesejarahan Jakarta)
Virtual

Pada Minggu ini, kegiatan virtual tetap diselenggarakan. Topiknya jejak memori napak tilas proklamasi dari masa ke masa. Ada empat gedung atau bangunan yang memegang peranan, yakni Museum Pengasingan Soekarno-Hatta atau Rumah Rengas Dengklok, Museum Joang 45, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan Monumen Proklamator. Dulu Monumen Proklamator adalah rumah milik Sukarno.

Senin, 17 Agustus 2010 kita diajak lagi menyaksikan virtual tour tentang mobil kepresidenan. Mobil dengan nomor Rep-1 ada di sana sejak lama. Nah, kita dengarkan ceritanya besok yah.

Selasa, 18 Agustus 2020 acara berupa Rubrik Emkaje. Kita diajak kilas balik tentang Museum Kesejarahan Jakarta.

Ayo mumpung banyak kegiatan daring kita saksikan museum-museum di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Kita belajar dari sana soal materi, penataan, dan lain-lain.***

VIDEO PILIHAN