Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Penulis Arkeologi/Museum, Numismatis, Komunitas, Pemerhati Astrologi/Palmistri

Lulusan Arkeologi UI, pejuang mandiri, penulis artikel, pegiat komunitas, kolektor (uang dan prangko), dan konsultan tertulis (astrologi dan palmistri). Memiliki beberapa blog pribadi, antara lain https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Koin Hindia-Belanda yang Unik dan Sangat Kecil

30 Maret 2018   17:59 Diperbarui: 31 Maret 2018   00:04 0 4 1 Mohon Tunggu...
Koin Hindia-Belanda yang Unik dan Sangat Kecil
Koin 1/20 Gulden berukuran sangat kecil (Sumber: ma-shops.com)

Coba perhatikan mata uang, baik kertas maupun logam, yang ada di sekitar kita. Pasti memiliki beragam ukuran. Memang ukuran menentukan nilai nominal uang tersebut. Makin besar ukuran berarti makin tinggi nilai nominal.

Zaman dulu pun begitu. Karena masih sederhana nilai nominal ditentukan oleh berat.  Pada zaman kerajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, ada yang disebut uang jagung. Uang ini berbahan logam dan berbentuk seperti biji jagung. Namun tidak ada tulisan yang menunjukkan nilai.

Dibandingkan uang kertas memang uang logam atau koin relatif lebih awet. Koin yang berusia ribuan tahun sering ditemukan dalam berbagai situs arkeologi di seluruh dunia. Temuan koin sangat bermanfaat di dunia arkeologi karena merupakan artefak bertanggal mutlak. Setiap koin mengandung pertanggalan yang berfungsi untuk memberi tarikh pada temuan-temuan lain.

Uang lama atau uang kuno bukan hanya menarik buat kalangan ilmuwan macam arkeolog. Masyarakat awam pun kemudian mengembangkan ilmu numismatik. Namun bedanya, kalangan numismatik lebih mementingkan kondisi sebuah koleksi.Makin bagus koleksi dipandang lebih menarik untuk dikoleksi.

Kondisi koin kurang begitu bagus (Dokpri)
Kondisi koin kurang begitu bagus (Dokpri)
Koin Hindia-Belanda

Karena pernah dijajah bangsa Belanda, maka koin Hindia-Belanda banyak beredar di Nusantara. Koin tersebut terbuat dari berbagai bahan terdiri atas dua muka. Salah satunya koin Netherlands Indies bernilai 1/20 Gulden keluaran 1855. Saya dapat koin tersebut dari tante saya.

Koin itu sangat unik karena berukuran sangat kecil. Diameter koin 13,05 milimeter dengan berat 0,61 gram. Bahannya mayoritas dari perak dan ada sedikit campuran tembaga. Menurut katalog yang saya baca, pada koin tergambar bentuk geometris, mahkota, coronets (mahkota kecil), dan simbol. Bagian tepi bergerat atau berkurai, sementara bagian belakang bertuliskan Arab. Koin itu dicetak oleh Royal Mint Belanda sebanyak 520.000 keping, sumber lain mengatakan 492.000 keping.

Saya lihat di situs-situs jual beli, beberapa orang menawarkan koleksi ini dengan harga Rp400.000. Yah, termasuk wajar, tergantung kondisi koleksi tersebut: prima, bagus, ataukah cukup.

Koin 1/10 Gulden (Dokpri)
Koin 1/10 Gulden (Dokpri)
Sangat kecil

Jelas, koin ini berukuran sangat kecil. Entah bagaimana masyarakat pada masa itu membawa koin ini. Inilah koin terkecil yang saya miliki. Pada koin bertuliskan 1855, berarti dicetak dan diedarkan tidak jauh dari tarikh tersebut.

Nominal koin 1/20 Gulden tentu mengingatkan pelajaran berhitung zaman Sekolah Dasar 1960-an. Dulu ada istilah kelip yang berarti lima sen dan ketip yang berarti sepuluh sen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x