Mohon tunggu...
Djibril Smith
Djibril Smith Mohon Tunggu... Blogwalking and Coffee Addict

Pemula Halu

Selanjutnya

Tutup

Fesyen

Bangun Pagi Harga Mati

7 Januari 2020   15:45 Diperbarui: 7 Januari 2020   15:48 10 0 0 Mohon Tunggu...

Sulit bangun pagi adalah salah satu bentuk dari rasa lelah secara fisik maupun psikologis, pada sebagian yang dalam kondisi ini biasanya akan sangat berpengaruh pada rutinitas normal sebagai seseorang pada umumnya, dimulai dengan timbulnya pikiran - pikiran menganggu yang serasa tidak ada pemecahan, rasa malas yang sangat, malas untuk fokus pada tujuan, sulit dalam mengambil keputusan, mengabaikan pekerjaan, hingga pada akhirnya merasa hidup terasa berat untuk dijalani dan yang terparah adalah bisa berpotensi mengabaikan kehidupan bersosial kita.

Bagaimana mungkin hanya karena Sulit bangun pagi dapat berdampak menimbulkan hal - hal buruk yang bisa menggangu fisik dan psikologis seseorang ? bisa saja, ini saya sampaikan melalui pengalaman saya pribadi, secara umum manusia terdiri dalam 2 hal yaitu lahir dan batin yang kemudian akan membentuk fisik dan psikologis, kedua hal tersebut seharusnya saling berhubungan dan saling menguatkan dalam segala urusan, contoh sederhana dalam kehidupan sehari - hari ketika seseorang sakit ataupun mendapati masalah yang berat, tak cukup hanya berobat ke dokter saja (fisik) biasanya juga diimbangi dengan berobat melalui doa, sugesti positif dan dukungan dari orang - orang terdekat (psikologis), nah bayangkan saja jika fisik dan psikologis seseorang mengalami gangguan, dalam hal ini di karenakan sulit bangun pagi, biasanya yang akan terjadi adalah merasa rutinitas yang itu - itu saja bahkan merasa bisa memprediksikan apa selanjutnya hingga waktu tidur kembali.

Siklus semacam ini saya sebut dengan " Bergerak dalam kembali " dimana kondisi seseorang merasa dia bisa mengetahui apa yang akan di lalui dalam sehari dan itu akan terus berulang - ulang hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Dalam beberapa kasus sulit bangun pagi menjelaskan bahwa pola dan gaya hidup seseorang bisa mempengaruhi kualitas tidurnya, yang paling umum dan sering di jumpai adalah, secara fisik dan psikologis beberapa dokter dan ahli menjelaskan bahwa ini disebabkan oleh pola mengkonsumsi makanan atau minuman yang dicerna tubuh kita dan tekanan - tekanan hidup yang dihadapi dalam keseharian, bahkan di banyak studi menjelaskan bahwa gangguan semacam ini sudah termasuk dalam kategori penyakit yang timbul atau disebabkan oleh depresi.

Di salah satu stasiun tv lokal saya pernah jumpai seorang dokter menjelaskan bahwa yang paling dominan mempengaruhi kualitas tidur seseorang adalah cafein, efek setelah mengkonsumsinya dokter tersebut menjelaskan bahwa tubuh kita akan terjaga 5 - 7 jam selebihnya adalah jadwal tidur yang berubah - ubah, suasana tidur yang kurang nyaman dan stres, dari sisi medis ini menjelaskan bagaimana dampak buruknya jika kita tidak bisa mengatur pola konsumsi yang akan dicerna oleh tubuh, namun dalam beberapa interaksi sosial yang pernah saya jumpai mengatakan bahwa cafein dalam hal ini kopi, tidak akan berpengaruh pada kualitas tidur, kalo waktunya harus tidur ya tidur, ini berdasarkan pengalaman saya berbincang dengan rekan - rekan di warung kopi, mereka biasanya minum kopi dari jam 7 - 1 dini hari namun pagi harinya bisa bangun dan menjalankan rutinitas seperti biasa.

Penyampaian diatas menjelaskan bahwa segala urusan haruslah bisa seimbang, langkah awal yang bisa kita lakukan adalah menjaga kesehatan fisik dan psikologis, setiap orang saya gambarkan memiliki ruang kosmik masing - masing yang salah satu didalamnya berisi topologi jaringan yang saling berhubungan langsung dengan segala bentuk kehidupan yang nyata ataupun tidak nyata, jika suatu saat ruang ini terganggu dan kita tidak segera mengambil keputusan tepat, maka habislah kita, merugi kita hidup tidak dapat menikmati perjalanan.

VIDEO PILIHAN