Mohon tunggu...
Djadjas Djasepudin
Djadjas Djasepudin Mohon Tunggu... Djasepudin, penulis berbahasa Sunda dan Indonesia. Berdomisili di Nanggéwér, Cibinong, Bogor

Djasepudin, penulis berbahasa Sunda dan Indonesia. Berdomisili di Nanggéwér, Cibinong, Bogor

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Putri Bolu Pisang, Produksi 250 Loyang Perhari dan Buah dari Banyak Sedekah

4 September 2020   10:56 Diperbarui: 8 September 2020   21:40 25 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Putri Bolu Pisang, Produksi 250 Loyang Perhari dan Buah dari Banyak Sedekah
varian rasa Putri Bolu Pisang. foto: Djasepudin

 

Sungguh banyak ragam bolu, termasuk bolu berbahan pisang (bolpis). Namun, hanya Putri Bolu Pisang yang memiliki rasa istimewa dan membuat konsumennya tetap menggandrungi bolpis hasil kreasi Ibu Eka Maisyaroh.

Putri Bolu Pisang yang berproduksi di sebuah gang sempit di Jalan Guru Suma Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor ini kini menjadi salah satu ikon kuliner di Kecamatan Cibinong. Bahkan sesama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di level Kabupaten Bogor bolpis Bu Eka sudah familiar dan kerap dijadikan conto jika ada pelatihan wirausaha baru. Malah, para peserta pelatihan sering diajak mengunjungi rumah produksi Putri Bolu Pisang yang memang sudah mengantongi berbagai legalitas usaha, dari mulai SKU-SKDU-PIRT-Halal dari MUI, hingga mendapat anugerah dari Pemkab Bogor dan Pemprop Jabar.

Jika diawal merintis usaha Ibu Eka hanya membuat 9 loyang dan dipotong 12 buah lalu dititip-titipkan ke warung-waruung sekitar rumahnya, saat ini Putri Bolu Pisang sudah memproduksi 250 loyang setiap harinya.

Awal usaha ketika suaminya di-PHK oleh perusahaannya. Tahu 2007. Lalu Ibu Eka berpikir dan berkreasi. Tercetuslah usaha bolpis. Awalnya bolu itu dia coba ke anak-suami dan tetangga sekitar. Karena mendapat masukan bahwa bolpisnya itu enak maka dibukalah usaha bolpis yang bertahan hingga saat ini.

Dari 9 loyang hingga 250 loyang tentu mengalami pasang surut suka dan duka. Namun berbagai cobaan yang Bu Eka alami selalu dicari solusi. Terpenting bolpis tetap berproduksi serta karyawannya mendapat gaji.

Misal, pada masa awal pandemi korona, saat berbagai sektor usaha lesu, bahkan ada yang bangkrut, Putri Bolu Pisang pun sempat mengalami penurunan omset. Namun, Bu Eka tidak tega untuk merumahkan 10 karyawannya. Dipilihlah jalan pengurangan hari kerja. Dengan demikian karyawan tetap mendapatkan gaji seperti sediakala.

Ketika ditanyakan resep apa hingga bolpis buatannya digemari dan bertahan di masa pandemi, Bu Eka mengatakan, bolpi yang dia bikin menggunakan bahan-bahan terpilih, selama produksi memerhatikan standar kesehatan dan keamanan, serta yang tidak pernah dia lupakan adalah selalu bersedekah kepada yang membutuhkan.

"Iya Kang, sedekah mah sudah menjadi agenda utama Putri Bolu Pisang. Sebisa mungkin usaha bolpis ini bermanfaat bagi lingkungan rumah produksi dan lingkungan rumah para karyawan. Sebab, sebagian sedekah itu ada yang dibawa langsung oleh karyawan untuk dibagikan kepada tetangga atau saudaranya. Saya yakin ini adalah salah satu Putri Bolu Pisang tetap bertahan dan disukai banyak orang." kata Eka Maisyaroh yang memiliki anak semata wayang bernama Putri yang kini sedang menempuh kuliah S-1.

Hal ini diiyakan oleh Ketua Forum UMKM Kecamatan Sujiono. Menurut Sujiono, Putri Bolu Pisang yang dikelola oleh Bu Eka rutin mengadakan sedekah Jumat. Malah, Sujiono melanjutkan, jika ada tetangga sakit atau meninggal, Putri Bolu Pisang selalu memberi bantuan berupa barang atau uang.

"Itu yang harian. Jika Ramadan, Putri Bolu Pisang kerap memberikan sedekah bolu lebih dari 1.000 dus kepada warga Cibinong dan sekitarnya,"kata Sujiono, yang dikenal pula sebagai perintis komunitas Kabomania.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x