Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

"The Real Final" Jokowi Vs Sandiaga

14 April 2019   10:22 Diperbarui: 14 April 2019   10:43 207 2 2 Mohon Tunggu...
"The Real Final" Jokowi Vs Sandiaga
Jokowi Sandiaga Berkostum Milenial (Sumber: bidikdata.com)

Seperti pernah saya tulis di sini, dugaan saya bahwa debat pilpres tertukar memang tepat. Dalam debat pamungkas semalam, tampak sekali dominasi Sandiaga Uno menjawab pertanyaan Jokowi sekaligus bertanya balik terutama pada hal-hal terkait dengan isu milenial. 

Kyai Ma'ruf Amin tampak masih bisa mengimbangi dengan istilah Dewi Dedi-nya untuk menerangkan konsep pengembangan desa industri berupa Desa Wisata dan Desa Digital untuk menghadapi era milenial sekarang ini. Sementara Prabowo masih saja berkutat mengusung isu-isu usang seputar salah kelola negara, impor, bocor, tanpa solusi kongkrit di masa milenial mendatang.

Walau tensi tampak sudah menurun dari debat-debat sebelumnya, namun pertarungan sesungguhnya tampak terlihat antara Jokowi dengan Sandiaga. Untuk mengimbangi tiga kartu Jokowi, Sandiaga mengeluarkan jurus pamungkas e-KTP multifungsi yang bisa digunakan untuk keperluan apapun. 

Jokowi fokus membangun ekonomi berbasis digital, sementara Sandiaga memperluas program OK OCE ke tingkat nasional untuk mendorong UMKM dan stop impor untuk menggairahkan industri dalam negeri.

Jokowi dan Sandiaga ibarat berbalas pantun, satu bertanya lainnya menjawab. Setiap pertanyaan Jokowi, walau sebenarnya diarahkan kepada Prabowo, namun selalu dipersilakan Sandiaga untuk menjawabnya, terutama hal-hal yang berkaitan dengan isu milenial. 

Prabowo seperti hanya menjadi pengantar debat saja, untuk selanjutnya Sandiagalah yang bercerita panjang lebar, termasuk temuannya dalam blusukan ke sekitar 1550 titik, ketemu dengan Ibu Nurjanah yang mengeluhkan naiknya harga bahan pokok hingga Bapak eks karyawan BUMN yang curhat ke beliau tentang holding BUMN.

Jokowi sendiri lebih fokus pada era digital sekarang antara lain dengan mengembangkan e-sports, tol langit dan infrastruktur penunjangnya. Perkembangan teknologi games mendapat perhatian khusus beliau karena bisa menjadi potensi ekonomi sekaligus menaikkan citra bangsa di era milenial di masa datang. 

Integrasi dan konektivitas diperlukan untuk meningkatkan daya saing, termasuk penggabungan BUMN menjadi satu holding yang kuat dan mampu bersaing di luar negeri. Konsep pernikahan Dewi - Dedi juga menjadi ide menarik untuk lebih memajukan desa dengan mengawinkan obyek wisata sekaligus menjadikan desa digital untuk mengurangi urbanisasi sekaligus memakmurkan desa.

Tema debat ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, dan investasi memang cocok diperdebatkan oleh Jokowi dan Sandiaga, karena mereka berdua memang pengusaha yang sudah makan asam garam mengelola ekonomi, keuangan dan investasi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial bagi para karyawannya. Kyai Ma'ruf Amin turut mengimbangi dengan pengetahuan ekonomi syariahnya, sementara Prabowo seperti biasa lebih banyak berkutat dengan nasionalisme ala tentara, mendorong kemandirian bangsa dengan stop impor, menutup bocor di sana sini, meluruskan salah arah pengelolaan negara.

Tanpa perlu secara resmi ditukarpun, debat semalam sudah menunjukkan debat yang tertukar. Generasi milenial bertarung melawan generasi milenial, sementara generasi kolonial berdebat dengan generasi kolonial pula. Sandiaga merupakan pilihan tepat buat Prabowo untuk mengimbangi Jokowi yang selalu berpikir masa depan. Sementara itu pilihan Jokowi terhadap Ma'ruf Amin merupakan jalan tengah untuk meredam perseteruan yang semakin tajam antara golongan religius dengan nasionalis.

Menang atau kalah, Sandiaga tampak sudah siap untuk meneruskan tongkat estafet yang telah dibangun Jokowi selama ini. Kalaupun tidak periode ini, Sandiaga telah berinvestasi untuk lima tahun berikutnya dan menjadi calon penantang terkuat pada tahun 2024 nanti, dimana kaum milenial akan mulai menunjukkan jati dirinya. Sudah tak ada tempat lagi bagi kaum kolonial lima tahun mendatang karena akan diisi generasi milenial seperti Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Emil Dardak, Yoyok Riyo Sudibyo, dan rekan-rekan seangkatannya untuk bertarung di arena pilpres mendatang. Mereka sedang diuji untuk memimpin sebuah wilayah kecil sebelum memimpin wilayah seluas Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x