Mohon tunggu...
Diyon Sutopo
Diyon Sutopo Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Jgn hanya menikmati prosesnya karena semua proses rasanya pahit & tak ada nikmatnya sama sekali. Maka Bergerak, berfikir untuk berproses. Ingatlah Di atas langit masih ada langit

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kurangnya Akses Informasi Berdampak pada Persepsi Miring Masyarakat terhadap Vaksinasi Covid-19

23 November 2021   06:16 Diperbarui: 23 November 2021   08:12 166
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen yang jika diberikan kepada manusia akan secara aktif mengembangkan kekebalan khusus terhadap penyakit tertentu (Covid-19 Komite Penanganan, 2020). Berbagai negara termasuk Indonesia, sedang mengembangkan vaksin yang sangat cocok untuk pencegahan infeksi SARS-CoV-2 pada berbagai platform, yaitu vaksin virus yang dilemahkan, vaksin hidup dilemahkan, vaksin vektor virus, vaksin asam nukleat, seperti virus. 

Vaksin (vaksin mirip virus) dan vaksin subunit protein. Tujuan dengan dibuatnya vaksin ialah untuk mengurangi penyebaran Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai imunitas kelompok dan melindungi masyarakat dari Covid-19, sehingga dapat menjaga produktivitas sosial dan ekonomi (Argista, 2021).

Menurut Menteri Kesehatan, vaksin Covid-19 memiliki tiga manfaat. Termasuk di dalamnya adalah menambah kekebalan setiap orang yang divaksinasi secara langsung, jika jumlah penduduk yang divaksinasi banyak, maka sistem kekebalan penduduk akan memberikan perlindungan bagi mereka yang belum divaksinasi atau belum menjadi populasi sasaran vaksin (Argista, 2021).

Kurangnya pengetahuan masyarakat terkait informasi yang salah mengenai vaksinasi Covid-19 menyebabkan masyarakat cenderung mempercayai berita – berita di media sosial tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Berita hoaks yang dihadapi masyarakat saat ini seiring dengan adanya pandemi covid-19 disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, dalam hal ini maka perlu adanya penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat untuk meminimalisir penyebaran berita hoax yang meresahkan di tengah masyarakat dewasa ini. Munculnya berita hoaks mengenai Vaksinasi Covid-19 berdampak pada persepsi masyarakat negatif terhadap vaksianasi tersebut (Sinar & DKK, 2021).

Masyarakat sebagian besar menolak dan tidak mau melakukan vaksin karena mereka mendengar bahwa ada yang mengalami efek samping dari vaksin tersebut. Ada yang sakit demam setelah vaksin, bahkan ada juga yang meninggal setelah melakukan vaksin. informasi tersebut akan menyebar lagi dari mulut ke mulut secara langsung atau melalui media sosial bahkan ada yang menambahkan – nambahkan cerita tersebut. Sehingga akan meningkatkan stigma buruk masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19.

Beberapa orang setuju untuk melakukan program vaksinasi Covid-19 yang diberikan oleh pemerintah hanya untuk mengambil jatah bantuan sosialnya saja. Karena persyaratan pengambilan bantuan sosial tersebut harus menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19, apabila tidak memiliki kartu itu maka jatah bantuan sosialnya tidak diserahkan. Juga ada beberapa orang yang setuju untuk melakukan program vaksin karena untuk dapat menikmati liburan, dan sebagai persyaratan melamar lowongan pekerjaan. 

Dari hal ini maka dapat diketahui bahwa mereka setuju untuk merlakukan program vaksinasi Covid-19 hanyalah sebagai formatitas saja, bukan karena mereka menyadari pentingnya menerima vaksinasi Covid-19. Oleh karena itu pentingnya diadakan sosialisasi program vaksinasi kepada masyarakat agar mereka mengetahui akan pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19.

Tentu saja edukasi dan sosialisasi mengenai vaksianasi Covid-19 itu harus terus menerus dilakukan. Kita tidak mungkin sekali saja, dua kali saja, tidak mungkin. Terdapat hal penting dilakukannya edukasi dan sosialisasi mengenai Covid-19 kepada masyarakat. Pertama, edukasi dan sosialisasi itu harus dilakukan, agar benar – benar terinternalisasi dalam masyarakat. Kedua, mempermudah akses baik mereka masyarakat menengah perkotaan maupun masyarakat desa. Edukasi dan sosialisasi mengenai vaksinasi Covid-19, harus dapat menyebar ke seluruh masyarakat baik itu dari tingkat ekonomi yang berbeda, profesi yang berbeda, agama yang berbeda bahkan tempat tinggal yang berbeda.

Dalam program vaksinasi Covid-19 harus disiapkan mengenai vaksinnya, mengenai komunikasi publiknya terutama yang berkaitan dengan halal dan haram, yang berkaitan dengan harga, yang berkaitan dengan kualitas, persyaratan orang yang dapat enerima vaksin seperti apa, orang – orang yang tidak boleh menerima vaksin seperti apa, kemudian yang berkaitan dengan distribusinya seperti apa, meskipun tidak semua perlu disampaikan ke publik, harganya juga tidak harus disampaikan. Maka dari itu, penting dilakukannya sosialisasi sebelum dilakukannya program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Dan sebagai masyarakat kita harus mengenal vaksinasi Covid-19 dengan mencari informasi terlebih dahulu seputar vaksin sebelum melakukannya. Akan tetapi informasi tersebut harus akurat dan sumbernya jelas asalnya. Karena terdapat begitu banyak informasi yang salah tentang vaksin di dunia maya. Sangat penting bahwa kita selalu merujuk kepada informasi dari sumber – sumber terpercaya seperti Kementerian Kesehatan, UNICEF, dan WHO. Anggota masyarakat yang ragu tentang kondisinya dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang boleh atau tidak menerima vaksin.

Daftar Pustaka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun