Ditya Mubtadiin
Ditya Mubtadiin

Penikmat Balap. Founder F1 Speed Indonesia. Suka Menulis dan Analisa. Penggemar Manchester United dan Penggila Rendang. Sosial Media, Instagram : @ditya_mub28 , Twitter : @ditya_mub

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Pratinjau F1 GP Singapura 2018, Vettel Wajib Menang

13 September 2018   16:33 Diperbarui: 13 September 2018   16:51 2597 1 0
Pratinjau F1 GP Singapura 2018, Vettel Wajib Menang
Start F1 GP Singapura 2017, sumber: Lat Images

Wajib menang. Itulah kata-kata yang mungkin diucapkan team principal Ferrari, Maurizio Arrivabene kepada pembalap andalannya, Sebastian Vettel. Datang ke ronde ke-15 ajang balap F1 musim ini di Singapura dengan keadaan tertinggal 30 poin dari pimpinan klasemen, Lewis Hamilton membuatnya tidak bisa menghela napas dan bersantai sedikit saja. Ambisinya untuk meraih gelar kelima dan secara khusus meraih gelar juara dunia bersama Ferrari, akan ditentukan oleh hasil di Singapura.

GP Singapura sudah menjadi agenda rutin dalam kalender balap F1 sejak pertama kali diadakan pada 2008, sebagai balapan F1 perdana yang diadakan pada malam hari. Bertempat di sirkuit jalanan Marina Bay yang terletak di jantung kota Singapura, sirkuit ini menyuguhkan tantangan berlipat-lipat bagi setiap pembalap F1. 

Iklim tropis yang menandakan bahwa suhu dan kelembapan yang tinggi, akan membuat kokpit mobil F1 serasa dipanggang di bawah cahaya lampu sirkuit. Bahkan, pembalap pun tidak mau membuka kaca visor helm mereka, karena suhu udara di luar helm lebih panas dari dalam helm. Belum lagi, karakter sirkuit jalanan Marina Bay yang bergelombang dan mempunyai banyak tikungan (23 tikungan), akan menyiksa tubuh pembalap.

Siksaan tersebut bisa dibilang paling lama di balap F1, karena GP Singapura berlangsung sebanyak 61 lap dengan estimasi waktu satu lap balapan adalah sekitar 1 menit 45 detik sampai 47 detik. Jika ditotal, maka balapan akan berlangsung selama hampir dua jam lamanya (normalnya satu setengah jam).

Ketika akhir pekan GP Singapura nanti, dipastikan akan banyak sekali orang Indonesia yang bertolak ke Singapura demi menonton balap jet darat ini. Dengan keluarnya Malaysia dari kalender F1 musim ini, dapat dipastikan, animo masyarakat Indonesia untuk menonton F1 secara langsung akan bergeser ke GP Singapura.

Walaupun harus rogoh dompet lebih dalam, namun rasanya tak masalah. Karena memang Singapura selalu menyajikan sesuatu yang lebih. Konser penghibur balapan misalnya. Ini selalu jadi magnet penonton selain hiburan balap, karena selalu hadirkan penyanyi papan atas dunia. Tahun ini, mereka menghadirkan Martin Garrix, Liam Gallagher, Dua Lipa, dan masih banyak lagi.

Nelson Piquet Jr sengara tabrakan mobil ke tembok, sumber: Lat Images
Nelson Piquet Jr sengara tabrakan mobil ke tembok, sumber: Lat Images
Salah satu momen yang mungkin akan diingat selamanya oleh penggemar F1 tentang GP Singapura adalah skandal kecelakaan tim Renault atau media lebih gemar menyebutnya dengan istilah `crashgate` pada balapan perdana GP Singapura (2008). Yaitu, sebuah skandal yang melibatkan tim Renault karena memberikan instruksi/perintah kepada pembalap mereka, Nelson Piquet Jr. untuk dengan sengaja tabrakan mobilnya ke tembok, demi memancing Safety Car keluar dan beri keuntungan pada rekan setimnya, Fernando Alonso yang pit stop lebih awal, sebelum Nelson sengaja tabrakan mobilnya.

Dampaknya, Alonso berhasil pimpin lomba setelah periode Safety Car berakhir, dan pada akhirnya berbuah kemenangan pertama Renault pada musim itu. Siapa sangka, balapan perdana F1 di malam hari berakhir dengan sebuah skandal.

Pole position sangat vital di sirkuit Marina Bay. Dari 10 balapan yang diadakan, 7 pemenang diantaranya mengawali balapan dari pole position.

Kembali ke permasalahan perebutan juara dunia F1 musim ini. Berbekal status pemenang terbanyak GP Singapura (4 kali), tentu menjadi motivasi ekstra untuk Sebastian Vettel. Sudah bukan rahasia umum lagi, jika Marina Bay adalah sirkuit favoritnya.

Sempat mencetak tiga kemenangan secara beruntun pada 2011, 2012, dan 2013, ditambah satu kemenangan indah bersama Ferrari pada 2015. Tiga dari empat lomba ia menangkan dengan dominasi sempurna.

Lewis Hamilton bisa dibilang mempunyai memori positif dan negatif di GP Singapura. Dia sudah koleksi tiga kemenangan di Singapura, dan di sisi lain, dia juga mempunyai reputasi nasib sial di sirkuit ini. Mulai dari insiden dengan Webber yang berujung pecah ban bagi Lewis pada 2010, lalu konfliknya dengan Felipe Massa pada 2011, kerusakan girboks yang membuyarkan kemenangan di depan mata pada 2012.

Kemenangannya musim lalu bisa dibilang kemenangan paling indah bagi Lewis di Singapura. Hujan menjelang lomba dimulai-balapan hujan pertama di malam hari-membuat kondisi saat start menjadi kacau. Sebastian Vettel yang mencoba membuat manuver untuk hadang Max Verstappen selepas start lomba, malah berujung tragis.

Vettel tidak melihat Kimi Raikkonen melesat dari sisi dalam Verstappen karena terhalang efek buangan air hujan dari ban. Verstappen terdesak dan tidak mampu berbuat apa-apa, dalam kondisi terapit, terjadilah kontak dengan Raikkonen yang kemudian menghantam sidepod mobil Vettel. Vettel sendiri sempat berhasil melewati dua tikungan pertama, sebelum akhirnya melintir menghantam tembok, Peluang juara dunia hilang dalam hitungan detik.

Hamilton tampil tanpa lawan setelah insiden itu. Dia berhasil menangkan balapan dramatis tersebut dengan dominasi sempurna, melonggarkan kaki di puncak klasemen.

Insiden GP Singapura 2017, sumber: Lat Images
Insiden GP Singapura 2017, sumber: Lat Images
Berbicara soal drama, GP Singapura sejak awal penyelanggaraanya pada 2008 selalu hadirkan drama berupa periode Safety Car pada setiap balapannya.

Pada GP Singapura edisi kali ini, haram hukumnya bagi Vettel untuk membuat kesalahan sedikit pun. Dia sudah buat banyak kesalahan musim ini dan itu membuatnya mengalami kerugian ganda, karena setiap kesalahan yang dia buat, Lewis Hamilton selalu berhasil menangkan lomba tersebut.

Toto Wolff berkelakar bahwa Ferrari adalah tim favorit di Singapura nanti, mengingat Mercedes selalu kesulitan di sirkuit Marina Bay. Namun, jangan lupakan kemenangan fantastis Hamilton di kandang Ferrari dua minggu yang lalu---dimana Ferrari juga favorit.

Perjuangan Vettel akhir pekan nanti tidak akan mudah. Karena, kandidat pemenang lomba akhir pekan nanti bukanlah Vettel atau Hamilton saja. Duo Red Bull, siap kacaukan akhir pekan kandidat juara dunia.

Ricciardo siap ulangi kemenangan GP Monako di Singapura, sumber: Lat Images
Ricciardo siap ulangi kemenangan GP Monako di Singapura, sumber: Lat Images
Red Bull datang di Singapura dengan motivasi berlipat-lipat. Bisa dibilang, GP Singapura adalah balapan yang mereka nanti-nanti. Karakter mobil RB14 yang Max Verstappen dan Daniel Ricciardo kendarai, sangatlah cocok dengan karakter sirkuit Marina Bay yang lebih andalkan aerodinamika dan sasis mobil, ketimbang mesin. Dan mobil RB14 adalah mobil dengan kombinasi aerodinamika dan sasis terbaik saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2