Mohon tunggu...
Ditta Widya Utami
Ditta Widya Utami Mohon Tunggu... Pendidik dan Pembelajar

A mom, blogger, youtuber and a writer teacher || dittawidyautami.blogspot.com || Penulis buku Lelaki di Ladang Tebu (2020) || Kontak dittawidyautami@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Peran Guru Blogger saat PJJ

18 Juni 2020   21:12 Diperbarui: 18 Juni 2020   21:02 35 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peran Guru Blogger saat PJJ
Sumber : Omjay

"Kita harus jadi guru di atas rata-rata. Yaitu yang bisa menghasilkan karya dan berbagi dengan yang lain." (Namin AB Ibnu Solihin)

Sore ini, saya mengikuti webinar PGRI tentang peran guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Webinar via zoom ini dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB. 

Dipandu oleh Omjay, webinar menghadirkan 4 pemateri : M. Yahya (Duta Rumah Belajar), Bu Sri Sugiastuti alias Bu Kanjeng (Guru Blogger Solo), Dedi Dwitagama (Pendidik, Trainer, Blogger, Motivator) dan Namin AB Ibnu Solihin (Motivator Pendidikan).

Pa Yahya berkesempatan menjadi pemateri pertama. Beliau menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan belajar dari rumah (BDR).

Pa Yahya mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan PJJ, para guru harus berpedoman pada SE Sesjen Kemdikbud No 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Prinsip-prinsip BDR harus sesuai dengan yang tertuang dalam SE Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. 

PJJ dapat dilaksanakan secara daring (misalnya dengan virtual conference dan melalui medsos) maupun luring (misal dengan memanfaatkan televisi, radio, modul, dsb).

Paparan materi 15 menit berikutnya membahas tentang guru blogger yang disampaikan oleh Bu Kanjeng. Beliau berpendapat bahwa manfaat blog bagi seorang guru layaknya jurnal harian. Setiap guru bisa memposting tulisan mengenai pengalaman sehari-hari bersama muridnya.

Blog bisa juga dijadikan media belajar. Misalnya, dengan mengajak siswa untuk membuat blog. Kuncinya tanamkan nilai moral dalam setiap tulisan. Bahkan jika yang kita tulis adalah suatu permasalahan.

Yakinlah bahwa menulis bisa menjadi obat dalam mengatasi masalah. Dengan menanamkan nilai moral dalam setiap tulisan, kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak dan sabar dalam menghadapi masalah.

Sesi ketiga, Omjay sebagai host mempersilahkan Pak Dedi Dwitagama untuk menyampaikan materi. Guru Matematika di SMKN 50 Jakarta Timur ini mengatakan bahwa pandemi telah menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa lepas dari peran teknologi.

Di masa PJJ, Pak Dedi menugaskan anak didiknya untuk membuat tulisan di Kompasiana. Kompasiana dipilih karena jika tulisan yang di-posting banyak yang copy-paste, maka tulisannya bisa dihapus admin. Dengan demikian, mau tidak mau, peserta didik harus membuat tulisan dengan gaya mereka sendiri.

"KONSISTENLAH dalam berkarya", Pak Dedi menegaskan. Konsisten untuk berkarya sekalipun menurut Anda itu hal sederhana. Karena bisa jadi bagi orang lain hal tersebut sangat bermakna. Konsistenlah berkarya di media apa pun yang Anda kuasai (blog, YouTube, FB, Instagram, dsb).

Berbagi tuh gak pernah rugi. Soal apakah itu punya dampak bagi kita, ingat saja bahwa Tuhan tidak tidur. Begitu pesan beliau sebelum menutup materi.

Terakhir, Pa Namin berbagi tips mengajar dalam PJJ daring :

1. Saat mengajar misal dengan zoom, gunakan ilmu public speaking, buat slide presentasi. Jadi PJJ itu bukan mengajar apa adanya. Tetap gunakan pakaian yang rapih dan gestur tubuh yang baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN