Mohon tunggu...
Milisi Nasional
Milisi Nasional Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Akun twitter @milisinasional adalah reinkarnasi baru dari akun twitter @distriknasional yang jadi korban totalitarianisme firaun anti kritik.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Bebaskan Pilpres 2019 dari Halusinasi Hoaks dan Narkoba

6 Maret 2019   18:58 Diperbarui: 6 Maret 2019   19:01 32 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bebaskan Pilpres 2019 dari Halusinasi Hoaks dan Narkoba
sumber: bnn.co.id

Penyalahgunaan narkoba kembali menghebohkan publik Indonesia, kehebohan itu lantaran menjeran seorang politikus yang kerap muncul di hadapan publik. Andi Arief politisi Partai Demokrat, nama yang sering muncul dalam headline media massa sebab sering kali mengucapkan kalimat kontroversial dalam dunia politik tanah air. "Jenderal kardus" dan "7 kontainer surat suara yang telah tercoblos" adalah sedikit dari salah satu kontroversi yang pernah dibuat oleh Andi Arief.

Kali ini nama Andi Arief kembali membuat geger publik tanah air lantaran tersandung masalah narkoba jenis sabu. Andi Arief Wasekjen Demokrat itu ditangkap di hotel di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Penangkapan ini dilakukan tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Dalam penangkapan itu ditemukan alat penghisap sabu di kamar hotel tempat Andi Arief menginap. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal mengungkapkan, polisi sudah melakukan tes urine terhadap Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Hasilnya, Andi positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Tertangkapnya Andi Arief pun secara cepat jadi bahan gorengan politik oleh kubu petahana. Bahkan sampai muncul pada trending topik twitter Indonesia #02Nyabu. Banyak netizen yang berafiliasi politik kepada Jokowi-Maruf melakukan perundungan atas tertangkapnya Andi Arief yang mana adalah politisi Demokrat dan menjadi barisan koalisi kubu oposisi tersebut.

Netizen banyak mengaitkan banyaknya hoax dan informasi palsu yang beredar di kalangan oposisi adalah konsekuensi dari penyalahgunaan narkoba yang menyebabkan halusinasi, seperti penyalahgunaan narkoba yang Andi Arief lakukan. Secara medis memang Sabu memiliki efek halusinasi bagi penggunanya. 

Jika kita telisik rekam jejak narkoba di dunia politisi tanah air bukanlah hal yang baru. Banyak kasus narkoba yang menjerat para politisi, bahkan sampai pada level bandar yang meguasai jaringan internasional.

Ibrahim Hasan seorang politisi partai Nasdem Langkat, diamankan pihak kepolisian dengan barang bukti 105 kilogram sabu dan pil ekstasi 30 ribu butir. Ibrahim menurut pihak kepolisian dan BNN adalah seorang bandar besar yang kerap menjalankan industri haram tersebut di perairan selat Malaka.

Jejak kelam industri narkoba juga ditemukan pada politis partai Golkar. Polisi Tanjungbalai menangkap  Agus Yanto  Ketua PAC Partai Golkar Tanjungbalai Selatan, dirinya terciduk ketika mengawal 15 kilogram sabu-sabu dari Kota Tanjungbalai menuju Medan.

Bukan hanya itu, seorang politisi yang hendak menjadi caleg DPRD Kuningan dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun ada yang berkecimpung dalam peredaran narkoba sebagai bandar. Rika Verawati sosok perempuan yang berada dibalik peredaran narkoba di kota Kuningan tersebut.

Banyaknya politisi baik di kubu petahana dan oposisi yang tersandung dalam masalah narkoba adalah tamparan bagi kita semua. Bahwa ada yang harus dibenahi dalam edukasi politik dan penanggulangan narkoba di setiap lapisan masyarakat.

Kehebohan netizen yang saling sahut-menyahut membakar perseteruan terkait pendukung siapa yang lebih banyak terjerembab dalam kasus narkoba seharusnya bukanlah sikap yang elok untuk dipertontonkan. Justru hal tersebut menunjukkan betapa tidak dewasanya poltik kita, penuh ejekan dan saling olok-mengolok. Seharusnya kasus Andi Arief dijadikan moment untuk menggalang kekuatan politik untuk mernyatakan perang tehadap narkoba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x