Mohon tunggu...
Dinda Annisa
Dinda Annisa Mohon Tunggu... Freelancer - Penterjemah Lepas

Based in Bekasi

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Perlu Ada Tindakan Terkoordinasi untuk Mengurangi Hegemoni China

24 Juli 2021   18:45 Diperbarui: 24 Juli 2021   19:02 120 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perlu Ada Tindakan Terkoordinasi untuk Mengurangi Hegemoni China
Carlyle Thayer | Sumber: CSEAS Indonesia

Oleh Dinda Annisa

 

Tidak diragukan lagi, China telah menjadi kekuatan militer dan ekonomi baru selama tiga dekade terakhir dan bersaing ketat dengan AS dalam hegemoni regional. 

Hegemon adalah negara kuat yang mendominasi semua negara bagian lain di kawasannya.

Bagaimana cara menghadapi hegemoni China?

Negara-negara Asia Tenggara harus menegaskan sentralitas ASEAN dan otonomi untuk mengurangi hegemoni China di tingkat multilateral, kata Carlyle Thayer, Profesor Emeritus di Universitas New South Wales di Australia.

"Tahan pengakuan sosial terhadap China sebagai hegemon. China memang kekuatan yang besar. Baik, China, kita memberitahu kalian bahwa kalian tidak akan berkuasa. Kita juga merupakan penguasa masa depan kita sendiri," kata Thayer dalam webinar internasional, Jumat (23/7) di Jakarta.

Dengan judul "Hegemoni China: Potensi Ancaman Politik, Ekonomi dan Keamanan bagi negara-negara Asia", webinar tersebut diselenggarakan oleh Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), sebuah wadah pemikir (think tank) ternama di Indonesia. Acara ini menghadirkan pembicara dari Australia, Selandia Baru dan Indonesia.   

Menurut Thayer, negara-negara ASEAN harus menegaskan saling ketergantungan ekonomi dengan pemain Asia-Pasifik lainnya, termasuk AS. Mereka perlu memperkuat penjagaan pantai mereka.

Kini ASEAN, menurut Thayer, memiliki ASEAN Plus Three (China, Jepang, dan Korea) dalam menangani masalah ekonomi. Setelah Quad, forum dialog keamanan Jepang, India, Australia dan Amerika Serikat, didirikan, ASEAN harus menambahkan Quad sebagai mitra dialognya sehingga menjadi ASEAN Plus Four.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN