Mohon tunggu...
Dina Mardiana
Dina Mardiana Mohon Tunggu... Penulis - Penulis dan penerjemah, saat ini tinggal di Prancis untuk bekerja

Suka menulis dan nonton film, main piano dan biola

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Ibnu Sina dan Kemajuan Peradaban Islam Melalui Film "The Physician"

5 Januari 2019   20:39 Diperbarui: 5 Januari 2019   21:01 5127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rob dibantu sang guru, Ibnu Sina, dan Mirdin, sahabatnya yang beragama Yahudi, melakukan operasi bedah pada tubuh Shah Iran untuk yang pertama kalinya. (foto: IMDB)

Jarang ada film-film yang dibuat oleh masyarakat di dunia Barat yang mengisahkan sejarah Islam dengan berimbang. Setidaknya, menurut pendapat saya, film-film yang pernah saya tonton dan menceritakan tentang kejayaan Islam dengan cara yang adil (sesuai fakta), antara lain Kingdom of Heaven (2005), dan The Message (1976). Komikers boleh menambahkan loh ya kalau ada film-film lainnya yang menggambarkan tentang Islam secara berimbang dan dibuat oleh Hollywood.

Film Hollywood yang Mengisahkan Sejarah Islam

Sekadar merekap, Kingdom of Heaven (2005) menceritakan tentang Perang Salib pada masa Salahuddin Al-Ayubi, atau masyarakat Barat menyebutnya Saladin atau Salahaddin. 

Dalam film tersebut, diceritakan bahwa Salahuddin menggagalkan peperangan dengan massa yang tidak berimbang antara masyarakat Kristen dengan banyaknya kaum lansia, wanita dan anak-anak, yang sudah terkepung di dalam kota Yerusalem, dengan pasukan Islam yang dipimpinnya yang pada saat itu berjumlah banyak dan penuh dengan prajurit muda. 

Salahuddin berjanji pada Balian (diperankan oleh Orlando Bloom), sang ksatria asal Prancis, putra dari Raja Godefroi dari Bouillon, panglima pasukan Perang Salib pada tahun 1096-1099, bahwa jika pasukannya menaklukkan kota Yerussalem, mereka akan melindungi kaum lansia, wanita dan anak-anak, serta memperbaiki rumah-rumah ibadah termasuk gereja dan sinagog. 

Maka penaklukan pun terjadi tanpa ada pertumpahan darah, dan Balian beserta pasukannya dipersilakan pulang ke Eropa dengan damai. Film ini disutradarai Ridley Scott, sutradara dan produser film berdarah Inggris yang dikenal menghasilkan film-film penyabet Oscar seperti The Gladiator, Black Hawk Down dan American Gangster.

Adegan dalam Kingdom of Heaven (2005) antara Salahuddin Al-Ayubi yang berjanji akan melindungi lansia, wanita dan anak-anak yang ingin berziarah ke Yerusalem kepada ksatria Perang Salib, Balian. (foto: IMDB)
Adegan dalam Kingdom of Heaven (2005) antara Salahuddin Al-Ayubi yang berjanji akan melindungi lansia, wanita dan anak-anak yang ingin berziarah ke Yerusalem kepada ksatria Perang Salib, Balian. (foto: IMDB)
The Message (1976), walaupun sebenarnya bukan bikinan Hollywood, tapi dibintangi Anthony Quinn, aktor Amerika Serikat yang berkualitas pada masa itu... ya setara Liam Neeson, Ben Kingsley lah. 

Film ini juga diproduksi secara internasional, seperti di London dan New York, yang melibatkan produser-produser bule juga, meski sutradaranya berdarah campuran Amerika-Mesir, Moustapha Akkad. The Message mengisahkan perjuangan Nabi Muhammad SAW menyebarluaskan ajaran Islam yang mendapat dukungan penuh dari pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, yang dimainkan oleh Om Anthony ini (di film ini Abu Thalib malah tidak diekspos).

Belajar Ilmu Kedokteran Sederhana Melalui Sang Tabib

Nah, ada satu lagi nih film bikinan Barat yang mengambil setting kejayaan Islam di masa lampau dan baru selesai saya tonton, meskipun sudah dirilis sejak tahun 2013. Saya nggak tahu apakah film ini sempat masuk bioskop-bioskop di Indonesia, tapi sepertinya gaungnya tidak terlalu terdengar. 

Berjudul The Physician, film yang dibintangi Tom Payne dan Ben Kingsley ini mengisahkan tentang seorang anak muda Inggris pada masa Abad Pertengahan yang berlayar ke seberang benua hingga ke negeri seribu satu malam, hanya demi menuntut ilmu pengobatan dari pakarnya langsung, Ibnu Sina. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun