Dimas Anggoro Saputro
Dimas Anggoro Saputro Pekerja Lepas

Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh. Aku adalah orang sebagaimana Anda mengenal saya. Orang bodoh yang tak kunjung pandai.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Wuling Confero S, Mobil Keluarga yang Patut Dipertimbangkan untuk Mengisi Garasi Rumah

5 Januari 2018   13:26 Diperbarui: 5 Januari 2018   13:35 4765 0 0
Wuling Confero S, Mobil Keluarga yang Patut Dipertimbangkan untuk Mengisi Garasi Rumah
Lega (Wuling Motors)

"I'm always trying new things and learnig new things. If there isn't anything more you can learn -- go off and die" -- Morgan Freeman

Setelah merasakan kenikmatan hidup tanpa gawai, 25 November 2017 gawai yang senantiasa menemani dihujani pesan masuk. Sebuah pesan dengan nomor tak dikenal menanyakan kebenaran pemilik nomor yang ia hubungi. Tak perlu basa-basi, sebuah tawaran langsung ia sampaikan kepada saya.

 Tawaran yang sebetulnya saya sendiri kurang cocok untuk menerimanya, meliput sebuah produk otomotif seumur jagung yang masuk dalam pasar otomotif Tanah Air. Saya pun menerima tawaran tersebut, hal baru yang patut saya coba untuk menulis tentang sebuah produk otomotif.

Mengunjungi Dealer Wuling di Yogyakarta

Mengunjungi dealer Wuling (dok.pri)
Mengunjungi dealer Wuling (dok.pri)

Pada 4 Desember 2017, saya sengaja mengosongkan jadwal saya untuk keluarga. Saya mengajak keluarga saya mengunjungi sebuah dealer di daerah Depok, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Perjalanan dari tempat tinggal kami menuju dealer Wuling Motors Yogyakarta yang beralamat di Jl. Ringroad Utara No. 67 Yogyakarta tersebut ditempuh dengan waktu kurang lebih tiga puluh menit.

Sesampainya di lokasi, saya bingung untuk memarkirkan kendaraan yang saya kendarai dikarenakan halaman dealer tersebut penuh sesak dengan unit mobil siap jual milik mereka. Saya pun memutuskan untuk memarkirkan kendaraan di samping dealer tersebut bersama dengan motor yang lain, meskipun dengan rasa ragu dikarenakan itu adalah jalan masuk ke lokasi layanan servis.

 Sebelum memasuki akuarium besar yang berisi beberapa unit mobil, kami disambut oleh seekor kucing. Kami bermain-main sebentar dengan kucing tersebut. Saya dan istri adalah penyuka binatang kucing. Saking suka dan bahkan cintanya dengan kucing, istri saya bergabung dengan komunitas Jogja Domestic Cat Lovers. Langkah kaki kami memasuki akuarium besar itu ternyata diikuti oleh si kucing tadi. Si kucing melangkah bebas di dalam akuarium tersebut tanpa intimidasi sedikitpun, "dealer ini ramah kucing", pikir saya.

kucing tetangga (dok.pri)
kucing tetangga (dok.pri)
Menjajal Confero S L Lux plus

Belum sempat untuk menarik nafas, kami diajak oleh mbak Ani untuk ikut serta test drive. Kami dituntun menuju mobil Confero S tipe L Lux plus bewarna merah (Carnelian Red). Di mobil tersebut ternyata sudah ada tiga orang, kami pun menumpang di kursi penumpang. Saya, istri dan anak saya duduk di kursi penumpang dengan model captain seat yang berada di bagian tengah. Di kursi penumpang bagian belakang ada mbak Ani dan anak dari bapak dan ibu yang duduk di kursi depan.

Mobil yang kami tumpangi saat itu adalah mobil Confero S dengan tipe paling tinggi, tentu saja fiturnya paling lengkap. Nama Confero sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya: Untuk Menyatukan. Sedangkan huruf 'S' di belakangnya berarti: Sporty. Si Bapak---berlaku sebagai pengemudi--segera memundurkan kendaraan bergerak meninggalkan dealer.

 Si Bapak rupanya terbiasa menggunakan tiga spion--kanan, kiri dan tengah--ketika mengendarai mundur kendaraan tersebut. Hal itu terlihat dari cara beliau mengendarai, meskipun layar 8 inch menampilkan jelas gambar di belakang mobil untuk memudahkan mengendarai mundur maupun memarkirkan.

mengendarai mundur kendaraan (dok.pri)
mengendarai mundur kendaraan (dok.pri)
Rear camera yang terpasang di Confero S-L Lux plus ini didukung oleh empat buah sensor parking dan layar 8 inch yang menampilkan cukup jelas dan lebih lega dibandingkan dengan mobil sekelasnya. Ketika maju ke depan mobil akan menabrak mobil yang terparkir di depannya, dengan sigap si Bapak mengerem. Padahal beliau belum terbiasa dengan dimensi mobil yang baru ia kendarai ini, beliau bisa dengan sigap mengerem dikarenakan dua sensor parking yang terpasang di bumper depan aktif memberikan tanda kepada si pengemudi.

Kami pun melesat di jalanan ring road utara. Menurut penuturan si Bapak penyuka akselerasi ini, "Koplingnya ringan sekali, steering-nya juga ringan, namun untuk akselarasi kurang terasa greget, ada delay-nya", tuturnya. Kopling sangat ringan khas MPV dengan harga terjangkau ini mebuat pengemudi tidak mudah pegal saat berkendara, meskipun dalam keadaan lalu lintas padat sekalipun. Rasa memutar setir Confero S berlebih ringan dibanding mobil low MPV lainnya. Meskipun bobot setir Electronic Power Steering (EPS) bertambah di kecepatan tinggi, tetap saja setir terasa ringan.

Hal itu dirasakan dan diakui oleh si Bapak ketika menjajal Confero S di jalan ring road pada saat keadaan lalu lintas sepi. Dapur pacu Confero S ini dibekali dengan mesin berkapasitas 1.5 L (1.485 CC). Angka tenaga dan torsi jantung mekanis P-TEC DVVT yang mirip milik Chevy Spin ini memang tergolong average.

 Responnya tergolong kurang agresif, seperti penuturan si Bapak di atas. Putaran mesinnya pun dibatasi di 5.800 rpm saja, cukup rendah dibandingkan mobil lainnya di kelas Low MPV. Akan butuh usaha lebih untuk menyusul laju mobil di depannya ketika ingin menyalip.

dapur pacu (Wuling Motors)
dapur pacu (Wuling Motors)
Jalan yang kami lalui cukup baik, tidak ada jalan berlubang untuk menjajal kemampuan peredam kaki-kaki Confero S. Kontur jalan bergelombang karena tambalan aspal sedikit memberikan gambaran kepada saya akan kemampuan peredam kaki-kaki Confero S. Menurut saya peredam kaki-kaki Confero S terbilang keras dengan jumlah 6 penumpang--hampir penuh--saat itu. Namun, redaman suara goncangan di dalam kabin sangat baik. Bahkan suara dari ban dan mesin tidak terdengar di dalam kabin, keluhan suara berisik seperti mobil lain di dalam kabin tidak kami keluhkan. Padahal ban GT Radial Champiro Eco sebagai sandal kaki-kaki Confero S itu konon membuat road noisecukup tembus ke kabin.

 Sebagai Claustrophobia--takut ruang sempit--, istri saya mengakui jika kabin Confero S sangat lega, tak hanya kelegaan ruang lutut di kursi penumpang tengah dan belakang, kelegaan ruang juga terasa di bagian atap--rata-rata tinggi orang Asia. Port USB untuk mengisi daya gawai saya temui terpasang rapi di kursi penumpang bagian tengah dan belakang, seakan Confero S tahu akan kebutuhan generasi jaman now.

kabin Confero S (Wuling Motors)
kabin Confero S (Wuling Motors)
Semua seri Confero telah dibekali dengan AC double blower. Untuk seri terendah belum tersedia AC di bagian belakang, namun bisa dipasangi sendiri jika menginginkannya. Pada lubang keluaran AC saya tidak menemukan penutup AC, mengingat AC double blower, mungkin saya akan kedinginan saat berkendara sendiri atau berdua. Solusinya adalah mematikan AC, tapi apa iya? Selain itu, sayang sekali Confero hanya tersedia dalam tipe transmisi manual.

 Fitur yang berbeda dari Confero S dibanding dengan mobil lain dikelasnya adalah Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Fitur yang memberikan informasi mengenai tekanan ban kepada pengemudi sebelum berkendara. Fitur tersebut juga memberikan informasi kepada pengemudi tentang pintu mana yang belum terbuka dan belum tertutup sempurna. Namun, fitur ECO Indikator yang memberikan informasi cara berkendara hemat BBM tidak ditanamkan di Confero S ini.

MID Confero S (Wuling Motors)
MID Confero S (Wuling Motors)
Mbak Ani menuturkan, konsumsi bahan bakar yang bisa dibilang rata-rata untuk mobil dengan kapasitas mesin 1.5L.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2