Diar Ronayu
Diar Ronayu Full Time Blogger

Ibu rumah tangga yang hobi masak dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Kemudahan Transaksi Go-Food dan Dukungannya Terhadap UMKM Kuliner di Indonesia

3 Juni 2018   21:10 Diperbarui: 3 Juni 2018   22:02 1662 0 0
Kemudahan Transaksi Go-Food dan Dukungannya Terhadap UMKM Kuliner di Indonesia
Sumber : id.techinasia.com

Hobi memasak bukan berarti membuatku tidak pernah bermusuhan dengan dapur. Ada kalanya rasa malas melanda. Lebih - lebih saat sedang masuk angin atau saat hamil muda dulu. Jangankan memasak, mencium bau bawang saja pusingnya hingga ke ubun - ubun. 

Namun alasan yang paling sering mampir ya karena malas saja. Seperti akhir pekan ini. Setelah seminggu beraktivitas yang seperti tidak ada habisnya sejak bangun tidur hingga tidur lagi, rasanya hari ini hanya ingin leyeh - leyeh. Libur masak dulu. Menyenangkan diri dengan main gadget, baca buku, sambil sedikit berdamai dengan rumah yang berantakan karena ulah duo krucil.

Untuk berbuka nanti sih inginnya makan enak ala resto. Tapi mau jalan untuk buka di luar juga rasanya malas sangat. 

"GO-FOOD aja mah.", begitu kata suamiku.

Memang hari ini aku sudah berniat mau pesan makanan lewat GO-FOOD saja. Solusi apalagi selain GO-FOOD, untuk emak - emak yang ingin menyajikan masakan enak untuk keluarga tapi malas masak dan malas gerak (mager) seperti aku hari ini?

Mudahnya bertransaksi lewat Go Food / dok.pribadi
Mudahnya bertransaksi lewat Go Food / dok.pribadi
Memesan makanan lewat GO-FOOD  caranya mudah sekali. Cukup buka aplikasi GO-JEK yang sudah diinstal di handphone kita, lalu pilih menu GO-FOOD bergambar piring garpu di sudut kanan atas. 

Selanjutnya pada tampilan awal layar GO-FOOD, kita akan disuguhi pilihan - pilihan menu yang dapat memudahkan kita dalam memesan makanan berdasarkan preferensi tertentu. Bingung hendak memesan apa, akhirnya aku  memilih menu 'near me' untuk mencari restoran terdekat dari rumah. 

Berdua dengan suami, kami melihat - lihat etalase restoran di layar hapenya. Setelah scroll - scroll atas bawah disertai debat sana sini, akhirnya pilihan makanan yang hendak dipesan jatuh ke tangan "Ayam Bakar mas Mono", yang sepertinya cocok dengan lidah semua penghuni rumah. 

Langkah selanjutnya tinggal pilih menu makanan dengan menekan tombol add, pilih cara pembayaran (bisa GO-PAY atau cash), lalu pilih order. Semudah itu bro. Tentu saja ada harga lain yang harus dibayarkan berupa ongkos kirim. Namun itu sebanding dengan kenyamanan dan kemudahan memesan makanan tanpa harus capek - capek pergi ke restoran.

Baru juga beberapa detik menekan tombol order, pesananku sudah di pick up oleh seorang mang GO-JEK berhati mulia, bernama pak Yosef Maulana. Kaget euy, si mang GO-JEK cepet amat nyautnya

Tak berapa lama pak Yosef menelponku untuk mengkonfirmasi pesanan sambil menjelaskan bahwa pesananku ternyata sudah habis.

"Ayam per ekor habis bu, kalau mau, pesan 2 paha dan 2 dada, sama aja harganya.", katanya menjelaskan.

Aku senang karena driver GO-JEK yang menerima pesananku cukup tanggap dengan memberikan opsi lain saat pesananku habis. Selanjutnya aku hanya tinggal melanjutkan leyeh - leyeh sambil menunggu mang GO-JEK datang mengantar pesanan.

Beranjak dari kasur juga belum, tidak sampai 30 menit Pak Yosef sudah datang mengantar pesananku. Enak apa enak banget coba.

"Kok cepet banget pak nyampenya?.", tanyaku penasaran. "Tadi lagi sepi bu, kalo rame ya ngantri bu pesannya.", jawab pak Yosef.

Penyelamat enak - emak malas masak dan malas gerak / dok.pribadi
Penyelamat enak - emak malas masak dan malas gerak / dok.pribadi
Dok.pribadi
Dok.pribadi
Sebagai konsumen tentunya aku sangat senang ketika pesanan makananku datang dengan cepat dalam kondisi hangat sehingga rating 5 bintang dengan mudah kuberikan kepada mang GO-JEK. Namun perlu diingat bahwa jasa pemesanan makanan dengan pihak ketiga seperti ini juga ada banyak faktor yang mengiringi. Entah itu jalanan yang macet, human error, atau restoran yang sedang ramai dan penuh pelanggan. Terkadang juga nominal yang kita bayarkan jumlahnya lebih besar dari estimasi harga saat memesan makanan, karena  ternyata ada PPn yang juga harus dibayarkan. Jadi kalau ternyata ada hal - hal yang terjadi diluar ekspektasi kita, jangan buru - buru marah atau baper ya. Jadi konsumen yang bijak yuk.

Berbuka dengan nasi, ayam bakar, sambal serta lalap saja sepertinya kurang seru. Supaya komplit akhirnya aku menyingsingkan rasa malas dan turun gunung ke dapur untuk menggoreng mendoan, tahu dan risol bihun supaya si ayam bakar banyak temannya.

Dan inilah hidangan berbuka kami sore ini. Semuanya nikmat. Terima kasih GO-FOOD, terima kasih mang GO-JEK.

Dok.pribadi
Dok.pribadi
Peran GO-FOOD dalam pengembangan UMKM berbasis kuliner

Aku sering berandai - andai, jika saja aplikasi GO-FOOD ini sudah ada sejak hamil anak pertama dan kedua dulu, pasti alangkah bahagianya diriku saat itu karena bisa pesan makan ini dan itu tanpa harus menunggu suami pulang kantor dulu. Namun bagaimanapun juga keberadaan GO-FOOD saat ini patut disyukuri karena terbukti banyak memberikan nilai positif. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2