Mohon tunggu...
Rahmadhona
Rahmadhona Mohon Tunggu... Administrasi - International Affairs Graduate

"and one day, a girl with book will the girl writing them.."

Selanjutnya

Tutup

Politik

Senjata Pemusnah Masal; Sejarah dan Perkembangannya

26 Januari 2017   18:45 Diperbarui: 26 Januari 2017   19:27 10002
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
A.S. menjatuhkan bom plutonium jenis implosi (Fat Man) di Nagasaki | untoldhistory.com

Tiongkok yang sedang berusaha menjadi negara hegemoni menggeser AS juga gemar memamerkan kekuatan nuklirnya. AS dan Rusia bukannya tidak mempunyai senjata nuklir, bahkan 2 negara ini adalah negara dengan senjata nuklir terbesar di dunia.

China pamer rudal nuklir terbaru dalam parade militer besar-besaran di Beijing | CubaSi.com
China pamer rudal nuklir terbaru dalam parade militer besar-besaran di Beijing | CubaSi.com
Bahayanya, senjata nuklir saat ini banyak dikembangkan secara diam-diam oleh negara-negara yang dinilai belum 'mampu' untuk mempunyai senjata pemusnah masal tersebut. Belum mampu disini adalah untuk mengamankan senjata tersebut agar tidak sampai ke tangan yang salah dan belum mampu menahan diri untuk tidak menyerang negara lain dengan senjata tersebut. Seperti kekhawatiran India terhadap senjata nuklir Pakistan, India berdalih bahwa politik Pakistan sendiri belum stabil dan masih banyak teroris yang menguasai negara tersebut, sehingga dikhawatirkan senjata nuklir akan jatuh ke tangan yang teroris. 

Iran juga saat ini dipercayai mempunyai senjata nuklir karena merasa terancam dengan Israel yang dipercayai juga mengembangkan senjata nuklir. 5 negara yang diperbolehkan mengembangkan senjata nuklir pun tidak bisa konsisten dengan perjanjiannya. Tiongkok kini menjadi pemasok dan penasehat bagi pengembangan senjata nuklir Pakistan. AS menjadi 'teman dekat' Israel termasuk dalam pengembangan senjata nuklir Israel yang dipercaya dilakukan secara diam-diam walaupun Israel membantah. AS juga mempunyai perjanjian bilateral dengan India terkait senjata nuklir. Tapi, disatu sisi AS begitu menentang pengembangan senjata nuklir yang dilakukan Pakistan dan Iran. 

Padahal, dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, 5 negara yang boleh mengembangkan senjata nuklir tidak boleh menyebarkan senjata dan sistem senjata ke negara-negara yang sebelumnya tidak memiliki senjata atau sistem senjata tersebut. 5 negara tersebut juga sepakat untuk tidak mengembangkan kembali senjata nuklir yang semakin besar. Nyatanya, perjanjian tersebut tinggalah sejarah. Meskibegitu, beberapa negara seperti negara-negara ASEAN masih patuh akan perjanjian tersebut dan bahkan mengadakan Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) yang dibuat untuk mengamankan wilayah Asia Tenggara dari senjata nuklir.

Bukan tanpa alasan senjata nuklir ini begitu penting. Selain karena dampak yang ditimbulkannya bukan hanya dari ledakannya tetapi juga dari radiasinya yang mematikan, walaupun bom atom di Hiroshima dan Nagasaki merupakan bom atom pertama dan terakhir yang dijatuhkan di bumi dalam peperangan, tetapi mempunyai senjata nuklir seakan 'mengangkat derajat' suatu negara agar bisa ditakuti oleh negara lain dan dapat memainkan peran lebih dalam politik internasional, jika semua negara di dunia berpikir seperti ini, penduduk dunia akan dibayangi dengan kehancuran yang melebihi Hiroshima dan Nagasaki.

Referensi:

- "Rahasia Kekuatan Militer Korea Utara," DW

- "Parade Militer Akbar Dimulai, China Pamer Rudal Nuklir Baru," Sindonews, 

- "Seberapa Nyata Ancaman Bom Nuklir Korea Utara?," BBC Indonesia.

- https://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Nonproliferasi_Nuklir

- https://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun