Mohon tunggu...
dharma simatupang
dharma simatupang Mohon Tunggu... Guru - Guru Fisika SMK N 2 Pematangsiantar

^^Anugrah Ilahi membuat ku membumi^^

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Mengatasi Prokrastinasi Siswa di Sekolah, Masih Ada Waktu?

27 Oktober 2021   16:26 Diperbarui: 27 Oktober 2021   20:00 504 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Prokrastinasi | Ilustrasi: Shutterstock.com/Pressmaster 

Prokrastinasi Siswa

Prokrastinator adalah sebutan bagi orang (dalam tulisan ini: siswa ) yang sering melakukan prokrastinasi. 

Prokrastinasi secara sederhana dapat diartikan sebagai perilaku menunda pekerjaaan, menunda menyelesaikan tugas atau memang dengan sengaja baru memulai mengerjakan di detik-detik terakhir saat timeline atau batas waktunya akan tiba. Terkadang, kita bisa mengategorikan kebiasaan menunda ini sebagai tindakan irasional. 

Prokrastinasi biasanya berawal dari kebiasaan "nanti saja", "besok saja", atau "masih ada waktu" saat diberikan sebuah tugas atau aktivitas.  

Hari ini saya banyak mengulas di kelas topik prokrastinasi, karena saya tidak menginginkan siswa-siswa lebih memilih menunda pekerjaannya dulu buat nonton anime, bermain game atau aktivitas tidak berkualitas lainnya. 

Transisi dari pembelajaran tatap layar (daring) ke pembelajaran tatap muka terbatas (luring) menuntut siswa memiliki motivasi studi yang lebih tinggi lagi. 

Memang yang namanya belajar itu, dari mana saja pun harusnya bukan menjadi kendala, mau dari rumah atau tatap muka di sekolah, pilihannya adalah tetap menyelesaikan tanggung jawab belajar.  

Di sekolah masih saja ditemukan banyak keluhan dari guru terkait kondisi siswa yang banyak alasan saat ditagih penugasan. 

Bila guru menggali informasi lebih dalam, ternyata masih banyak siswa yang masih suka menunda-nunda mengerjakan tugas sekolah yang diberikan gurunya. 

Banyak waktu yang terbuang sia-sia, mengakibatkan tugas pekerjaan semakin menumpuk dan endingnya semua tugas yang terselesaikan itu tidak pernah maksimal. 

Jadi siswa prokrastinator adalah siswa yang bermasalah, awalnya merasa resah dan gelisah lalu cenderung akan mengalami stres dan tertekan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan