Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Si Doel The Movie 2" yang Tak Kunjung "Move On"

8 Juni 2019   17:01 Diperbarui: 9 Juni 2019   14:30 0 13 6 Mohon Tunggu...
"Si Doel The Movie 2" yang Tak Kunjung "Move On"
Artis peran Rano Karno bersama Cornelia Agatha dan Maudy Koesnaedi dalam jumpa pers peluncuran trailer dan poster film Si Doel The Movie 2 yang digelar di kediaman Rano di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).| Kompas.com/Dian Reinis Kumampung

Berbeda dengan saat kemunculan film pertama "Si Doel The Movie" aku merasa antusias untuk menyaksikan filmnya. Tergerak karena ada motif untuk bernostalgia. Tapi pada film kedua ini aku agak mulai malas setelah melihat trailer-nya.

Setelah menontonnya, ternyata memang sesuai prediksiku. Filmnya masih berfokus pada cinta segitiga, Sarah - Doel - Zaenab. Ceritanya kurang berkembang.

Film diawali dengan kilas balik pada film pertamanya. Si Doel (Rano Karno) tak dinyana bertemu dengan Sarah (Cornelia Agatha), istrinya yang meninggalkannya 14 tahun silam ketika berkunjung ke Belanda atas undangan Hans (Adam Jagwani). Ia juga bertemu putranya yang beranjak remaja, Dul (Rey Bong). Di akhir kisah, Sarah menitipkan dokumen-dokumen untuk proses perceraian dengan Doel.

Doel tak ingin kejadian di Belanda ini bocor kepada Zaenab. Ia ingin menunggu momen yang pas agar istri yang dinikahinya siri itu tak terluka hatinya. Tapi Mandra terlanjur membocorkannya ke Atun (Suti Karno) yang mengirimkan foto Doel memeluk putranya. Doel mewanti-wanti keduanya agar tetap tutup mulut.

Di satu sisi, tiba-tiba putranya, Dul, berkeinginan berlibur ke Jakarta. Ia menelepon Doel untuk menjemputnya ke bandara dan nanti menginap di rumahnya selama liburan. Hal ini membuat si Doel harus bergegas memberitahukan ke Zaenab. Sementara Zaenab merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya dan ia merasa gelisah.

Zaenab sedih melihat suaminya yang seperti menyembunyikan sesuatu. Suaminya tak mau dibawakan tasnya | Dokumen: Karnos Film/Falcon Pictures
Zaenab sedih melihat suaminya yang seperti menyembunyikan sesuatu. Suaminya tak mau dibawakan tasnya | Dokumen: Karnos Film/Falcon Pictures

Kenapa Ceritanya Terus Berfokus pada Cinta Segitiga?
Kupikir bakal ada sesuatu yang baru ditawarkan pada "Si Doel The Movie 2", ternyata sama. Rano Karno belum move on dengan ramuan drama kisah cinta segitiga. Mungkin ramuan ini menarik untuk zaman dulu ketika si Doel masih muda, tapi sekarang ia sudah makin berumur.

Si Doel karakternya masih sama seperri dulu. Peragu dan tak ingin menyakiti orang-orang yang disukainya, tapi jatuhnya malah menyakiti kedua perempuan yang menyayanginya. Rupanya karakternya ini memiliki latar belakang yang diceritakan oleh Mak Nyak, emak si Doel dalam film ini.

Film yang alurnya relatif datar ini terselamatkan oleh ceplosan-ceplosan khas si Mandra. Ia sibuk menyeletuk dan berkomentar seenaknya. Kadang-kadang ocehannya itu agak kasar. 

Ada gurauannya yang menyinggung fisik anak-anak yang sebenarnya tidak pantas untuk diucapkan. Mungkin bang Mandra keceplosan saat berimprovisasi, tapi sebenarnya bisa dipotong saat proses editing.

Celetukan Mandra bikin film tak datar | Dokumen: Karnos Film/Falcon Pictures
Celetukan Mandra bikin film tak datar | Dokumen: Karnos Film/Falcon Pictures

Dari segi akting, Maudy makin matang meski ekspresinya tak jauh-jauh dari raut muka nelangsa dan gelisah. Mandra, Mak Nyak, dan Atun tetap tampil natural. Juaranya tetap Sarah alias Cornelia Agatha yang memang tetap tampil memikat meski sudah lama vakum dari perfilman. Sedangkan untuk pemeran anak-anaknya, dialognya masih kaku, masih perlu banyak jam terbang.

Lagu soundtrack si Doel kali ini adalah "Kepastian" yang dibawakan oleh Wizzy. Penyanyi ini juga sempat menjadi figuran di film kedua si Doel. Lagu "Kepastian" diciptakan oleh Beby Romeo dengan lirik tentang kepastian cinta darinya serta mempertanyakan kepastian cinta untuknya. 

Sebelumnya Wizzy juga membawakan ulang "Selamat Jalan Kekasih" karya Bebi Romeo pada film pertamanya.

Kekasih dimanapun kau ada
Diri ini masih setia untukmu
Takkan kusesali pengabdianku ini
Karna kau cintaku yang tercinta

Kembalilah untuk cinta
Dan untuk kita
Yang Tak mungkin berakhir
Untuk segalanya
Yang Teramat sangat berarti
Dalam hidupku selamanya

Interaksi Suti Karno dan Mandra terasa natural | Dokumentasi: Karnos Film/Falcon Pictures
Interaksi Suti Karno dan Mandra terasa natural | Dokumentasi: Karnos Film/Falcon Pictures
Dikotomi Wanita dalam Si Doel
Dalam film si Doel seolah-olah ada dikotomi antara wanita modern nan mandiri yang diwakili Sarah dan perempuan konservatif yang penurut dan pengabdi keluarga seperti sosok Zaenab. 

Ada garis yang jelas di mana Sarah yang menjadi dosen di Belanda dianggap bakal kurang telaten apabila merawat Mak Nyak dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Sementara Zaenab disindir Mandra seperti wanita kampung yang hanya bisa membuat jajan kampung seperti arem-arem. Ia ditegaskan tugasnya hanya merawat Mak Nyak dan suaminya. Apabila bekerja, keinginannya juga sederhana, yaitu menjadi TKW.

Zaenab digambarkan konservatif dan hanya mengabdi ke keluarga | Dokumentasi: Karnos Film/Falcon Pictures
Zaenab digambarkan konservatif dan hanya mengabdi ke keluarga | Dokumentasi: Karnos Film/Falcon Pictures
Kenapa tidak bisa menjadi keduanya ya? Menjadi wanita bekerja yang juga merawat keluarganya. Entahlah. Hal ini agak membuat gemas selama menonton si Doel.

Ada beberapa kekurangan dalam film "Si Doel The Movie 2", tapi film ini tetap menarik untuk dinikmati. Banyak yang menonton bersama keluarganya, mengajak ibu dan neneknya untuk menyaksikan film ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2