Mohon tunggu...
DEWA KINANDANA
DEWA KINANDANA Mohon Tunggu... pendidikan

hallo saya dewa kinadana mahasiswa univeritas muhammadiyah riau pekanbaru, artikel ini dibuat untuk melaksanakan tugas pancasila.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Upaya Mencegah Pengikisan Etika Generasi Milenial yang Terjadi di Indonesia

21 Juni 2021   11:30 Diperbarui: 21 Juni 2021   11:50 36 1 0 Mohon Tunggu...

Etika generasi milenial khusus di Indonesia sendiri sudah sangat menghiraukan,dimana banyaknya generasi yang sudah tidak mementingkan etika lagi. Hal ini bukti dengan cara menghormati perbedaan yang memungkinkan sudah sangat berkurang,sopan santun yang sudah semakin memudar dan masih banyak bukti lainnya. 

Tentunya hal ini sangat disayangkan , Generasi milenial harus berada di depan, memegang obor untuk mencegah pengikisan etika  sehingga masa depan pendidikan dan nasib generasi penerus bangsa ke depan tidak berada di jalan yang salah.
Karna Arah perjalanan bangsa ini berada di tangan generasi milenial, maka dari itu kita sebisa mungkin untuk tetap menanamkan jiwa Pancasila agar generasi milenial bisa menjalankan tongkat estafet pembangunan bangsa dengan etika baik .

Generasi milenial memiliki karakter unik, salah satu ciri utama generasi milenial yaitu dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Generasi ini merupakan generasi yang melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan. Bukti nyata yang dapat diamati adalah hampir seluruh individu dalam generasi tersebut memilih menggunakan ponsel pintar. Dari perangkat tersebut mereka mampu melakukan apapun dari sekadar berkirim pesan singkat, mengakses situs pendidikan, bertransaksi bisnis online, hingga memesan jasa transportasi online.

Rata -- rata di antara kalangan anak muda Indonesia telah mengetahui dan menggunakan gadget dalam aktivitas mereka. Namun sangat disayangkan kebanyakan dari mereka belum mampu untuk memilah antara aktivitas internet yang bersifat posistif dengan negatif, serta cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaannya.

Inilah yang mejadi keluhan masyarakat maupun orangtua pada akhir -- akhir ini. Generasi muda bangsa yang seharusnya menjadi tokoh penompang kemajuan dan pendobrak bangsa justru muncul dengan perilaku kesehariannya yang tidak beretika aupun bermoral. era demi era terus berjalan, namun dampak yang ditimbulkan pada fenomena globalisasi ini kian berkembang dalam budaya anak muda saat ini. 

Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan perilaku masyakat milenial sekarang ini adalah dengan melalui proses pendidikan yang diterapkan di sekolah maupun di kampus. Ki Hajar Dewantara menyampaikan pendapat kepada penerus bangsa bahwa, "pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak kita."

Maka, dari kalimat tersirat yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara tersebut  menunjukkan bahwa pendidikan memang memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun karakter bangsa Indonesia. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana proses pendidikan di Indonesia hingga saat ini, apakah menunjukkan adanya pembangunan karakter bangsa?

Sebagian besar anak muda sekarang ini telah terpengaruh oleh budaya barat yang dijadikan sebagai 'patokan' pada setiap perilaku kehidupan mereka, sehingga memudarya identitas dan jati diri mereka sebagai Bangsa Indonesia yang cinta akan budayanya. Melihat dari kejadian permasalahan yang terjadi ini, maka sudah seharusnya perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat menumbuhkan kembali etika karakter bangsa khususnya dalam hal budaya di Era Milenial ini.

Seiring berjalannya waktu, generasi milenial saat ini justru lebih dapat terpengaruh dengan adanya fenomena globalisasi ini yang melunturkan perilaku-perilaku  maupun moral bangsa mereka padahal ilmu yang diberikan baik di sekolah maupun di kampus pada saat ini tergolong semakin berat dan mulai persaingan dengan ilmu dan praktis yang berada di luar sana. Harusnya, ada keseimbangan diantara keduanya maka akan diperoleh generasi milenial cerdas dan bermartabat yang siap memajukan bangsa.

Dalam hal ini, pendidik bangsa baik guru maupun dosen merupakan fasilitator yang memiliki peran pendukung untuk membimbing murid-muridnya hingga mampu secara aktif mengembangkan potensi jati dirinya, serta mengembangkan proses untuk berbagi pengetahuan dan teknologi dengan lingkunagan masing-masing sehingga ilmu yang dipelajari dapat diterapkan pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Lebih pentingnya lagi apabila dalam penerapannya juga dilakukan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian yang beretika dan bermoral dalam bergaul di lingkungan masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN