Deri Prabudianto
Deri Prabudianto Penulis fiksi

Wa/sms 0856 1273 502

Selanjutnya

Tutup

Novel

Namaku Awai 271-272

2 Agustus 2018   05:46 Diperbarui: 2 Agustus 2018   06:03 853 0 0
Namaku Awai 271-272
sampul cover novel

Megaria adalah sebuah penginapan di pinggir laut. Pemiliknya bernama Wong Sugi. Wong Sugi berteman dengan Hsu Natan. Suatu hari, pemilik Megaria ngopi sore di Sudi Mampir. Ia melihat kelincahan Awai saat bekerja.

" Dapat darimana pembantu selincah itu ?" tanya Wong Sugi pada Hsu Natan.

" Maksudmu Awai? Dia anak Tan Suki. Baru 5 bulan bekerja disini."

" Itu beres-beres untuk pulang ?" tanya Wong Sugi.

Hsu Natan mengangguk. " Jam 3 disini sudah sepi. Kadang jam 4 aku sudah tutup. Dia membuang sampah, setelah itu boleh pulang."

Wong Sugi menatap punggung Awai yang menghilang ke pasar sayur. " Aku butuh tenaga lepas. Mau engga dia bekerja dari jam 3 hingga jam 6 sore di penginapanku?"

" Kurasa mau. Soalnya dia pernah mengatakan gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "

" Berapa kamu menggajinya ?"

" Delapan puluh ribu, tapi kuminta dia mengatakan gajinya 60 ribu pada ibunya. Ibunya terkenal galak dan telengas padanya. "

" Oke, katakan padanya, aku akan menggajinya 40 ribu untuk 3 jam kerja. Kerjanya ringan, hanya merapikan kamar tamu yang chek out, membuang sampah, dan sesekali mencuci kamar mandi. Jam 3.30 ia mulai bekerja. Jam 6.30 ia boleh pulang. Jika aku butuh tenaganya lebih dari 3 jam, akan kuanggap lembur. "

Hsu Natan tersenyum. " Awai pasti senang mendengar tawaranmu." Keduanya bersalaman. Wong Sugi langsung berjalan kembali ke penginapannya.

Saat kembali dari membuang sampah, Hsu Natan memanggil Awai, dan mengabarkan permintaan Wong Sugi. Awai senang ditawari pekerjaan tambahan, namun ia mengatakan ia harus meminta izin dari ibu dan ayahnya.

Hsu Natan setuju. Ia menganggap Awai sangat menghormati orangtuanya.

Begitulah. Sejak itu Awai bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 6.30 sore. Tugas mengantar ayahnya melatih kaki digantikan oleh Alex.

Bandar judi mencak-mencak karena mangsanya terlepas dari tangannya. Padahal ia sudah membayar Pumei untuk merayu Huina agar bermain judi. Selama 4 bulan bermain, Huina sudah berutang 1,6 juta. Itu masih terlalu sedikit untuk menyita rumah Tan Suki. Rumah Tan Suki jika dijual berharga 4-5 juta. Di Bengkalis berlalu aturan tidak tertulis bahwa jika berutang sesuatu yang mencapai setengah harga sebuah rumah, pemberi utang boleh menyita rumah yang diincarnya.